IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 29



"Maafkan aku, Pi." lirih Albiano sedikit berlari kembali ke dalam kamar mandi. Ia melihat tangan kanan Gefanny sudah berdarah.


Dengan wajah khawatir Albiano membuka pintu kamar mandi sedikit kuat.


Brak!


Tanpa ragu, Albiano memeluk Gefanny saat gadis itu ingin meninju kaca kamar mandi untuk kedua kalinya.


Grep!


"Jangan pernah melukai dirimu sendiri!" lirih Albiano dengan suara serak. Ia merasa tubuhnya tiba-tiba bernafsu saat bersentuhan dengan kulit putih nan halus Gefanny.


Gefanny langsung membalikkan tubuhnya mencium bibir Albiano dengan rakus. Ia tidak peduli dengan rasa sakit sekaligus perih di tangannya. Karena ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.


Albiano tidak menyangka Gefanny akan menciumnya dengan rakus. Entah mengapa tubuhnya menikmati apa yang dilakukan Gefanny.


"Ge, hen... ti....kan...." lirih Albiano. Namun, Gefanny menghiraukan perkataan Albiano.


Albiano merasa tubuhnya menginginkan hal yang lebih. Saat Gefanny menyentuh sesuatu yang sudah berdiri di bawah sana.


"Ge, Jang...gan.." lirih Albiano menghentikan tangan Gefanny.


"Aku mencintaimu Al. Aku tidak akan pernah menyesal memberikan kehormatan ku untukmu." lirih Gefanny menatap kedua mata Albiano yang sudah sayu.


Albiano hanyut dalam tatapan lembut Gefanny.


Saat melihat Albiano tidak bergeming dengan perkataannya. Gefanny melanjutkan ciumannya di tempat-tempat tertentu hingga membuat tembok pertahanan Albiano melemah. Albi pada akhirnya membalas ciuman gadis itu dengan menggebu-gebu.


Suara lenguhan dan ******* terdengar nyaring di dalam kamar mandi. Bukan hanya itu, mereka juga melakukannya hingga subuh. Meskipun itu merupakan pengalaman pertama untuk mereka berdua.


Gefanny tersenyum hangat menatap wajah Albiano yang masih tertidur pulas di sampingnya.


"Al, akhirnya aku bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk mu."


"Aku berharap benih mu akan tumbuh secepatnya di rahim ku dan benih ini juga yang akan menyatukan cinta kita."


"Aku mencintaimu Al. Aku tidak akan pernah menyesal melakukannya."


"Mungkin setelah ini kamu akan membenciku." bisik Gefanny menahan rasa sakit di hatinya.


Gefanny lalu turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya tadi malam. Ia kemudian mengendarai mobilnya menjauh dari vila. Ia meninggalkan Albiano yang masih terlelap.


Setibanya di depan apotek. Gefanny membeli obat penyubur kehamilan yang sangat mahal. Ia tidak peduli dengan resiko yang akan dia hadapi ke depannya.


"Mama berharap kamu segera tumbuh di rahim Mama."


Sementara disisi lain


Albiano melenguh panjang setelah membuka kedua matanya. Namun, percintaan panas kemaren tiba-tiba muncul di kepalanya. Ia langsung beranjak dari ranjang dan mencari keberadaan Gefanny.


"Kemana Gefanny?" gumam Albiano mengitari vila mencari keberadaan Gefanny. Namun, saat pria itu melangkah keluar vila. Ia tidak menemukan keberadaan mobil Gefanny.


"Cih! Setelah memperkosaku. Kau lalu meninggalkanku!" umpat Albiano menendang angin pagi dengan perasaan kesal.


"Sial!" umpat Albiano lagi-lagi kesal dengan situasi yang dia hadapi.


Hingga dua Minggu kemudian, Gefanny tiba-tiba terkejut saat melihat kalender meja belajarnya.


"Apakah kamu sudah hadir disini?" lirih gadis itu mengelus perut ratanya.


"Mama harap dugaan ini benar." lanjutnya mencari sebuah testpack yang dua Minggu lalu dia beli di apotek. Gefanny ternyata sudah mempersiapkan semuanya dari jauh-jauh hari.


Beberapa menit kemudian, Gefanny tersenyum lebar menatap garis dua di testpack itu.


"Ternyata kamu sudah tumbuh disini."gumam Gefanny dengan suara serak. Ia benar-benar bahagia dengan kehamilannya. Dan untuk memastikan hasil testpack itu, Gefanny bergegas bergantian pakaian dan pergi ke rumah sakit.


"Bagaimana dok? Apa saya hamil?" tanya Gefanny penuh harapan.


"Ya. Selamat. Anda sedang mengandung dua Minggu. Anda bisa melihat satu titik kecil di layar ini." tunjuk dokter itu.


Gefanny tentu saja tersenyum lebar melihat titik kecil berwarna hitam tersebut.


"Apa Anda ingin mendengar detak jantung calon bayi Anda?" ujar dokter itu lagi bertanya kepada Gefanny.


"Ya, tentu saja." sahut Gefanny penuh harapan.


Deg


Deg


Deg


Jantung Gefanny berdesir mendengar detak jantung calon bayinya. Tanpa sadar setetes air mata terjatuh dari sudut matanya.


"Apa Anda merasa mual?" tanya dokter itu meminta seorang membersihkan gel di atas perut Gefanny.


"Sejauh ini. Saya belum merasakannya dokter." jawab Gefanny tersenyum ceria.


"Baiklah. Saya akan meresepkan vitamin untuk kandungan Anda. Anda bisa menebusnya di apotek." ujar dokter itu tersenyum kecil.


Dokter itu sebenarnya terkejut melihat gadis semuda Gefanny sudah mengandung. Namun, ia tidak mungkin terlalu jauh mengorek kehidupan pribadi pasiennya.


Dokter itu lalu menyerahkannya resep vitamin ibu hamil untuk Gefanny. Dengan senang hati Gefanny menerimanya.


"Terima kasih dokter." ucap Gefanny sebelum keluar dari ruangan dokter itu.


Sepanjang perjalanan. Gefanny tak henti-hentinya tersenyum ceria sembari mengelus perut ratanya.


Setelah menebus obat di apotek rumah sakit. Gefanny mengemudikan mobilnya menuju kantor Gion.


"Aku harus meminta bantuan Gion. Aku yakin dia akan membantuku. Meskipun aku harus melakukan sedikit drama." ujar Gefanny tersenyum senang.


*Flashback End*