IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Pertanyaan Steven



Steven melangkah menuju kamar putranya setelah mengantar Livia ke kamar mereka. Steven tidak menemukan keberadaan Albiano dan Gionino di dalam kamar. Steven lalu menyuruh seorang anggota klan king mencari keberadaan putranya dan putra saudaranya.


"Temukan keberadaan putraku dalam 5 menit. Cek melalui CCTV!" perintah Steven melangkah menuju kamarnya.


Namun langkah Steven terhenti ketika melihat Greyson berlari menuju sebuah lorong. Lorong itu tentu saja sangat familiar di Ingatan Steven.


"Dad!" panggil Steven menghentikan langkah Greyson.


"Apa kau sudah membawa putramu keluar dari kandang cheetah?" tanya Greyson menatap tajam putranya.


"Apa!!"


Steven langsung berlari melangkah masuk melalui lorong itu, tanpa menunggu Greyson. Ia tidak mau Albiano dan Gionino kenapa-napa. Apa lagi cheetah kesayangan Greyson belum pernah melihat wujud kedua bocah cilik itu.


Kedua mata Steven membesar melihat putra saudaranya memeluk tubuh induk cheetah kesayangan Greyson. Sementara Albiano hanya diam berdiri di luar kandang cheetah. Putra pertama Steven itu terlihat sangat penakut.


"Albi!" panggil Steven dengan wajah merah padam.


"Siapa yang menyuruh kalian datang kesini?Hem?" tanya Steven melangkah mendekati putranya.


"Gion keluar sekarang juga!" perintah Steven menatap keponakannya. Meskipun Gion keponakannya, entah mengapa Steven merasa nyaman menyamakan kedudukan Albiano dan Gionino. Darah Douglas sama-sama mengalir kental di tubuh mereka.


"Dad.... Albi--"


"Apa kalian tidak takut cheetah itu mencabik-cabik tubuh kalian! kau juga! mengapa kau mengijinkan mereka masuk ke dalam?" ketus Steven menyalahkan penjaga kandang cheetah.


"Saya tidak tahu mengapa kedua tuan kecil sudah ada di tempat ini, ketika saya berniat memberi cheetah makan siang." ujar penjaga itu.


"Gion! keluar dari sana!" ujar Steven dengan muka marah, namun tidak mampu membuat Gion gentar. Anak itu tetap kekeuh dengan keinginannya bermain dengan induk cheetah itu.


"Apa kau tidak mau mendengarkan perkataan Uncle!" ulang Steven, namun tidak diindahkan Gionino sama sekali.


"Apa Uncle takut dengan hewan seimut ini?" tanya Gion melirik sekilas kearah Steven.


"Apa? imut? apa matamu sudah rusak? hewan menyeramkan itu kau bilang imut?" sahut Steven tidak menyangka melihat keberanian putra saudaranya itu.


"Dia yang akan meneruskan kedudukan mu, Son. Apa kau tidak melihat tingkahnya terlihat sama seperti dirimu." sahut Greyson tersenyum tipis.


"Mungkin jiwa iblis yang tumbuh di tubuhnya akan melebihi jiwa iblis Daddy."


"Bisa jadi."jawab Greyson.


"Kau kembalilah duluan ke depan bersama Albi. Biar aku yang menemaninya disini." sambung Greyson memperhatikan tingkah Gion.


"Ayo...." ujar Steven mengulurkan tangannya menunggu langkah Albiano.


"Apa Daddy marah sama Albi?" tanya Albiano dengan suara pelan.


"Tidak? apa kau takut kalau Daddy marah?"


Albiano menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Steven.


"Daddy takut kau kenapa-napa. Apa lagi tempat yang kalian datangi bukanlah tempat pantas untuk anak-anak yang belum cukup umur." terang Steven.


"Dan Daddy mencemaskan kalian." sambung Steven mengendong tubuh putranya. Dari sini Steven bisa simpulkan, kalau keluarga Haykal selalu memanjakan putranya.


"Apa mereka selalu memanjakan mu?" tanya Steven sembari melangkah mengikuti lorong minim penerangan itu.


"Ya! Papi sangat baik kepada Albi." jujur Albiano tiba-tiba rindu dengan Haykal.


"Apa kau menyayangi?" tanya Steven penasaran.


"Ya, Papi Haykal sangat baik dan aku menyayanginya."


"Jika disuruh memilih antara Daddy dan Papi mu itu, siapa yang akan kau pilih?" tanya Steven benar-benar penasaran sebesar apa perasaan sayang Albiano kepada Haykal.


...***Bersambung***...