
Oek Oek Oek
"Syukurlah...." lirih Dena mendengar suara tangisan bayi yang terdengar bersahutan-sahutan
Cklekk
"Nona, kedua bayinya sudah lahir! namun saat ini kami sangat membutuhkan golongan darah AB, karena pasien tiba-tiba mengalami pendarahan saat melahirkan." jelas dokter itu
"Ambil darah saya dokter!!" ujar Dena cepat
"Mari ikut saya, Nona" ujar dokter itu membawa Dena kesebuah ruangan pemeriksaan.
#
#
Sementara di sebuah rumah mewah
"Adu--duh, Mom!" teriak Greyson mencengkeram perutnya.
"Ada apa lagi sih, Grey?" tanya Nyonya Douglas malas dengan drama aneh putranya
"Mom.... Perut Grey sakit, Mom" serunya, kering sebesar biji Apel keluar dari pori-pori kulitnya.
"Kali ini kamu tidak becanda kan, Grey?" tanya Nyonya Douglas memastikan perkataan putranya
"Grey serius, Mom!" tegasnya ingin marah tapi tidak bisa.
"Hallo... ke mansion sekarang!!" tegas tuan Douglas yang melihat wajah putranya semakin memucat.
#
#
Stevi tahu jika Dena sudah mendonorkan darahnya kepadanya. Stevi sangat bersyukur memiliki teman seperti Dena yang mengorbankan hidupnya untuknya. Mengapa Stevi berkata seperti itu, karena yang pertama Dena sudah menyelamatkannya dari sungai dan kedua Dena sudah mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan hidupnya.
Hari ini merupakan minggu kedua Stevi keluar dari rumah sakit. Stevi telaten merawat ketiga bayi mungil itu, setelah melihat kepergian Dena. Stevi senang putra dan putrinya bisa lahir dengan selamat meskipun Ia harus mengalami kritis selama 2 hari.
#
#
Dua tahun kemudian
Sepasang suami istri sedang berlibur di Brazil bersama putra-putrinya.
"Sayang.... Apa kamu merasa lelah?" tanya seorang pria matang kepada istrinya. Dia baru saja tiba di rumah setelah mensurvei peternakan milik klien bisnisnya.
"Sayang nia dan nathan sedari tadi sangat aktif bergerak. Aku sangat lelah menjaganya!, bolehkah kamu memijit punggung ku sebentar?" tanyanya sembari merenggangkan kedua tangannya ke atas.
"Apa mereka sudah tidur?" tanya Josua menatap ke arah boks yang di tempati putra-putrinya.
"Iya.... Selagi mereka masih tidur...." lirih Silvia menelungkup tubuhnya.
Kemarin malam mereka melakukan perjalanan bisnis ke Brazil, sekaligus berlibur di sana. Kebetulan seorang klien menawarkan kerja sama ke anak cabang Thomson group yang ada di Brazil.
Bertepatan saat Hotel mereka membutuhkan akses piknik dan liburan ke daerah peternakan yang di pesankan oleh pelanggan ekslusif sekaligus klien perusahan mereka. Jadi itulah mengapa mereka ada disana sekarang.
"Apa? kamu serius sayang?" tanya Silvia antusias mendengar perkataan suaminya sembari membalikkan tubuhnya
"Iya.... Tapi dia tidak mengenaliku sama sekali...." lirih Josua menatap istrinya
"Sepertinya Stevi hilang ingatan...." lirih Silvia dengan mata berkaca-kaca
#
#
Di peternakan Stevi sedang berjalan-jalan sembari membawa putra-putrinya. Mereka terlihat antusias memandang lingkungan hijau di area peternakan Robert.
"Hello.... Apa kau yang bernama Stevi?" tanya Silvia pura-pura tidak kenal dengan adiknya
"Iya, Nona!" ujar Stevi memandang bingung ke arah Silvia. Stevi merasa mereka memiliki bentuk wajah yang hampir sama.
"Perkenalkan namaku Silvia Lorens.... Opzz salah, maksudku Silvia Thomson." ujarnya menyembunyikan kegugupannya. Agar Stevi tidak merasa curiga dengan kedatangannya.
Lalu pandangan Silvia tertuju kearah sepasang bayi kembar Stevi "Wah.... Mengemaskan" decak Silvia dengan kagum melihat sepasang anak kembar Stevi
"Siapa namanya?" tanya Silvia dengan antusias
"Ini putra ku namanya Stevenson Neymar yang lahir lebih dulu 2 menit dari putriku. Dan ini adalah putri ku bernama Alexandria Belle, adik dari putra ku" Ujar Stevi sembari mengelus kepala putra-putrinya.
"Bolehkah kamu menambah nama Lorens di belakang nama mereka?" saran Silvia penuh harapan
Sementara Stevi yang mendengar perkataan dari wanita yang sama sekali tidak di kenalnya menatap bingung "Mengapa saya harus memberikan nama itu di nama kedua anak saya?" tanya Stevi menatap aneh kearah Silvia.
"Suatu hari kau akan tahu Stevi...." lirihnya pelan dengan ekspresi memelas.
Stevi yang merasa tidak enak dengan ekspresi Silvia langsung menganggukkan kepalanya. Entah kenapa dia merasa begitu dekat dengan wanita itu
"Bolehkah aku mengambil foto mereka berdua?" tanya Silvia lagi penuh harapan. Untuk mengalihkan pikiran Stevi dari ucapnya sebelumnya.
"Boleh...." singkat Stevi memandang hangat kedua anaknya.
#
#
Ting
Greyson menatap datar kearah sebuah foto yang baru saja masuk ke aplikasi WA di ponselnya "Siapa ini?" batinnya menatap nomor kontak yang tidak terdaftar di kontak ponselnya
Mata Greyson melotot melihat isi pesan yang dikirim seseorang "Bagaimana bisa?"gumamnya dalam hati, membaca isi pesan itu.
08789999xxxx
"ITS YOUR BABY!"
...END...
...***************...
...Di season 2 nanti agak sedikit rumit jalan ceritanya. Karena jodoh para pemerannya berkaitan erat dengan tragedi mansion Klan King. Disini akan banyak pemeran baru bermunculan , jadi jika kalian bertanya mengapa ending di season satu hanya seperti ini maka jawabnya akan ada di season 2. Kalian mungkin bertanya lagi, Thor di cerita Silvia ada dialog Nia bertanya tentang kapan kedatangan Steven dan Stevi ke rumahnya. memang itu benar adanya. tapi akan di bahas di season 2. Author udah balas dendam tuh ke Greyson selama 9 tahun dan selama kehamilan Stevi🤭 bagaimana apa kalian senang? 😁...