
Greyson lalu melangkah menuju ruangan komputer yang tidak jauh dari lab klan king menghampiri menantunya. Ruangan komputer itu biasanya dijadikan sebagai ruang rahasia tempat diskusi antara orang-orang tertentu.
Beberapa anggota klan king terlihat berjaga di luar pintu akses masuk ke dalam ruangan itu. Namun suara Rain menghentikan langkah Greyson.
"Tuan!" panggil Rain menghentikan langkah Greyson.
Greyson lalu membalikkan tubuhnya sehingga saling berhadapan dengan Rain. "Dari mana kau?" tanya Greyson meneliti penampilan berantakan Rain.
"Dari kandang cheetah kesayangan Anda." sahut Rain sedikit gugup.
"Apa cheetah kesayangan sedikit nakal?" tanya Greyson menyeringai tipis melihat keguguran Rain.
"Tidak Tuan. Cheetah kesayangan Anda sangat penurut." Jawab Rain menormalkan ekspresinya.
"Aku hampir saja dimangsa cheetah kesayangan Anda Tuan. Karena tidak diberi makan sedari tadi pagi!" sambung Rain berteriak dalam hati.
"Apa kau ingin melihat wajah menantu ku?" tanya Greyson membalikkan tubuhnya membuka akses masuk ruangan itu.
Rain menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Greyson. Meskipun sang mantan ketua klan king tidak melihat anggukannya. Ia cukup penasaran wanita seperti apa yang mampu meluluhkan hati Tuan mudanya pikirnya. Karena selama ini pria itu terlihat seperti pria yang tidak menyukai wanita. Mereka tidak pernah melihat Steven dewasa tersenyum ataupun dekat dengan lawan jenisnya.
Sementara di dalam ruangan rahasia itu, Livia sedari tadi sibuk mencari-cari keberadaan Steven tapi Ia tidak menemukan keberadaan suaminya. Suara kode password ditekan dari luar ruangan itu mengalihkan perhatiannya. Livia lalu kembali ke tempat duduknya dan pura-pura pingsan. Ia belum tahu apakah ruangan itu benar mansion klan king atau bukan.
Tit
Tut
Cklek
"Aku cukup penasaran bagaimana wajahnya." sambung Greyson melangkah mendekati kursi yang di duduki Livia.
"Hidupkan CCTV yang ada di ruangan bawah dan ruangan ini di layar komputer Rain. " ujar Greyson menatap lama kearah Livia.
Pria setengah baya itu belum bisa melihat wajah Livia secara keseluruhan karena tertutup rambut panjangnya.
Karena saat Greyson melintasi waktu, Rain sedang tidak ada di mansion klan king. Pria setengah baya itu menemani Jack terbang ke Indonesia mengurus bisnis Greyson.
"Ah! aku lupa, hanya Dean yang tahu mengenai masa lalu." sambung Greyson memijit pelipisnya.
"Bangunlah! apa kau akan terus pura-pura tidur!" ujar Greyson tiba-tiba menatap datar kearah Livia.
Sementara Livia takut-takut membuka kedua matanya dengan pelan-pelan. Ia kemudian menegakkan tubuhnya menatap Greyson. Ia melihat Greyson sedikit terkejut saat melihatnya.
Greyson terdiam lama menanti wajah dan kedua bola mata Livia. Pria paruh baya itu merasa sangat familiar dengan kedua bola mata menantunya.
"Siapa namamu?" tanya Greyson penasaran
"Livia...." singkat Livia menjawab pertanyaan Greyson.
"Nama lengkap mu!" ujar Greyson lagi mengubah raut wajahnya menjadi datar.
"Livia Albina."jawab Livia lagi.
Greyson mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban Livia.
"Menurut informasi yang ku dengar, kau mengalami amnesia disosiatif. Apakah itu benar?" tanya Greyson mengintrogasi Livia sembari menatap tajam kearah wajah cantik menantunya.
Livia menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Greyson. Ia merasa mulutnya sedikit kelu menjawab pertanyaan Greyson.
"Apa yang menyebabkan kau mengalami amnesia disosiatif?" interogasi Greyson lagi.
"Melihatnya lahir dengan wajah dan mata seperti pria itu."
...***Bersambung***...