IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 45



Oek...oek..oek...


Mendengar suara tangisan puteranya membuat Greyson terbangun dari tidur lelapnya. Dengan setengah sadar Greyson melangkah ke arah inkubator bayi. Dengan hati-hati dia mengangkat putranya lalu mengendong nya.


Sssshhh


"Jangan nangis hmmm.. Tumben anak Daddy nangis gini. Biasanya juga wajah Greyson kecil ini terlihat datar saja!" ujarnya pelan sembari menepuk-tepuk pelan pinggul putranya.


"Apa putra Daddy haus hmm?" tanyanya lagi sembari menekan intercom yang ada di ruangan itu.


"(Antarkan susu hangat tuan kecil ke atas)" perintahnya lalu mematikan sambungan Intercomnya


Sementara Stevi juga sudah terbangun, hanya saja dia belum mau Greyson tahu tentang itu. Dia merasa kasian dengan putranya yang terus-menerus menangis. Belum pernah sekalipun dia memberikan asi secara langsung untuk putranya. Namun dia bersyukur Greyson tetap merawat anak mereka dengan penuh kasih sayang dan kehati-hatian.


"Tunggu sebentar ya. Daddy ambil dulu susu untuk Abang" ujar Greyson meletakkan Steven di inkubator. Greyson merasa gemas dengan wajah imut putranya. Terlihat putranya seperti Duplikat Greyson kecil. Belum lagi ketika dia menangis, mata biru berkaca-kaca itu akan membuat orang-orang jatuh hati melihatnya. Karena ketika Steven menangis orang-orang bukannya kasihan melihatnya namun orang-orang akan senang menjahilinya hanya untuk melihat wajah lucunya. Terkadang Greyson bertanya-tanya Seberapa banyak wanita yang akan terpesona dengan rupa putranya ketika sudah dewasa nanti.


🌷🌷🌷


Tak beberapa lama Greyson datang membawa sebotol susu hangat. Dia mengangkat Steven ke dalam dekapannya lalu memberikan susu hangat yang dibawanya tadi. Dengan rakus Steven menyedot susu itu, terlihat sekali putranya benar-benar haus. Lalu pandangannya beralih ke ranjang tempat Stevi berbaring. "Kapan kau akan sadar? tidak kah kau kasihan dengan putra kita" lirihnya dalam hati kembali mengalihkan pandangannya ke arah putranya.


"2 jam lagi kita mandi okey. Daddy akan memandikanmu" ucapanya sembari mengelus mengelus puncak kepala putranya.


🌷🌷🌷


Di Kota K


πŸ“ž "Hallo sayang. Apa kamu ada di hubungi adik kamu Stevi?" tanya nyonya Lorens dengan sedikit cemas kepada Silvia di seberang sana


πŸ“ž" Mama dan Papa mencemaskan keadaan adikmu. Dari tadi malam Stevi tidak bisa dihubungi. Mama tidak terlalu tahu apakah dia punya teman dekat disana? atau tidak" ujar Nyonya Lorens semakin mencemaskan keadaan Stevi


πŸ“ž"Mama dan Papa tenang saja dulu! tidak usah mencemaskan keadaan Stevi. Silvia yakin Stevi pasti baik-baik saja. Nanti Silvia kabari lagi jika sudah mendapatkan informasi mengenai Stevi" ujarnya mengelus pelan perut buncitnya.


Seketika perasaan cemas Nyonya Lorens dan Tuan Lorens sedikit berkurang, mendengar ucapan putri pertamanya.


πŸ“ž"Baiklah sayang. Kamu juga jaga kesehatan ya. Jaga calon cucu-cucu mama. Makan makanan yang sehat dan bergizi" ujar Nyonya Lorens antusias jika menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan cucunya.


πŸ“ž"**S**iap Oma Opa" ujar Silvia meniru suara anak kecil. Sambungan telepon itu kemudian terputus.


🌷🌷🌷


Sementara Di mansion Klan King


Greyson baru saja selesai mandi bersama putranya, Greyson melangkahkan kakinya hanya dengan mengenakan handuk sebatas pinggangnya. Greyson berjalan ke arah tempat tidur pembaringan Stevi yang sangat luas, Kemudian membaringkan Steven di atas kasur yang sudah di alas sebelumnya. Dengan telaten Greyson memakaikan minyak angin, bedak bayi dan popok sebelum memakaikan pakaian untuk putranya. Kecerdasan keturunan Douglas membuatnya cepat belajar dan memahami segala hal yang berurusan dengan putranya.


"Ahh.. Putra Daddy sudah wangi" ucapnya sembari mengendus-endus kulit wajah putranya


Cup


"Semakin tampan" ujarnya mengecup kening Steven lalu menoel-noel hidung mancung putranya. Karena terlalu keasikan menjahili putranya, Greyson sedari tadi tidak menyadari jika sepasang mata memperhatikan tubuh setengah telanjangnya.


...***Bersambung***...


...Jangan lupa Like, Komen dan Vote ❀️...