
Sementara di Markas Mr Park
Anggota CIA menemukan tumpukan barang haram dan ilegal tersembunyi di ruangan rahasia Mr Park.
"Selamatkan Mr Park. Kita masih membutuhkannya menjadi seorang informan untuk menemukan bandar kelas kakap lainnya." ujar Mr Edward kepada anggota CIA yang sedang bertugas di ruangan itu.
Anggota CIA lainnya langsung mengangkat tubuh Mr Park dan membawanya ke rumah sakit.
Di luar Markas Mr Park
"Kerja bagus Alexa. Btw dimana Sherina dan Davin?" tanya Mr Edward. Pria itu sedari tadi mencari keberadaan mata-mata kepercayaannya Alexa.
"Mereka sudah kembali terlebih dahulu, Mr Edward." ujar Alexa sembari mengetik beberapa informasi yang gadis itu dapatkan.
"Ini data yang saya dapatkan. Mr Edward, saya mau pergi ke rumah sakit terlebih dahulu." ujar Alexa.
"Nanti kirimkan ke email ku saja Alexa. Apa Davin dan Sherina baik-baik saja?" tanya Mr Edward penasaran.
"Davin mengalami luka yang cukup parah, saya akan menemuinya di rumah sakit." ujar Alexa. Gadis itu meninggalkan Mr Edward dengan wajah terkejutnya.
#
#
Di rumah sakit Medical Center
Tubuh Davin dimasukkan ke ruangan UGD, bercak darah terlihat kontras di kemeja yang dikenakan pria itu. Pria Italia itu mengalami beberapa kali penyiksaan. Pelakunya tentu saja asisten kepercayaan Mr Park dengan sadis mencambuk tubuh Davin. Sementara Davin hanya bisa mengeram dalam hati menahan sakit dan perih akibat cambukan yang dilakukan pria itu.
#
Sebelumnya
"Siapa yang menyuruhmu!!" bentak asisten Mr Park. Pria itu menatap Davin dengan tatapan membunuh. Davin hanya diam tak bergeming, pria itu menatap datar wajah psikopat asisten Mr Park.
"Ambilkan Cambuk." perintah asisten Mr Park kepada anak buahnya. Tak beberapa lama seorang pria membawa cambuk bergerigi.
Ceprettttt
"Siapa yang menyuruhmu memata-matai bos kami!!" bentak pria itu lagi sembari mencambuk tubuh Davin.
Ceprettttt Ceprettttt Ceprettttt
"Arghhh!!!" erang Davin. Suara kesakitan pria itu terdengar menggema di ruangan itu.
"Cukup brengsek!!!" teriak Davin. Pria itu menatap membunuh ke arah asisten Mr Park. Davin mencoba menahan rasa perih sekaligus ngilu di kulitnya.
"Kau menantang ku?" sinis asisten Mr Park.
Ceprettttt Ceprettttt Ceprettttt
Tak beberapa lama anggota CIA masuk ke dalam ruangan itu. Seorang wanita menatap nanar tubuh tak berdaya Davin. Wanita itu melepaskan tiga kali tembakan ke dada asisten Mr Park.
Dor Dor Dor
Gadis itu berlari ke arah Davin. "Dav.... Bertahanlah aku akan menolong mu." ujar gadis itu. Air mata mengalir deras dari kedua matanya.
"Cepat bantu aku membawa tubuh Davin ke rumah sakit!!" teriak wanita itu kepada timnya. Mereka kemudian membawa tubuh tak berdaya Davin ke rumah sakit.
#
#
Di rumah sakit
Haykal melangkah keluar dari ruangan kerjanya. Pria itu ingin secepatnya sampai di rumah. Rasa lelah terlihat jelas di wajah tampannya.
Bug
"Aw.... Maafkan saya, Tuan." ujar Alexa dengan suara bergetar tanpa menatap lawan bicaranya. Rasa khawatir dan cemas menghantui pikirannya. Hingga tanpa sengaja gadis itu menabrak tubuh Haykal.
"Tidak apa-apa. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Haykal sembari mengulurkan tangannya membantu Alexa berdiri dari lantai.
Alexa menatap lama uluran tangan besar Haykal. "Terima kasih." ujar Alexa meraih uluran tangan Haykal.
Saat sudah berdiri, Alexa menaikan pandangannya agar sejajar dengan tatapan Haykal.
"Anda...." lirih Alexa menatap wajah Haykal
"Apa anda mengenal saya?" tanya Haykal menatap Alexa.
"Ya kita pernah bertemu sekali di bandara, saat menolong seorang pria paruh baya pingsan di pintu keluar kedatangan internasional." tutur Alexa sembari melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Saya sedikit buru-buru. Terima kasih atas bantuannya." sambung Alexa kemudian berlalu dari sana.
Haykal menatap lama punggung Alexa yang semakin jauh dari penglihatannya.
"Ini merupakan pertemuan ketiga kita." monolognya. Haykal kemudian melanjutkan langkahnya.
Haykal merupakan pria sama yang duduk di samping Alexa saat di pesawat. Kedua pria itu juga yang membantu Alexa menolong pria paruh baya pingsan saat keluar dari bandara.
......***Bersambung***......