
Dena terkejut mendengar tembakan yang menggema dari luar sana, tanpa sadar jemarinya menekan pelatuk pistol yang ada di genggamannya.
Dor
Stevi merasa jantungnya berhenti berdetak mendengar letupan pistol itu. Dia merasakan ada sesuatu yang amis mengalir dari pelipisnya. Dengan gemetaran Stevi meraba pelipisnya yang sedikit perih. Dia sudah tidak bisa lagi membendung Isak tangkisnya yang sedari tadi ditahannya.
#
#
Di Laboratorium Klan King
Suasana di dalam laboratorium itu semakin menegangkan "Apa kau sudah puas bermain-main dengan nyawa anggota Klan King?."tanya Jack dengan aura yang mematikan sekaligus menusuk menembus ke tulang rusuk mereka yang ada di laboratorium.
"Aku belum puas sama sekali.! Dimana ketua kalian? Apa dia tidak akan datang menolong kalian? Aku rasa.... Dia hari ini cukup pengecut!."ucap Meyer arogan
"Meyer.... Meyer, Apa kau pikir kami sebodoh itu? Tanpa Ketua, kami juga bisa menghancurkan mu menjadi debu." ucap Jack tenang
"Jangan menghina ketua kami!! Kau belum tahu seberapa hebat kemampuannya!!" Bentak Dean menatap marah Meyer, yang sudah berani meremehkan Greyson.
"Benarkah?," tanya Mayer angkuh. Meyer bersemirik tanpa sepengetahuan orang-orang yang ada di laboratorium.
"Lakukan..." ucap Meyer memberikan sebuah kode dan hanya anak buah kepercayaannya yang tahu arti dari kode itu. Beberapa anggota Meyer mendorong sebuah benda baja seperti roket besar.
Meyer tersenyum bersemirik menatap dingin Jack yang ada di pintu sensor "Tembak!!!" teriak Meyer kuat sembari berlari bersembunyi di balik tembok.
Dor Dor Dor Dor
Bug Bug Bug Bug
Suara tembakan dan perkelahian terus bergema di laboratorium Klan King.
Jack dan Dean dengan lihai menghindari tembakan yang di layangkan anggota Meyer "Dean hati-hati!" Jack bersembunyi di balik pintu sensor masuk.
Anggota Klan King ikut membalas tembakan yang di layangkan anggota Meyer.
Dor Dor Dor
"Kau tidak akan bisa keluar dengan selamat dari laboratorium ini Dean!" teriak Meyer dari persembunyiannya.
"Bos! kita sudah tidak memiliki banyak waktu, ayo keluar sekarang juga dari sini!" ujar asisten kepercayaan Meyer melihat kearah bom.
Meyer memerintahkan anak buahnya untuk mundur keluar "Mundur!!!" teriaknya kemudian berlari menuju pintu sensor keluar laboratorium Klan King, sembari menembaki anggota Klan King yang berusaha menghalangi langkah mereka.
Dean dan Jack yang melihat itu tidak tinggal diam, mereka menembaki anggota Meyer yang berusaha melarikan diri.
"Kalian tidak akan bisa bertahan dengan ledakan Bom nuklir itu !!" teriak Meyer meninggalkan laboratorium
"Bos. Kita harus secepatnya keluar dari ruangan ini, anggota Meyer meletakkan bom nuklir di ruangan ini!" ujar Dean keluar dari persembunyiannya
"Keluarlah Dean aku akan mencari cela untuk menyelamatkan nyonya!" ujar Jack menekan sebuah tombol merah.
"Tapi bos.... Kita tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan terowongan panjang ini. Kita hanya memiliki waktu kurang lebih 2 menit untuk meninggalkan laboratorium! nyonya pasti sudah keluar dari lorong rahasia!" ujar Dean. Dia juga tidak mau mati terpanggang di laboratorium yang penuh dengan bahan kimia yang beracun dan mudah terbakar.
Jack yang mendengar ucapan Dean, mengalihkan pandangannya ke arah bom nuklir itu, "Dean.... Keluarlah, bawa anggota Klan King yang masih tersisa. Aku akan tetap menyusul nyonya muda!" tegas Jack berlari masuk ke dalam lorong sempit itu.
Dean yang melihat Jack berlari masuk kedalam, langsung ikut berlari ke arah yang berlawanan "Mundur!!! Semua cepat keluar dari mansion!! Lindungi diri kalian dari ledakan" teriak Dean berlari menyelamatkan diri.
BOOOOOMMMMM
DUAR
Ledakan dahsyat itu membuat tanah yang mereka pijak bergetar. Orang-orang yang berada di jarak 500 KM dari markas Klan King, juga ikut merasakan getaran dari ledakan itu.
...***END***...
...🤣🤣🤣🤣🤭...