IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Tinggalkan Livia



Di sisi Greyson


Greyson terkejut mendengar teriakan menantunya, ketika sedang mengobrol dengan putranya. Dengan cepat Greyson mematikan interkom-nya.


Induk cheetah kesayangannya terlihat melangkah mendekati Livia.


Bukannya marah, Greyson malah tersenyum melihat cheetah itu mendekati Livia.


"Pinky, apa kau menyukainya?" tanya Greyson menoleh kebelakang. Sementara dua anggota klan king yang tadi menuntun Livia tidak berani melanjutkan langkah mereka. Mereka langsung mundur beberapa langkah kebelakang.


Ngeong


Hanya suara mengeong yang keluar dari mulut induk cheetah itu. Ia terus melangkah mendekati Livia hingga....


BRUK


Tubuh induk cheetah itu terlempar ke dinding pembatas berbahan besi.


Ngeong


Induk cheetah itu langsung lemas mendapat tendangan kuat dari Steven. Pria itu sangat marah melihat induk cheetah itu mendekati istrinya.


"Apa Daddy berniat membunuh istriku!!" teriak Steven marah. Kalau sampai Ia datang terlambat, induk cheetah itu bisa saja menerkam istrinya.


Ekspresi Greyson langsung berubah datar mendengar teriakan putranya. Ia tidak menyangka Steven akan membentaknya. Greyson menatap sinis putranya. "Apa itu yang kau pikirkan?" tanya Greyson menaikkan sebelah alisnya.


"Dad-daddy, Steven minta maaf." ucap Steven merasa bersalah.


"Steven takut Livia kenapa-napa. Dari kejauhan, Steven melihat induk cheetah kesayangan Daddy mendekati istriku." sambung Steven memelankan suaranya.


"Dia tidak akan menyakiti istrimu! tapi kau yang sudah menyakitinya!" bentak Greyson. Ia menetap tajam kedua mata putranya.


"Kau selalu mengandalkan emosimu!" sambung Greyson. Ia lalu melangkah mendekati induk cheetah itu.


"Pinky, apa kau baik-baik saja?" tanya Greyson mengelus punggung induk cheetah kesayangannya.


Ngeong


Sementara anak induk cheetah itu menatap marah kearah Steven. Ia langsung berlari membalas perbuatan Steven menyakiti ibunya.


NGEONG


"Sial!!" maki Steven. Ternyata cheetah sang Daddy mencakar lengannya.


"Apa kau berniat balas dendam, Ha!" bentak Steven menatap tajam anak cheetah itu. Warna mata biru Steven, tiba-tiba berubah menjadi kuning keemasan.


Ngeong


Anak cheetah itu berbaring di samping induknya.


"Tenanglah Brown, putraku tidak akan berani menyakitimu." ucap Greyson.


"Ambilkan daging mentah!" perintah Greyson tanpa mengalihkan pandangannya dari cheetah kesayangannya.


"Ba-baik, Tuan." sahut penjaga pintu kandang cheetah.


Tak beberapa lama, penjaga itu membawa beberapa potong daging mentah. Livia merindukan melihat daging itu.


"A-pa itu daging hewan sungguhan?" tanya Livia terbata-bata.


"Bukan, ini daging manusia." sela Greyson sebelum dijawab oleh putranya. Padahal Steven berniat mengibuli sang istri.


"A-pa!!"


Tubuh Livia tiba-tiba lemas mendengar perkataan mertuanya. Ia merasa perutnya diadukan-aduk. Ia ingin muntah saat itu juga.


"Apa kau takut? keluarga kami merupakan keluarga mafia. Itulah alasan mengapa aku tidak suka dengan menantu yang lemah." ucap Greyson memberikan daging mentah itu kepada induk dan anak cheetah kesayangannya.


Deg


Livia merasa tersindir mendengar perkataan ayah mertuanya. Livia akui, Ia memang lemah dalam banyak hal.


"Setiap orang memiliki bakat masing-masing, Dad. Mungkin Livia memiliki bakat menjadi seorang dokter atau model mungkin." bela Steven. Ia tidak suka melihat wajah sedih istrinya.


"Masalah beberapa hari yang lalu juga belum selesai. Datang lagi masalah baru." gumam Steven dalam hati.


"Apa kau menggunakan khodam pendamping mu keluar dari ruangan itu?" tanya Greyson memotong perkataan putranya.


"I-itu...."


"Kau tidak perlu mencari pembenaran. Kau masih ingat apa yang Daddy katakan tadi?" tanya Greyson tersenyum menyeringai.


"Tadi?" tanya Steven pura-pura lupa ingatan.


"Apa kau tahu hukuman apa yang sudah Daddy persiapkan untukmu?" tanya Greyson menoleh kebelakang. Ia menatap lama wajah putranya.


"Tinggalkan Livia!" ucap Greyson tanpa ekspresi.


...***Bersambung***...