IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 3



"Apa kamu percaya jika seseorang yang sudah meninggal bisa hidup kembali? Dan itu lah yang terjadi pada putrimu. Mommy berharap putrimu secepatnya bisa di temukan. Karena Dia sedang membutuhkan mu."


Stevenson terpaku melihat wajah kaku Ibunya. Sementara Greyson menangis sesenggukan di dekapan istrinya.


"Sayang.... aku tidak bisa hidup tanpa kamu." bisik Greyson dengan suara parau.


"Bukankah kita sudah berjanji akan sehidup semati? Tapi kenapa kamu mendahului ku?"


"Mom! wake up, Mom." panggil Stevenson menggenggam tangan dingin Stevi.


"Dad, Mommy...."


"Sa-sayang..."


Greyson tiba-tiba mencengkram dadanya. Ia seakan-akan merasa kesulitan bernapas.


Lagi-lagi Stevenson terkejut melihat kondisi kedua orangtuanya. Pria itu dengan cepat memanggil berteriak memanggil-manggil dokter.


"Dokter Andrew! Cepat kemari!" teriak Stevenson membuat semua orang yang sedari tadi berdiri di luar dengan cepat masuk ke dalam kamar Stevi dan Greyson.


Brak!


"Kenapa kau berteriak kencang!" tanya Steven tiba-tiba membuka pintu dengan kuat.


Namun sedetik kemudian pria itu langsung terpaku melihat wajah pucat Greyson dan Stevi.


"Mom! Dad!"


Alexa dan Grace berlari mendekat ke arah Stevenson. Mereka menangis histeris melihat tubuh Greyson dan Stevi mulai terasa dingin dan kaku.


"Mom, Dad, please wake up!" teriak Grace dengan suara bergetar.


Hiks


Hiks


Hiks


Sementara Alexa hanya menangis dalam diam. Air mata membanjiri wajah cantiknya.


"Sakit, hati Alexa benar-benar sakit kehilangan kalian, Mom, Dad." lirih Alexa membatin.


Dokter Andrew tiba-tiba melangkah memastikan kondisi Stevi dan Greyson. Namun sayang, denyut nadi mereka benar-benar sudah tidak ada lagi. Mereka benar-benar meninggalkan di waktu bersamaan.


"Mohon maaf, Tuan muda dan Nona muda serta keluarga besar Douglas. Tuan besar dan Nyonya besar sudah tidak ada."ujar Andrew dengan suara bergetar.


Seperti disambar petir disiang bolong. Semua yang ada disana benar-benar terpaku mendengar perkataan Andrew. Mereka tidak menyangka Greyson dan Stevi akan pergi secepat ini. Hati mereka tentu saja hancur mendengar kabar duka itu. Namun, mereka sadar, Tuhan lebih sayang kepada Greyson dan Stevi. Cinta mereka benar-benar dalam, hingga tidak bisa di pisahkan.


Hiks


Hiks


Hiks


Semua yang ada disana meneteskan air mata mendengar suara tangisan keempat anak Greyson dan Stevi. Namun, lain halnya dengan Xaviera. Gadis itu tersenyum hangat menunggu kedatangan Oma dan Opa nya.


"Akhirnya Xaviera tidak akan kesepian lagi." ujar gadis remaja itu sebelum menghilang dari sana.


Seminggu kemudian


Suasana di mansion klan king masih di selimuti kesedihan. Suasana di mansion itu juga tak seceria biasanya.


"Sebelum Daddy meninggal, Daddy memintaku menyerahkan perusahaan yang ada di Indonesia kepada kamu dan adik ipar. Apa kamu menyanggupi amanah dari Daddy?" tanya Steven menatap Alexa.


"Aku tidak mungkin tinggal jauh dari Michael, Michelle dan juga Marchelino, Bang." jawab Alexa dengan wajah memelas. Selama ini mereka tinggal di Inggris. Apa lagi Paskal juga sudah menyelesaikan pendidikan magisternya sembari mengelola perusahaan miliknya. Meskipun perusahaan itu tidak sebesar perusahaan keluarga Douglas. Namun, Alexa sangat menghargai kegigihan sang suami.


"Lagian putra putriku juga belum menyelesaikan pendidikan mereka." lanjut Alexa.


"Bukankah sebentar lagi Michael dan Michelle menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas mereka? Mereka bisa kuliah di Indonesia. Tenang saja, mereka tidak akan kesulitan dalam berbahasa. Karena banyak Universitas swasta taraf internasional disana." tukas Steven dengan tegas. Ia tahu Alexa ingin menolak amanah dari Daddy mereka.


"Bagaimana sayang?" tanya Alexa menatap suaminya.