IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 91



Setibanya di sebuah rumah sederhana


"Kami akan menginap disini selama dua hari ke depan, kalian bisa tidur di kamar itu" ujar Nyonya Robert, mengarahkan jari telunjuknya ke arah sebuah pintu kamar.


"Terima kasih Nyonya.... Tuan...." seru mereka bersamaan


"Kita belum berkenalan sama sekali, perkenalkan namaku Katrin Robert dan ini suamiku Harry Robert" ujar Nyonya Robert dengan hangat menatap mereka bergantian


"Saya Stevi, senang bertemu dengan Anda, Nyonya.... Tuan," ujar Stevi tersenyum kecil


"Denada Wilims, Nyonya.... Tuan" singkat Dena merasa sungkan


"Baiklah Stevi.... dan Dena.... Kami datang kesini untuk mengawasi proses pembangunan peternakan kami. Jadi, jika kalian tidak punya pekerjaan, kalian boleh bekerja di peternakan nantinya." tawar Nyonya Robert.


"Terima kasih Tuan dan Nyonya Robert sudah sangat baik kepada kami" seru Stevi tersenyum kecil. Dia sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan orang sebaik sepasang paruh baya yang duduk di hadapannya.


"Tidak apa apa Stevi, kami sangat senang bisa membantu kalian!" ujar Nyonya Robert tersenyum hangat.


"Kalian boleh membersihkan diri dan sebentar lagi pelayan akan segera tiba disini menyiapkan makan siang untuk kita" ujar Nyonya Robert berlalu dari sana


#


#


Stevi dan Dena melangkah menuju kamar yang di tunjukkan Nyonya Robert sebelumnya


Cklekk


"Wah.... Kamarnya cukup mewah dan elegan!" tandas Stevi


"Stevi mandilah terlebih dahulu" ujar Dena sembari melangkah ke arah jendela kamar. Dia termenung lama menatap tanah luas yang di tumbuhi rumput hijau di depan sana "Terima kasih sudah menyadarkan ku" batinnya menatap kosong ke atas langit cerah.


Sementara Stevi merasa bingung dengan tingkah Dena yang terlihat aneh sedari tadi. Stevi merasa jika dia dan Dena hanyalah dua orang asing yang baru bertemu.


#


#


Hoek Hoek Hoek


Suara muntahan terdengar nyaring dari sebuah kamar sederhana. Stevi juga bisa mendengar suara muntahan dari kamar yang dia dan dena tempati.


Cklekk


"Dena.... Apa kamu baik-baik saja?" khawatir Stevi melihat wajah pucat Dena


"Iya.... Aku baik-baik saja Stevi...." lirihnya sembari melangkah menuju tempat tidur


"Istirahatlah Dena. Biar aku saja yang pergi ke peternakan" tawar Stevi merasa kasihan melihat kondisi temannya itu. Mereka bekerja di peternakan dari sebulan yang lalu. Mereka bekerja memberi makan domba, sapi dan kuda-kuda yang di asuh oleh keluarga Robert.


"Baiklah Stevi.... Terima kasih" lirih Dena sembari memejamkan matanya.


Stevi kemudian berlalu dari kamar membuatkan segelas susu dan roti sandwich untuk Dena.


Cklekk


"Makanlah Dena, aku membawakan segelas susu dan sandwich. Aku meletakkannya di atas meja, jangan lupa di makan!" ceramah Stevi kemudian melangkah keluar kamar.


#


#


Dena yang merasa Stevi sudah keluar dari dalam kamar, kemudian meraba lembut perutnya yang sudah terlihat sedikit menonjol "Apa kamu benar-benar sudah tumbuh di rahim mama....?" tanyanya lirih menatap sendu keluar jendela


"Maafkan aku.... Maaf"ujarnya menangis tersedu-sedu


Tanpa Dena sadari, Stevi mendengar jelas apa yang terucap dari mulut Dena. Stevi tadinya berniat kembali ke kamar, mengambil topi koboi yang sering digunakannya ketika bekerja. Namun suara tangis Dena menghentikan langkahnya "Sudahlah hari ini bekerja tanpa memakai topi" batinnya, sembari melangkah pelan menuju pintu keluar.


"Tapi mengapa Dena menangis tersedu-sedu seperti itu?. Apa dia sudah melukai hati seseorang, sehingga dia begitu merasa bersalah?" batinnya.


Stevi berjalan sembari melamun memikirkan tingkah Dena yang akhir-akhir ini terlihat aneh.


...***Bersambung***...