
"Alexa mengapa kau ada disini?" tanya Stevenson menghampiri adiknya. Ia menatap teliti raut wajah adiknya, untuk memastikan aura yang Ia rasakan di sekitar tubuh Alexa. Mengapa aura ini sekarang ada di tubuh Alexa pikirnya.
"Entahlah.... Aku juga tidak tahu mengapa aku ada disini." ujar Alexa sembari menatap binar kedatangan saudaranya.
"Apa Alexa bisa menggunakan sihir?" gumam Stevenson bergelut dengan pikirannya. Ia menatap intens wajah Alexa.
"Apa kau baru saja menggunakan sihir?" tanya Stevenson. Ia mengamati ekspresi wajah Alexa dengan serius.
"Tentu saja." jawab Alexa dengan cepat. Ia hanya mencobanya sesuai dengan instruksi suara yang terdengar nyaring di pendengarannya.
"Apa kalian tidak mau mengajakku berburu?" sambungnya bertanya. Ia mengeluarkan wajah imut dan mengemaskan untuk memikat hati kedua saudaranya.
"Jangan perlihatkan ekspresi seperti itu, karena itu membuat wajah mu terlihat lebih jelek dan membosankan." cetus Stevenson dengan wajah datar.
"Ayo kita kembali." ujar Steven memotong pembicaraan kedua adiknya. Ia kemudian melompat dari atas pohon. Steven tidak ingin orangtuanya lebih marah lagi melihat adik-adiknya masuk hutan malam-malam bersamanya.
"Kakak...." lirih Alexa. Ia menatap Steven penuh harapan. Ia juga ingin mencoba berburu seperti yang saudaranya lakukan tadi.
"Lain kali saja." seru Steven tidak mau di bantah.
Steven tidak akan bertanya banyak tentang siapa Alexa. Karena dilihat dari wajahnya saja, Steven tentu sudah tahu betul siapa Alexa. Wajahnya sangat mirip dengan Stevenson, bisa dikatakan duplikat.
"Ayo pulang...." ujarnya melangkah menyusuri hutan untuk kembali ke mansion klan king. Kedua adiknya dengan patuh mengikuti langkah Steven.
#
#
Di mansion klan king
"Apa kalian sudah menemukan keberadaan putra-putriku?" tanya Greyson menatap tajam satu persatu anggota klan king. Sudah dua jam berlalu, namun putra-putrinya masih belum di temukan.
"Kami sudah mencari di sekitar di dalam dan luar mansion, Ketua. Namun kamu tidak menemukan keberadaan tuan dan nona muda." ujar anggota klan king takut-takut. Mereka tentu saja merasa merinding dengan tatapan tajam yang dilayangkan ketua mafia klan king kearah mereka.
Sementara Stevi yang mendengar teriakan Jack langsung melangkah masuk ke dalam lift. Ia sedari tadi berdiri lama di balkon menanti-nanti kedatangan putra-putrinya.
Greyson juga ikut bergegas keluar dari ruangan kerjanya.
#
#
Di ruang tamu
"Daddy...." lirih Alexa takut-takut mendapati tatapan tajam daddy-nya.
Greyson yang mendengar panggilan lirih putrinya langsung menatap kearah putrinya dan menormalkan ekspresinya.
"Kenapa? kemari-lah." ujar Greyson merentangkan kedua tangannya.
Dengan takut-takut Alexa melangkah kearah Greyson. Sementara Stevenson hanya menatap datar drama takut-takut Alexa. Mereka memang sudah merencanakan itu sebelumnya. Itu juga bagian dari saran Steven.
Tiba-tiba dari arah lift, Stevi berjalan tergesa-gesa menghampiri putra-putrinya.
"Dari mana saja kalian? apa kalian tahu mommy sangat mengkhawatirkan kalian? baru saja kita tiba disini, kalian sudah berani menghilang dari pandangan mommy." ceramah Stevi. Ia menghelai nafas panjang untuk menormalkan rasa khawatir yang sedari tadi memenuhi isi hati dan kepalanya.
"Kami dari hutan, Mom." ujar Stevenson jujur. Namun ekspresi dingin dan datar tidak berubah dari di raut wajahnya saat berbicara.
Jika kalian bertanya dimana Steven, maka jawabannya Ia sudah masuk melalui pintu balkon kamarnya.
"Mengapa kalian pergi kehutan malam-malam begini?" tanya Stevi. Ia mengamati wajah putra-putrinya secara bergantian untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya.
...***Bersambung***...