
9 Tahun berlalu
Tragedi itu masih membekas di ingatan dan hati semua orang. Orang-orang yang dicari oleh anggota mafia klan king, polisi dan detektif swasta tidak di temukan sampai sekarang. Mereka semua seakan menghilang di telan bumi.
Steven juga sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan, memiliki mata tajam dan memikat seperti Daddy-nya, Greyson. Greyson juga semakin hari semakin kurus dan tidak terurus, semenjak kehilangan Stevi yang sangat di cintai-nya.
Mansion klan king juga sudah berdiri seperti semula namun keamanan untuk masuk ke area itu tidak main-main. Mereka menciptakan tingkat keamanan yang tinggi dengan beragam kode akses rahasia.
Nyonya dan Tuan Douglas ikut perihatin melihat kondisi putra mereka, namun mau bagaimana lagi semua sudah berlalu. Mau diubah pun tidak akan bisa,karena itu adalah takdir dari yang maha kuasa.
#
#
Greyson, Steven, kedua orangtuanya dan Jack sedang dinner di ruangan makan. Banyak makanan mewah yang sudah di sajikan oleh pelayan mansion Klan king.
"Baby.... Bagaimana pelatihan mu?" tanya Greyson sembari menikmati makan malamnya. Itu adalah panggilan kesayangan Greyson kepada putranya untuk mendoktrin dirinya, bahwa istrinya masih hidup dan selalu ada bersamanya.
"Aman!" singkatnya tanpa ekspresi
"Dari lahir sampai sebesar ini, kenapa ekspresi mu tidak pernah berubah kepada Daddy!" kesal Greyson, menatap wajah putra semata wayangnya.
"Steven bukan bayi kecilmu lagi, Dad!" tegasnya tidak suka dipanggil Baby. Semenjak kepergian Mommy-nya, Daddy-nya suka sekali memanggilnya baby dan baby. Bukankah itu terdengar sangat aneh untuknya yang seorang anak laki-laki yang sudah tumbuh remaja.
Greyson yang mendengar ucapan putranya langsung mengeluarkan sebuah foto usang dan juga foto putranya waktu bayi.
"Ini Daddy dan ini adalah Kamu waktu kecil" ujarnya sembari menunjuk lembar foto itu secara bergantian. Bagaimana mungkin daddy-nya mengulang hal yang sama berulang-ulang setiap hari pikirnya.
"Makananmu belum habis!!" teriak Greyson menatap kesal ke arah putranya. Steven tetap melanjutkan langkahnya, menghiraukan teriakan Daddy-nya.
"Entah anak siapa itu?" omel Greyson menyudahi makan malamnya
"Itu bayi mu, Nak!" gurau Tuan dan Nyonya Douglas bersamaan.
Jack hanya bisa diam sembari menahan tawanya, melihat tingkah garing tuan dan nyonya besarnya. Karena hal itu akan terjadi setiap hari untuk meredam kemarahan Greyson, yang terkadang kesal melihat ekspresi datar Steven. Mungkin Greyson terlalu merindukan Stevi pikir mereka yang melihat tingkah ayah dan anak itu, yang tidak pernah bosan adu argument.
#
#
Di Brazil
Dua orang wanita sedang memperhatikan aktivitas anak-anak mereka yang sedang bermain-main di taman sederhana rumah mereka. Mereka tinggal di rumah yang sama dan hidup dengan sederhana.
"Stevi...." lirih seorang wanita memanggil Stevi yang sedari tadi menatap lurus ke depan. Wanita itu merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya di masa lalu. Jika hal itu tidak terjadi, Stevi tidak akan hilang ingatan hingga trauma.
Sudah sembilan tahu berlalu, anak-anak mereka juga sudah tumbuh dengan sehat dan kuat. Namun kenangan masa lalu itu tetap melintas di ingatan mereka.
"Stevi.... Sudah sembilan tahun berlalu.... Apa kamu tidak mau kembali?" tanyanya ikut menatap lurus ke depan, memperhatikan anak-anak mereka.
...***Bersambung***...