
Sepertinya rencana Tuan Greyson berhasil." ujar Rain menatap Jack.
"Ya kau benar. Aku merasa video ini akan membuat keluarga mereka terkejut." seru Jack tersenyum menyeringai.
"Dendam masa lalu akan terus berlanjut. Hingga napas pria itu berhenti berhembus." sambung mereka bersamaan.
Tak beberapa Greyson melangkah mendekati MC dan mengambil mikrofon yang ada ditangannya.
"Kalian boleh menikmati makanan yang ada di acara ini. Dan saya ingin menyampaikan sesuatu sebelum dilanjutkan ke acara selanjutnya."
"Namun disini saya ingin menyampaikan tambahan. Dua tahun lalu merupakan anniversary pernikahan saya dengan istri saya yang ke 25 tahun. Kami tidak bisa merayakan anniversary itu, karena putra-putri kami masih sibuk dengan pendidikan dan pekerjaan mereka."
Greyson menghentikan ucapannya dan menatap istrinya dengan penuh cinta.
"Sayang.... terima kasih telah menjadi ibu dan istri yang baik untuk kami. Meskipun kata cinta jarang terucap dari bibir ini. Namun percayalah, sampai hari ini hanya Stevi Douglas yang mampu meluluhkan hati Prince Greyson." sambung Greyson dengan mata berkaca-kaca.
Stevi terharu mendengar ucapan suaminya. Ia merasa hidupnya sangat berwarna setelah kejadian masa lalu. Ia merasa kasih sayang dan cinta Greyson benar-benar pria itu buktikan dengan actionnya. Bukan hanya kalimat cinta saja yang terucap dari bibir pria setengah baya itu. Namun bukti nyata melalui tindakannya juga ada. Buktinya Stevi hidup bahagia dan rumah tangga mereka juga harmonis tanpa adanya pihak ketiga.
"Mom, Dad, Pa, Ma.... ini semua berkat doa dan restu kalian. Sekarang kami sudah menjadi Kakek dan Nenek. Sekarang kami sudah memiliki dua menantu dan dua cucu. Dan sekarang kalian juga memiliki dua cucu menantu dan dua cicit." timpal Greyson menatap wajah keriput kedua orangtuanya dan juga kedua mertuanya.
Mereka juga ikut meneteskan air mata mendengar ucapan Greyson. Mereka merasa bersyukur, karena sampai hari ini Tuhan masih mengijinkan mereka hidup melihat putra-putri mereka, cucu-cucu mereka dan cicit-cicit mereka.
"Aku sangat bersyukur kepada Tuhan. Karena keluarga kita masih lengkap dan utuh sampai sekarang. Aku berharap berkat Tuhan semakin melimpah di keluarga besar kita."
Stevi dan Paskal langsung naik ke atas panggung. Pria itu mengenakan jas berwarna hitam dipadukan dengan dasi kupu-kupu.
Grace menyenggol bahu Alexa agar sadar dari lamunannya. "Kak, Daddy memanggil mu maju ke depan. Sepertinya calon suamimu sudah tidak sabar meminang mu menjadi istrinya." seru Grace membuat wajah Alexa berubah menjadi merah merona.
"Tidak usah malu-malu seperti itu. Usiamu sudah sangat pas untuk menikah. Apa lagi pria itu masih berondong. Grace yakin! di masa depan pria itu akan sangat memanjakan mu dan mencintai mu dengan tulus." sambung Grace menyakinkan saudarinya.
"Dia akan menjadikan mu ratu di hati dan istananya, Kak. Kau hanya perlu belajar mencintainya." timpal Grace mengelus bahu Alexa.
"Masak sih si Adek lebih paham ketimbang si Kak?" dengus Grace mengejek saudarinya.
"Iya.... iya! bawel banget!" seru Alexa melangkah ke atas panggung.
Semua tamu undangan terdiam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ketika aku melihat putraku menikah, aku merasa sangat bahagia. Aku merasa kedua putraku benar-benar sudah dewasa dan siap membangun rumah tangga dengan pasangan mereka. Dan disini, aku juga ingin melihat putriku menikah dengan pasangannya." ucap Greyson dengan mata berkaca-kaca menatap Alexa.
"Aku merasa kau pria yang baik dan pria yang tepat menjaga putri ku. Itulah mengapa aku memilihmu mendampinginya." timpal Greyson menatap Paskal.
...***Bersambung***...