IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Flashback



Steven dan Stevenson saling menatap satu sama lain, meskipun raut wajah itu masih saja kusut.


Flashback On


Steven dan Stevenson sudah masuk ke dalam kamar masing-masing, setelah resepsi pernikahan itu usai. Mereka tersenyum lebar melihat hiasan tempat tidur pengantin di dalam kamar. Namun senyuman itu langsung lenyap, ketika mereka tidak mendapati keberadaan istri mereka.


Steven dan Stevenson langsung keluar dari kamar mencari keberadaan istri mereka. Namun mereka melihat Greyson tersenyum menyeringai menatap kedua putranya berganti.


"Kenapa raut wajah kalian berubah panik seperti itu?" tanya Greyson pura-pura tidak tahu apa-apa.


"Dad, Stev tidak melihat Livia di kamar, Stevenson juga tidak melihat Sherina di kamar." adu Steven dan Stevenson saling menatap.


"Dad.... apa ini kerja Daddy?" tanya mereka serentak mengalihkan pandangan mereka kearah Greyson.


"Apa lupa dengan hukuman yang harus kalian terima?" tanya Greyson menaikkan sebelah alisnya.


"Dad.... bukankah ini malam pertama untuk kami...."


Steven dan Stevenson melangkah mendekati Greyson. Namun langkah mereka tiba-tiba terhenti mendengar perkataan Greyson.


Greyson menatap Stevenson, lalu berkata. "Apa kau tidak mencemaskan saudari kembarmu? Daddy tidak melihat batang hidungnya sedari tadi." ujar Greyson menatap putra keduanya.


Steven dan Stevenson terkejut mendengar pertanyaan Daddynya.


"Bukankah Alexa menemui Paskal?" tukas Stevenson menatap Daddynya.


"Paskal sudah tidur di kamar dan Alexa tidak ada disana."


Greyson mendapatkan informasi itu dari putra asistennya. Tidak mungkin anak remaja sepolos Chris berbohong kepadanya.


"Apa Daddy langsung memeriksanya ke mansion belakang?" timpal Steven bertanya.


"Dan Daddy langsung percaya?" tanya mereka bersamaan


"Mana mungkin anak sepolos itu berani berbohong pada Daddy."


Steven dan Stevenson menepuk jidat mereka mendengar ucapan Greyson.


"Biarkan kami yang memeriksanya, Dad." seru Steven keluar dari mansion utama. Mereka tiba-tiba lupa dengan keberadaan istri mereka.


Sementara Sherina dan Livia tidur di dalam satu kamar bersama putra mereka. Albiano dan Gionino terlihat masih asik bermain PS, hingga mengabaikan kedua ibu muda itu.


"Apa bermain dengan PS itu lebih menyenangkan ketimbang mengobrol dengan Mommy?" tanya Sherina bertanya kepada putranya. Ia baru saja selesai mandi dan berganti pakaian.


Kini giliran Livia yang keluar dari kamar mandi setelah berendam satu jam di dalam bathtub.


"Biarkan mereka bermain, sepertinya mereka sudah mulai akrab akhir-akhir ini." kata Livia tersenyum tipis. Ia sama sekali tidak masalah dengan aktivitas putranya, yang penting ingat waktu saja. Mereka juga sepertinya baru bermain selama 1 jam.


"Sayang.... Mommy memberikan waktu 1 jam lagi untuk kalian bermain. Setelah itu, kita istirahat." seru Livia mengoleskan skincare di wajahnya.


Albiano menganggukkan kepalanya, sementara Gionino tersenyum manis menatap Mommynya. Tatapan binar Gionino seperti seorang anak yang sedang meminta persetujuan ibunya.


"Just one hour!" kata Sherina dengan tegas. Ia tidak mau memanjakan putranya. Karena Gionino merupakan anak pertama yang akan menjadi contoh bagi adik-adiknya. Sherina berharap Gionino bisa menjadi panutan untuk saudara dan saudarinya saat dewasa nanti.


"Just one hour." kata Gionino tersenyum lebar.


Gionino dan Albiano melanjutkan permainan mereka. Mereka tidak mau tahu urusan orang dewasa.


...***Bersambung***...