IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Mencoba berdamai



Alexa terkejut melihat Paskal mencengkram kepalanya dengan kuat. "Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Alexa mengenggam tangan Paskal.


"Menjauhlah...." ujar Paskal melepaskan genggaman Alexa.


"Ap-apa kau ingin aku menjauh darimu?" tanya Alexa dengan mata berkaca-kaca. Entah mengapa, Alexa merasa sakit hati mendengar penolakan Paskal. Mungkin karena Paskal sudah mendapatkan harta berharga yang selama ini Alexa jaga.


"Aku... aku tidak bermaksud mengusir mu, Alexa. Aku.... aku tidak tahu mengapa bayangan gelap tiba-tiba melintas di Ingatan ku." jujur Paskal memejamkan kedua matanya.


"A-pa maksudmu?" Alexa benar-benar tidak tahu maksud dari ucapan Paskal.


"Aku-- aku melihat seorang wanita cantik menghampiriku. Dia-- dia--"


"Oh tidak--"


"Apa yang wanita itu lakukan padamu! apa dia mengecup pipimu atau mengecup bibirmu!" ketus Alexa dengan menggebu-gebu sedikit cemburu mendengar perkataan Paskal.


"Paskal.... mengapa warna rambutmu berubah warna lagi,. seperti saat kita ada di goa." timpal Alexa merasa heran dengan perubahan Paskal.


"Bukan hanya itu, mengapa matamu tiba-tiba berubah menjadi warna merah. Apa kau sedang merencanakan sesuatu?" tanya Alexa melangkah mendekati Paskal.


Paskal langsung berlari ke meja rias mencari tahu kebenaran akan perkataan Alexa. Ia meneliti penampilannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Hanya mata dan warna rambutnya saja yang terlihat berbeda.


"Mengapa aku terlihat sedikit dewasa? bukankah usiaku masih muda?" gumam Paskal mengelus dagunya.


"Alexa, apa aku terlihat tua seperti ini?" tanya Paskal membalikkan tubuhnya menatap Alexa.


"Hem.... kau benar! kau terlihat jelek dan tua seperti itu." kelakar Alexa dengan nada bercanda, namun dianggap serius oleh Paskal.


"Apa kamu mau menikah dengan pria lain untuk kedua kalinya, karena tidak menyukai penampilanku yang sekarang?" tanya Paskal berubah murung.


"Aku--"


Cklek


Beberapa pasang mata menatap bingung dengan wajah Paskal dan Alexa, setelah pintu kamar dibuka dari luar. Steven dan Stevenson saling melirik, setelah melihat ekspresi aneh Alexa dan Paskal.


"Dad--"


"Kenapa wajah suamimu seperti itu?" potong Greyson menatap putrinya.


"Tidak apa-apa, Dad. Kami baik-baik saja." seru Alexa tersenyum tipis.


"Hanya saja...." Alexa menghentikan perkataannya, lalu mengalihkan pandangannya kearah suaminya.


"Hanya saja kenapa?" Greyson menatap putri dan menantunya bergantian. Ia benar-benar belum mengerti dengan maksud putrinya.


Alexa menghembuskan napasnya mendengar pertanyaan Greyson. Semua yang ada disana ikut penasaran dengan maksud Alexa.


Tiba suara seseorang mengalihkan atensi mereka.


"Bayangan itu merupakan ingatannya di masa lalu. Ingatan akan masa lalunya tidak akan kembali lagi, sayang. Karena ingatan itu akan terhapus perlahan." sela seseorang menjelaskan maksud dari ucapan Alexa.


"Bukankah kabar ini membahagiakan? Namun, warna rambut dan juga matanya akan berubah, setiap kali bulan purnama muncul." sambung seorang perempuan cantik berusia ratusan ribu tahun.


"Queen.... Kaisar....." seru mereka bersamaan, saat mereka sudah membalikkan tubuh mereka.


Queen Angelista dan Kaisar Agung tersenyum hangat menatap keluarga mereka. Mereka tiba-tiba mengalihkan atensi mereka ke arah King Douglas dan istrinya.


"Apa kau masih marah kepada Daddy dan Mommy?" tanya Kaisar Agung kepada putranya. Namun, King Douglas tidak bergeming sama sekali. Ia masih tertegun melihat kedatangan kedua orangtuanya.


"Wajar saja kau marah kepada kami selama bertahun-tahun... Tapi, jangan lama-lama.... karena kita tidak pernah tahu sampai kapan napas yang dititipkan Tuhan akan berhembus."sambung Kaisar Agung mengenggam tangan istrinya. Ia tahu Queen Angelista benar-benar sedih melihat sikap dingin putranya.


King Douglas benar-benar merasa tersindir mendengar perkataan Daddynya. Namun, entah mengapa luka di masa lalu masih terbuka lebar sampai saat ini.


"Dad.... Aku---"


"Aw!!"


...***Bersambung***...