
Setelah mengakhiri panggilannya Alexa langsung mengemudikan mobil sport nya menuju rumah sakit tempat Albiano di rawat. Gadis itu tidak mau sampai kehilangan kesempatan untuk mendapatkan sampel anak itu.
Sementara di rumah sakit
Haykal dengan telaten mengelap tubuh berkeringat putranya. Albiano untuk sementara waktu tidak di ijinkan mandi karena suhu tubuh anak itu cukup tinggi yaitu 39 derajat celcius.
Di parkiran rumah sakit
Alexa langsung memarkirkan mobilnya di parkiran umum tanpa lupa membawa tas kecil yang sedari tadi Ia letakkan di kursi sampingnya. Gadis itu berjalan tergesa-gesa tanpa sengaja menabrak ayah Haykal.
"Ma-maafkan saya Tuan. Saya sedang terburu-buru." ujar Alexa mengambil tasnya terjatuh ke lantai.
Saat Alexa mengangkat kepalanya, Ia terkejut melihat ayah Haykal lah yang sudah Ia senggol barusan.
"Anda...."
"Sekali lagi maafkan tingkah sembrono saya tuan." ujar Alexa membungkukkan sedikit tubuhnya.
"Tidak apa-apa nona." ujar ayah Haykal tersenyum tipis menatap wajah tidak enak Alexa.
Sementara istrinya cukup tertarik dengan tingkah sopan santun Alexa. Bukan hanya tingkah Alexa yang sopan, namun wajah gadis itu juga terlihat cantik dan cocok menjadi pasangan putranya.
"Bagaimana kalau gadis ini aku jodohkan dengan Haykal." batinnya menatap intens wajah cantik Alexa.
"Kalau begitu saya permisi." ujar Alexa berlalu dari sana meninggalkan sepasang suami-istri itu. Ia sedikit merasa risih dengan tatapan intens ibu Haykal.
"Yah...."
"Bukankah wanita itu yang tadi kita temui di restoran. Sepertinya Gadis itu berasal dari keluarga baik-baik, Bunda jadi ingin menjodohkan Haykal dengan gadis itu." celetuk ibu Haykal kepada suaminya sambil menatap punggung Alexa yang semakin lama semakin kecil di pandangannya.
"Jangan melakukan hal yang tidak-tidak. Biarkan Haykal yang menentukan siapa pasangan cocok, yang bersedia menemani hidupnya dan bersedia menua bersamanya." ujar ayah Haykal mengenggam tangan Istrinya. Mereka lalu keluar dari rumah sakit menuju parkiran.
Sementara ibu Haykal hanya bisa menghela napas mengeluarkan rasa kecewanya. Ia merasa Alexa sangat cocok menjadi pasangan putranya yang sedikit kaku itu.
#
#
Alexa tersenyum kecil melihat ketelatenan Haykal mengelap tubuh berkeringat Albiano. Ia merasa pria itu cukup peka dengan hal-hal kecil yang berkaitan dengan pasiennya.
"Sepertinya aku harus menunggu waktu yang tepat mengambil sampel anak itu." monolog Alexa dalam hati.
Gadis itu lalu melangkah menuju bagian laboratorium untuk tes DNA. Ia ingin tahu berapa hari kira- kira hasil tes DNA keluar menggunakan sampel rambut.
"Dokter saya mau bertanya berapa lama hasil tes DNA biasanya keluar?" tanya Alexa kepada seorang dokter muda yang baru saja keluar dari ruangan laboratorium.
"2 hingga 4 Minggu nona." jawabnya menatap dalam wajah cantik Alexa. Pria itu cukup terpesona dengan kecantikan Alexa yang ada di hadapannya.
"Oh iya.... Terima kasih atas informasinya dokter tampan." ujar Alexa mengerlingkan sebelah matanya menggoda dokter muda itu. Alexa tahu dokter itu terpesona melihat kecantikannya.
Sementara pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah genit Alexa.
"Gadis yang menarik." batinnya menatap kepergian Alexa.
"Dokter Andrew!" panggil seorang perawat melangkah tergesa-gesa kearah dokter muda itu.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya dokter Andrew menyeritkan keningnya menatap wajah cemas perawat itu.
"Seorang pasien yang biasa anda tangani sedang mengamuk di ruang rawat inap karena anda belum juga datang memeriksanya." ujar perawat itu terbata-bata.
"Apa pasien yang biasa?" tanya dokter Andrew sambil melangkah menuju kamar pasien yang di katakan perawat yang bertugas bersamanya.
"Pasien wanita tua yang biasa menggoda dokter." cetus perawat itu tanpa sadar hingga menghentikan langkah Andrew.
"Apa kau sedang cemburu?" tanya Andrew tanpa membalikkan badannya.
"Cih siapa juga yang cemburu dengan pria tengil seperti Anda!" dengus perawat itu menatap jengah dokter playboy di depannya.
Andrew hanya tersenyum tipis mendengar dengusan perawat itu. Ia lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan pasiennya.
...***Bersambung***...