IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kedatangan Albiano



"Apa khilaf harus sampai bertahun-tahun?" tanya Greyson menaikkan sebelah alisnya.


"Bertahun-tahun karena Steven tidak tahu, kalau Livia langsung mengandung setelah kejadian tersebut. Kalau Stev tahu, Stev pasti membawa Livia ke Inggris." bela Steven berusaha meluluhkan hati Daddynya.


"Kau harus menerima hukuman seperti itu, sampai istrimu selesai memikirkan keputusan apa yang akan Ia berikan kepadamu."


"Jangan berani-berani meminta bantuan kepada khodam pendamping mu! kalau tidak mau hukumanmu Daddy tambah." ancam Greyson.


Tak beberapa lama, kedatangan asisten kepercayaan putranya mengalihkan perhatiannya. Pria setengah baya itu, langsung berdiri dari duduknya.


"Bagaimana? dimana cucuku?" tanya Greyson melangkah mendekati Robert. Namun, tangisan nyaring anak kecil menghentikan langkah Greyson.


"Hua!!!!"


"Hiks hiks hiks."


"Turunin..... turunin Albi!" teriaknya nyaring.


"Albi mau sama Papi!!" teriak Albiano nyaring.


"Hua!!!!"


"Mereka culik Albi...."


Albiano berusaha turun dari gendongan Jesica, namun tidak bisa. Karena tubuhnya terlalu kecil, apabila dibandingkan dengan tubuh tinggi dan langsing Jesica.


"Tenanglah, Boy. Sebentar lagi kau akan bertemu dengan Opa dan Oma mu. Daddy dan Mommy mu juga ada disini menunggu kedatangan mu." ucap Jesica membujuk Albiano.


"Benarkah? Opa dan Oma juga ada disini?" tanya Albiano mengehentikan tangisnya.


"Ta-tapi Albiano tidak punya Daddy." celetuknya tiba-tiba.


Celetukan Albiano tersebut, tentu saja membuat hati Greyson nyeri. Ia merasa gagal menjadi seorang kakek dan juga ayah. Karena gagal mendidik putranya dengan baik. Andaikan Ia tidak terlalu membebaskan putra dan putrinya diluar sana. Semuanya tidak akan pernah terjadi. Meskipun sebenarnya, banyak pelajaran yang bisa putra-putrinya kutip dari peristiwa ini.


"Tidak perlu sungkan Jesica. Bagaimana cara kalian membawanya kemari?" tanya Greyson tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Albiano.


"Kami diam-diam masuk ke dalam kediaman pria itu, lalu membawa tuan kecil kemari saat Ia sedang tidur terlelap." jawab Robert meneliti ekspresi wajah Greyson.


Greyson menganggukkan kepalanya mendengar jawaban asisten putranya.


"Kau benar-benar keturunan Douglas, Nak." ucap Greyson dalam hati. Ia cukup bahagia melihat wajah familiar sang cucu. Wajah Albiano benar-benar perpaduan antara wajahnya dan kedua putranya. Tidak ada sedikitpun jiplakan wajah Livia di wajah polos itu.


"Hey, apa kamu sudah makan?" tanya Greyson tersenyum hangat.


Albiano menatap lama wajah Greyson sebelum menjawab pertanyaan pria setengah baya itu. Karena Albi sedikit takut, karena wajah Greyson terasa asing di mata dan ingatannya.


"Baiklah...."


"Aku adalah Opa mu. Daddy dari Daddy mu." ucap Greyson. Senyum hangat tidak pudar sama sekali, saat melihat raut wajah yang diperlihatkan sang cucu.


"Albi, tidak punya Daddy. Albi hanya punya papi, mami, Opa dan Oma." jawab anak kecil itu dengan wajah polosnya.


"Baiklah...."


"Umur kamu masih terlalu muda untuk paham dengan perkataan, Opa." ucap Greyson mengelus lembut kepala cucunya.


"Bolehkah Opa menggendong mu?" tanya Greyson tersenyum tipis. Senyum di wajah Greyson tidak luntur sama sekali, meskipun ekspresi risih tergambar jelas di wajah cucunya. Greyson tahu kalau Albiano merasa sedikit risih disentuh olehnya.


Tapi anak kecil itu tetap menganggukkan kepalanya. Meskipun sebenarnya masih ada sedikit perasaan ragu menerima permintaan Greyson.


Senyum Greyson semakin lebar, tatkala melihat Albiano menganggukkan kepalanya.


"Kemari-lah...." ucap Greyson mengulurkan tangannya agar Albi mengulurkan tangannya.


...***Bersambung***...