
Mood Alexa langsung berubah setelah mendengar tawaran Paskal. "Hem.... aku mau disuapin." sahut Alexa membuka mulutnya.
Paskal dengan senang hati menyuapi istrinya. Ia ingin membuktikan betapa Ia mencintai Alexa. Ia akan memanjakan Alexa seperti Greyson memanjakannya. Ia sering memperhatikan bagaimana cara Greyson dan Rain melimpahkan kasih sayang mereka kepada istri mereka. Dengan memanjakan dan memberikan apa yang mereka butuhkan.
Cinta, kesetiaan dan tanggung jawab.
Mungkin hanya ketiga hal itu yang mereka butuhkan untuk memperkokoh hubungan mereka. Namun satu hal yang belum pernah lagi mereka lakukan sampai sekarang. Yaitu hubungan layaknya suami istri. Mereka belum pernah lagi melakukannya setelah kejadian di malam itu.
"Aku sudah kenyang. Kamu yang habiskan sisanya." kata Alexa tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Apa! aku tidak mungkin menghabiskan buah asam ini Alexa." seru Paskal dengan cepat. Ia merasa asam lambungnya tiba-tiba naik melihat buah-buahan asam itu.
"Alexa? apa kau sekarang tidak mengakui ku sebagai istrimu? kemaren-kemaren kau memanggilku nona muda! sekarang Alexa! apa besok-besok kau akan memanggilku Tante karena usiaku lebih tua dari usiamu!" cerocos Alexa menatap tajam wajah terkejut Paskal.
"Aku tidak mau tahu! sekarang panggil aku istriku!! atau sayang juga bisa." timpal Alexa mencebikkan bibirnya ke depan.
Alih-alih menjawab perkataan Alexa, Paskal malah langsung memeriksa dahi Alexa.
"Tidak panas...." gumam Paskal.
"Ooo.... jadi sekarang kau pikir aku gila? ya aku gila setelah menikah denganmu!" ketus Alexa memalingkan wajahnya kesamping.
"Sensi banget sih!" kelakar Paskal menggoda Alexa. Bukannya senang Alexa malah semakin menjadi-jadi.
"Ya! aku memang lagi sensi! kenapa? terganggu? kalau terganggu sana menjauh!" usir Alexa.
"Atau aku yang harus pindah duduk dari sini?"
Paskal langsung menutup mulut Alexa agar berhenti berbicara.
"Sa-sayang.... sudah diam! apa kamu tidak malu dari tadi ngomong terus. Enggak jelas banget sih." kata Paskal menghentikan omelan Alexa.
"Ya! benar begitu dong! jangan panggil Alexa terus. Capek nih mulut ngomong terus. Jadi haus kan."
Paskal kembali lagi duduk di samping Alexa.
"Tiba-tiba aku ngantuk." gumam Alexa.
"Ayo tidur di kamar saja." ajak Paskal.
Alexa menuruti perkataan suaminya. Mereka melangkah menuju kamar pribadi yang tersedia di dalam jet pribadi keluarga Douglas.
Alexa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Paskal langsung menyelimuti tubuh istrinya, setelah memastikan Alexa nyaman dengan posisi tidurnya.
"Apa kamu tidak mau istirahat juga?" tanya Alexa menaikkan sebelah alisnya.
"Aku masih menunggu air putih tadi. Bukannya kamu haus?"ujar Paskal.
"Aku tidak jadi haus. Aku mau kamu tidur disamping ku sekarang juga."
Mau tidak mau Paskal menuruti keinginan istrinya. Paskal langsung membaringkan tubuhnya disamping istrinya.
Alexa langsung masuk ke dalam pelukan Paskal. "Kenapa aku jadi banyak bicara seperti ini, aku merasa ada yang aneh dengan sikapku hari ini." gumam Alexa sebelum terlelap masuk ke dalam mimpi.
"Ya, aku juga merasakan hal yang sama sayang. Sepertinya sikap kamu dua hari ini sedikit aneh." sahut Paskal mengelus sayang kepala Alexa. Ia tersenyum tipis mendengar suara dengkuran halus Alexa.
"Dan aku akan memaklumi tingkah aneh kamu akhir-akhir ini. Jika kamu bertanya alasannya. Maka aku akan menjawab, kalau aku sangat mencintaimu." bisik Paskal di dekat telinga Alexa.
Alexa tersenyum tipis mendengar perkataan Paskal, namun kelopak matanya terasa berat untuk terbuka.
Mereka tidur sambil berpelukan hingga jet pribadi yang mereka tumpangi tiba di bandara San Fransisco California.
...***Bersambung****...