IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Obrolan Albara dan Livia



Sementara di lain sisi


Albara langsung keluar dari dalam kamar mandi setelah kepergian Grace. Ia tersenyum tipis melihat seorang pelayan masih menunggunya di luar kamar.


"Tuan...." sapa pelayan itu membungkuk sedikit tubuhnya. Ya, pelayan itu merupakan salah satu dari anak buah kepercayaan Albara. Wanita itu menyamar menjadi pelayan keluarga Greyson agar menjaga Livia.


"Pergilah. Aku ingin menemui saudariku. Jangan sampai orang lain mengetahui identitas mu ataupun identitas ku." ujar Albara melangkah menuju kamar Livia.


Cklek


Ia melihat Livia memejamkan kedua matanya. Sementara sang bayi sudah tidur terlelap.


"Kak....."panggil Albara dengan suara lembut.


Livia langsung membuka kedua matanya ketika mendengar suara tak asing. Ia menatap Albara dengan manik mata penuh kerinduan.


"Al...." lirih Livia ingin beranjak dari pembaringannya, namun di hentikan oleh Albara.


"Kak.... kakak baru saja melahirkan. Lebih baik kakak berbaring saja." saran Albara mengurungkan niat Livia beranjak dari tempat tidur.


"Bagaimana kabar Mama dan Papa?" tanya Livia cukup penasaran dengan keadaan kedua orang tua mereka.


"Mereka sangat merindukan kakak. Kenapa kakak menghilang tiba-tiba?" tanya Albara mengenggam tangan dingin Livia.


"Ada kejadian besar yang aku lalui beberapa tahun ini. Dan masa lalu itu tidak perlu di ungkit lagi. Karena sekarang keadaan ku sudah lebih baik." kata Livia tersenyum manis.


"Aku masih belum berani berbicara dengan kedua orang tua kita. Aku malu dengan mereka, dan aku juga belum menyelesaikan studiku. Lihatlah sekarang aku hanya seorang ibu dari dua anak. Aku tidak mungkin bisa mewujudkan keinginan mereka." ungkap Livia dengan suara bergetar.


Beberapa tahun lalu, Ibu dua anak itu ingin menjadi seorang dokter seperti ibunya. Namun semua hanya cita-cita di masa lalu, dan cita-cita itu tidak akan bisa dicapai dalam waktu singkat. Apa lagi sekarang Livia sudah memiliki dua tanggung jawab. Sebagai seorang istri dan sebagai seorang ibu.


"Aku ingin menemani masa kecil Albiano dan Ayana dengan penuh kebahagiaan di negara ini." timpal Livia dengan mata berkaca-kaca.


"Mengapa kakak harus malu? Mama dan Papa tentu saja akan semakin bahagia menerima kabar baik dari kakak. Apa lagi mereka ternyata sudah memiliki dua cucu selama ini."bujuk Albiano tersenyum hangat. Ia sangat menyayangi Livia. Saudari kandung satu-satunya. Usia mereka selisih 3 tahun.


"Apa kakak tidak kasihan melihat Mama mulai sakit-sakitan setelah kehilangan kabar dari kakak. Kami juga mencari kakak ke beberapa rumah sakit besar maupun kecil di Madrid, Spanyol. Namun hasilnya nihil, kami tidak menemukan sedikit pun informasi mengenai keberadaan kakak. Aku sangat kasihan melihat wajah lelah Papa dan Mama menunggu kepulangan kakak." ungkap Albara dengan wajah sendu.


Tiba-tiba Steven membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan kesehatan yang ada di kamarnya. Ia tersenyum hangat menatap istrinya, tidak ada lagi ekspresi cemburu di wajah tampan itu. Karena Steven sudah tahu, kalau Albara merupakan saudara kandung istrinya.


"Sayang.... setelah putri kita berumur 1 bulan, kita akan mengunjungi kedua orang tua mu. Setelah putri kita berusia 3 tahun, kamu juga bisa melanjutkan pendidikan kamu. Itu pun kalau kamu mau. Tapi dengan satu syarat! jangan dekat-dekat dengan lawan jenis. Bahkan aku melarang kamu bertukar obrolan dengan mereka."ucap Steven dengan tegas.


Steven lalu mengalihkan pandangannya menatap adik iparnya. "Ternyata dari awal kau mendekati saudari perempuanku karena ada maunya ya." celetuk Steven tiba-tiba membuat dahi Livia berkerut.


"Apa Albara kekasih yang selalu diceritakan Grace?" gumam Livia dalam hati menatap adik dan suaminya secara bergantian. Tatapan itu seakan-akan meminta penjelasan kepada Steven dan Albara.


Albara dan Steven tidak tahu harus memulai cerita dari mana. Apa lagi hubungannya dengan Grace cukup intens.


...****Bersambung***...