
Setelah mengendarai mobil miliknya selama 15 menit. Tiba-tiba mobil Arabella mogok di tengah jalan. Arabella langsung mengalihkan menatap jam dipergelangan tangannya. Kedua bola matanya membesar melihat jam sudah menuju angkah 12 siang. Ia merasa lokasi meeting yang di share Gion merupakan alamat yang salah.
Saat memperhatikan sekitarnya, ia tidak menemukan mobil ataupun motor yang melintas berlalu-lalang di daerah itu.
"Sial! Apa dia mengerjai aku?" gerutu Arabella keluar dari mobilnya. Sepuluh menit berlalu, namun tak ada satupun mobil yang melintas di daerah sana. Hingga matahari semakin terik dan membuat Arabella kepanasan.
Saat melihat sebuah taksi melintas di dekatnya. Arabella dengan cepat menghentikan taksi tersebut.
"Stop! Stop!"
Arabella merentangkan tangannya di tengah jalan untuk menghentikan taksi tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya supir taksi tersebut melirik sekilas kearah mobil Arabella yang terparkir di pinggir jalan.
"Tolong antar saya ke alamat ini." Arabella menunjukkan layar handphonenya ke supir taksi itu.
"Baiklah, Nona. Silahkan masuk." ujar supir taksi itu.
Arabella dengan cepat masuk ke dalam taksi. Dan meminta supir taksi tersebut menambah kecepatannya.
"Agak cepat sedikit, Pak. Soalnya saya sudah hampir telat."
"Baik, Nona." jawab supir taksi tersebut menambah kecepatan mobil yang dikemudikannya.
Arabella melangkah keluar dari mobil dengan tergesa-gesa. Tanpa sengaja Arabella menyenggol bahu seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari dalam restoran.
"Maafkan saya, Nona." ujar Arabella dengan wajah berkeringat.
"Kalau jalan pakek mata dong!" bentak wanita itu ingin menampar wajah Arabella. Namun, melihat semua mata mengarah kearahnya. Gadis itu langsung berlalu dari sana dan tidak melanjutkan perkataannya. Ia tidak mau imagenya buruk sebagai nona muda keluarga Fernandez.
"Kau sudah menghancurkan pertemanan penting hari ini. Apa kau tahu berapa juta dolar kerugian yang kau timbulkan hari ini?" tanya Gion menatap tajam Arabella.
"Saya minta maaf, Tuan. Tiba-tiba mobil saya mati di pinggir jalan." jawab Arabella menautkan kedua tangannya.
"Aku tidak akan mentolerir kesalahan lain yang kau buat. Jadi, mulai sekarang kau dipecat! Aku tidak membutuhkan karyawan yang tidak profesional dan berkompeten seperti mu." balas Gion berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari restoran tersebut.
Arabella memberanikan diri mengikuti langkah Gion keluar dari restoran.
Setibanya di parkiran mobil, Gion langsung masuk ke dalam mobil. Sementara Arabella mengetuk pintu jendela mobil Gion berulangkali.
"Saya tidak setuju Anda memperlakukan saya dengan sewenang-wenang seperti ini. Bukankah Anda yang sudah mengirimkan lokasi yang salah kepada saya, sehingga saya harus kesasar di tengah perjalanan!"
Gion menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Arabella. "Jadi, kau sedang mencoba menyalahkan ku?" tanya Gion menatap tajam wajah berkeringat Arabella.
"Bukan, hanya saja apa yang saya katakan ini merupakan kebenaran." jawab Arabella melipat kedua tangannya menatap Gion penuh permusuhan.
"Lalu?" tanya Gion menatap Arabella dengan remeh.
"Anda tidak bisa memecat saya sesuka hati Anda!" jawab Arabella dengan wajah kesal.
"Bagaimana bisa Hotel Royal memperkerjakan karyawan bodoh seperti mu!" ejek Gion menatap Arabella dengan angkuh.
Tanpa menunggu jawaban Arabella. Gion langsung menutup kaca mobilnya dan melaju kencang meninggalkan Arabella.
"Sial! aku ditinggal lagi! bagiamana caranya aku kembali!" maki Arabella menatap kesal ke arah mobil Gion yang hampir menghilang dari penglihatannya.