IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kebenaran



Livia lalu melepaskan pelukan Steven, lalu memundurkan sedikit tubuhnya kebelakang.


"Ap-apa itu benar? apa kau sudah melukaiku di masa lalu?" tanya Livia dengan suara bergetar. Wajah itu semakin lama semakin terlihat pucat.


"Sayang, itu tidaklah benar!" tegas Steven menatap sendu kearah istrinya.


"Apa kau akan terus mempertahankan kebohongan mu?" tanya Livia lagi menatap dalam kedua mata suaminya.


"Apa benar kau memperkosa mu di masa lalu!!" teriak Livia menatap Steven dengan sorotan mata penuh kebencian.


"Ya aku melakukannya! aku memperkosa mu saat dalam pengaruh alkohol. Untuk pertama kalinya aku mengonsumsi alkohol dengan kadar tinggi akibat penolakan mu. Aku melakukannya bukan semata-mata untuk melampiaskan napsu ku. Aku melakukannya karena aku mencintaimu!" ucap Steven jujur.


"Arghhh!!!" teriak Livia melampiaskan perasaan sesak sedari tadi menghimpit dadanya.


Livia tidak sanggup mendapatkan tekanan kenyataan tiba-tiba seperti itu. Tubuhnya tiba-tiba melemah dan ambruk tak sadarkan diri. Namun dengan sigap Steven menarik pinggang istrinya agar tidak terjatuh ke lantai.


"Seret anak penghianat ini keluar dari penthouse!!" teriak Steven mengendong tubuh istrinya ala bridal style masuk ke dalam kamar.


"Apa anda mau keluar secara baik-baik atau secara paksa?" tanya Robert setelah melihat kepergian tuan dan nona mudanya.


Haykal langsung melangkah keluar menuju pintu keluar.


"Aku tidak akan tinggal diam!" ucap Haykal sebelum berlalu dari sana.


Robert langsung menutup pintu penthouse setelah melihat kepergian Haykal.


"Kemana tuan dan nona?" tanya Jesica menyeritkan dahinya menatap sekilas ke lorong pintu masuk yang sudah kosong.


"Bawa obat itu ke kamar Tuan dan Nona muda!" ucap Robert menenteng belanjaan mereka tadi masuk menuju ruangan tamu.


#


#


Di kamar


Steven langsung membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Ia terdiam sebentar sebelum berlalu melangkah menuju kamar mandi mengenakan pakaiannya.


Tak beberapa lama Steven lalu keluar dari kamar mandi. Namun suara ketukan dari luar kamar mereka mengalihkan atensinya.


Tok tok tok


Steven lalu melangkah menuju pintu keluar kamar


Cklek


"Tuan, ini kotak P3-K nya." ucap Jesica menyodorkan kotak P3-K ke hadapan Steven.


Steven dengan telaten membersihkan sisa-sisa darah yang sudah mengering di dahi istrinya menggunakan alkohol. Ia lalu mengobati luka itu dengan beberapa tetes betadine. Steven lalu menutupi luka di dahi Istrinya dengan plester luka.


Cup


"Maafkan aku Livia." ucap Steven mengecup plester yang menutupi luka di dahi istrinya.


Steven lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Livia sendirian di kamar.


#


#


Cklek


Jesica dan Robert langsung mengalihkan pandangan mereka kearah pintu kamar Steven.


Steven lalu melangkah kearah mereka.


"Apa kalian sudah membeli oleh-oleh pesanan ku?" tanya Steven mendudukkan bokongnya di sofa ruangan tamu.


"Sudah Tuan." ucap mereka bersamaan.


"Apa keadaan nona muda baik-baik saja, Tuan?" celetuk Jesica tiba-tiba bertanya.


"Entahlah. Aku takut Ia benar-benar membenciku, ketika ingatannya kembali nanti." lirih Steven menatap kosong kearah oleh-oleh di depannya.


"Bagaiman dengan pengobatan amnesia disosiatif yang kau lakukan selama 3 hari ini?"


"Sejauh ini, nona bertingkat ceria dan mengekpresikan perasaannya. Ia juga terlihat seperti wanita yang sedang jatuh cinta." ucap Jesica jujur.


Memang selama dalam pantauannya, Livia terlihat sangat bahagia. Ia tidak terlihat seperti orang trauma pada umumnya.


"Namun ada kemungkinan ingatan nona muda akan kembali saat Ia bangun nanti." ujar Jesica menatap serius kearah Steven.


Drettt drettt drettt


Suara panggilan telepon dari ponsel Robert menghentikan pembicaraan mereka.


"Angkatlah!" ucap Steven berdiri dari duduknya.


"Tu-tuan--"


...***Bersambung***...