
"Aku tidak akan menyakitinya Stevi. Karena dia terlalu berharga!" ujar Rinc melihat tindakan waspada Stevi.
Seketika Stevi bisa bernapas lega, namun perkataan Rinc membuat Stevi merasa sangat janggal "Berharga? apa hubungannya dengan Rinc?" pikirnya dalam hati
Rinc lalu bangkit dari atas kasur, dia melangkah menuju kamar mandi. Sedangkan Stevi masih bingung kenapa dia bisa berada disini pikirnya. Perlahan dia melangkah ke arah jendela "Wahh.." gumamnya melihat pemandangan hijau hutan dari atas balkon kamar itu.
Rinc keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih menutup setengah badannya. "Apakah kau menyukainya?" tanya Rinc dengan suara sedikit kuat. Lalu melangkahkan kakinya ke arah lemari kaca besar di samping kamar mandi. Ada sebuah lorong besar yang berisikan segala jenis pakaian, sepatu, aksesoris-aksesoris dengan merek-merek terkenal.
"Ya aku menyukainya" jawab Stevi tanpa melepaskan tatapannya dari pemandangan kawasan hutan itu. Stevi menghirup udara segar di sekitar balkon kamar Mansion itu. Mansion yang dikelilingi pohon-pohon besar merupakan salah satu tempat yang bagus untuk di jadikan tempat camping. Tanpa Stevi sadari Rinc sudah berdiri di belakang punggungnya dengan tubuh yang lebih fresh dan wangi. Melihat Stevi sedang memejamkan kedua matanya membuat Rinc berinisiatif memeluk Stevi dari belakang lalu mengelus lembut perut buncit itu. Stevi yang merasakan sebuah pelukan dan elusan di tubuhnya seketika menegang. Dengan cepat Stevi membuka matanya dan melepaskan pelukan Rinc.
"Apa yang kau lakukan Rinc?" tanya Stevi dengan marah melihat tindakan tidak sopan Rinc.
Rinc yang mendengar kemarahan Stevi seketika melepas pelukannya "Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan" seru Rinc kemudian berlalu dari sana.
Lagi-lagi Stevi merasa bingung dengan perkataan Rinc yang terkesan misterius. Dengan cepat Stevi melangkah mengejar Rinc tanpa sadar kakinya tersandung karpet lantai kamar itu.
Aaaaaaa
Teriak Stevi terjatuh ke lantai "No, Rinc tolong Bayiku" lirihnya dengan meneteskan air mata
Rinc yang mendengar teriakan Stevi seketika panik, Rinc melihat Stevi sudah terbaring di lantai dengan darah mengalir dari selangkangannya.
Dengan cepat dia berlari ke arah Stevi, lalu mengangkatnya ke kasur. "Dave panggilkan dokter ke mansion atas" teriak Rinc dengan wajah panik dan khawatir melihat keadaan Stevi di pelukkanya
Dave yang sedang berjaga di luar pintu kamar seketika langsung menekan interkom panggilan gawat darurat. Tak beberapa lama datang beberapa dokter dan beberapa suster.
"Tuan kami harus segera mengeluarkan bayinya." ujar dokter itu dengan gugup
"Lakukanlah yang terbaik" ujar Rinc khawatir dengan kondisi Stevi dan bayi di dalam kandungannya.
Dokter melakukan operasi di salah satu ruangan khusus di kamar itu. Kamar itu memiliki beberapa ruangan yang diisi dengan beberapa fasilitas yang lengkap. Mulai dari ruangan Bioskop, ruangan GYM, ruangan komputer, dan ruangan kesehatan.
Tak beberapa lama terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan itu
Oek...Oekk..Oekk.
Mendengar suara bayi menangis kencang membuat Rinc meneteskan air matanya "Terima Kasih Tuhan sudah memberikan kesempatan kedua untukku" gumamnya dengan lirih.
Tak beberapa lama seorang dokter keluar dari ruangan kesehatan dengan wajah lelah dokter itu berkata lirih. "Kami sudah melakukan pertolongan pertama dengan maksimal tuan. Tapi nona muda kemungkinan akan mengalami koma! Kita berdoa semoga nona muda bisa cepat melewati masa kritisnya."
"Untuk bayinya berjenis kelamin laki-laki, bayinya lahir dalam keadaan sehat dan sempurna" sambungnya kemudian berlalu dari sana menuju ruangan penelitian Klan King.
...🌷🌷🌷...
...***Bersambung***...
...Jangan cuma ngintip aja readers sekali kali Like, Komen dan Vote dong 🤭...