
"Bukankah harusnya kita memiliki anak kembar? kenapa hanya satu?" tanya Greyson sembari mengangkat tubuh putrinya
Deg
"Darimana kamu tahu?" tanya Stevi. Ia penasaran dari mana suaminya tahu mengenai anak kembar mereka.
"6 tahun lalu, seseorang mengirim foto anak balita kembar di rumput luas." jawab Greyson menatap intens istrinya
"Apakah kakak yang mengirimnya?" batin Stevi bertanya-tanya.
"Kamu hutang penjelasan lagi mengenai kejadian beberapa tahun lalu, Sayang." seru Greyson. Ia mengecup pipi putrinya dengan penuh kasih sayang berkali-kali.
"Alexa, apa Stevenson sudah bangun?" tanya Stevi mengalihkan pertanyaan suaminya. Sedari tadi dia belum melihat wajah datar dan dingin putranya itu.
"Belum, Mom." ujar Alexa bermanja-manja di dekapan Greyson. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher daddy-nya. Greyson tentu saja merasa bahagia dengan tingkah manja putrinya.
Namun di dalam hatinya, Greyson sangat penasaran dengan nama yang baru saja disebutkan istrinya.
"Apa dia salah satu putraku?" batinnya bertanya-tanya.
#
#
Di kamar
Stevenson mengerjapkan matanya berulangkali untuk mengembalikan kesadarannya. Ia menyandarkan punggungnya di atas tempat tidur, lalu mengamati kondisi sekitarnya. "Ternyata sudah sampai." ujarnya sembari beranjak dari atas kasur.
Setibanya di depan pintu, Ia melihat seorang pria remaja melangkah menuju pintu lift. "Apa dia Steven?" gumamnya pelan. Ia terus menatap intens kearah Steven.
Tak beberapa lama, Stevenson mendengar suara panggilan seorang laki-laki yang diyakininya sebagai daddy-nya. Ia menghentikan langkahnya, untuk menguping pembicaraan haru keluargannya.
Stevenson hanya menatap datar drama haru keluarganya, tanpa ada niat melangkah mendekati mereka.
#
#
Bug Bug Bug Bug
Suara pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan terdengar nyaring di ruangan GYM. Ia terus meluapkan semua rasa amarah, kekecewaan dan juga rasa rindu yang setiap waktu melingkupi hatinya. Dia bukanlah tipikal anak manja, namun satu kali ini saja, bolehkah Ia merasakannya, setelah 9 tahun berlalu. Steven juga ingin merasakan bagaimana rasanya dimanjakan oleh mommy yang selama ini di rindukannya. Rasa gengsi dan rasa kecewa terlalu dalam menutupi keinginan itu.
Cklek
Greyson masuk ke dalam ruangan GYM, Ia menatap sendu kearah putranya. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Greyson, sembari melangkah menuju lemari perlengkapan boxing. Ia kemudian menggenakan perlengkapan boxing-nya.
Steven menghiraukan pertanyaan daddy-nya dan terus melanjutkan kegiatannya.
"Mari kita bertarung." ujar Greyson sembari berdiri di hadapan putranya. Ia juga pernah berada di posisi ini saat masih kecil. Jadi dia sudah cukup familiar bagaimana cara putranya meluapkan emosi yang selama ini menghimpit sanubarinya.
#
#
Greyson dan Steven saling berhadapan untuk memulai duel pertarungan mereka. Greyson mulai melemparkan pukulannya ke arah putranya, namun dengan lincah Steven menghindari pukulan daddy-nya.
Pukulan Steven terlihat lebih mendominasi dibandingkan pukulan Greyson. Karena Steven mengeluarkan semua tenaganya untuk mendominasi pertarungan itu. Greyson cukup kewalahan dengan gerakan lincah putranya.
Steven lupa, jika Greyson merupakan salah satu ahli yang lebih tahu, bagaimana tehnik pukulan cepat untuk membuat lawan KO.
"Apa seluruh tenaga mu sudah kau keluarkan?" tanya Greyson tersenyum remeh kepada putranya.
Steven yang mendengar ucapan remeh daddy-nya tanpa sadar mengeluarkan tenaga dalamnya
Dug Dug Dug Dug
Bug Bug Bug Bug
...***Bersambung***...