IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 31



Di luar perusahaan


"Ge! Berhenti! Aku tidak bermaksud berkata seperti itu. Aku hanya tidak mau melanggar amanah dari Papi sebelum ia meninggal!" teriak Albi mencengkram erat pergelangan tangan Gefanny.


"Lepaskan tanganku!" bentak Gefanny dengan suara serak.


"Aku tidak akan melepaskan tangan mu! Kamu harus mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu!" kekeuh Albiano menatap mata sembab Gefanny.


"Aku tidak butuh penjelasan apapun! Karena aku sudah mendengar semuanya!"


"Kau tidak perlu tanggung jawab! Karena aku akan menggugurkan kandungan ku! Dan mulai detik ini lupakan semua rasa cinta yang pernah aku ungkapkan! Aku membenci mu bajingan!" teriak Gefanny dengan kuat menghempaskan genggaman tangan Albiano di pergelangan tangannya hingga terlepas.


Ia melanjutkan langkahnya menuju parkiran dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Ya, Ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu setelah tanpa sengaja mengorbankan nyawanya menolong Albina saat sedang menemani Steven melakukan perjalanan bisnis ke Spanyol. Kebetulan saat itu Haykal juga berniat kembali ke Spanyol setelah beberapa Minggu berada di luar negeri melakukan honeymoon setelah 6 bulan pernikahannya dan istrinya.


Steven membawa serta anak dan istrinya karena sekaligus mereka ingin menghabiskan waktu weekend mereka untuk liburan disana. Saat itu Albiano juga sangat ingin bertemu dengan papinya. Dan Steven tentu saja berinisiatif memboyong keluarga kecilnya ikut serta dalam perjalan itu.


Mungkin karena rekan bisnisnya tidak senang melihat Steven memenangkan tender besar yang selama ini diincarnya. Ia menyewa beberapa pembunuhan bayaran dari dunia bawah tanpa sepengetahuan klan king. Karena mungkin saat itu mereka terlalu bahagia dan tidak terlalu curigai dengan sekitar mereka. Rekan bisnis Steven menyabotase rem mobil yang dikendarai Steven dan keluarganya. Hingga kecelakaan beberapa tahun lalu tidak terelakkan lagi.


Saat Steven membanting setir mobil kearah kanan jalan. Tanpa sadar sebuah mobil ternyata melaju sedikit kencang dari arah berlawanan hingga menyerempet sisi kiri mobilnya.


Dan yang membuat semua orang terkejut dari peristiwa itu. Mobil yang menyerempet sisi mobilnya merupakan mobil yang dikendarai Haykal. Pria itu ternyata tergesa-gesa pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar jika istrinya ditemukan pingsan di kamar mandi. Karena terlalu khawatir, pria itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata.


Saat itu Albiano sedang duduk di pangkuan Albina. Kejadian itu sangat cepat dan pergerakan Steven terasa lambat.


"Arg!" erang Steven dengan suara lemah.


Ia melihat dahi Albina berdarah karena terkena pecahan serpihan kaca. Sementara Albiano langsung terbangun saat mendengar sebuah suara hantaman yang cukup kuat.


BRAK!!!


Di rumah sakit


Seorang wanita muda tersenyum hangat menatap hasil USG di genggaman tangannya. Ia merasa hatinya berdesir melihat satu titik kecil di dalam gambar itu.


"Setelah enam bulan menikah. Akhirnya aku bisa mengandung." gumam wanita itu mengelus perut ratanya.


Setengah jam berlalu. Namun, suami wanita itu tak kunjung datang menjemputnya. Hingga sekelebat bayangan wajah bahagia suaminya seakan muncul di depan matanya. Wanita itu tiba-tiba tersenyum hangat melihat senyuman sang suami.


"Nara..." lirih seorang wanita yang masih mengenakan jas putih kebanggaannya.


"Gaby..." Nara tersenyum hangat menatap rekan kerjanya.


"Haykal.... Haykal kecelakaan saat menuju ke rumah sakit." lirih wanita itu dengan suara lemah.


Deg


"Dan kondisinya sedang kritis." lanjut wanita itu melihat wajah pucat Nara.


"Itu tidak mungkin Gaby! Kamu pasti berbohong!" ketus Nara menahan rasa nyeri di dadanya.


"Maafkan aku Nara. Dan ini adalah kenyataannya. Kamu bisa melihat kondisi Haykal di UGD." ujar Gaby menggenggam tangan bergetar Kim Nara.


Hiks


Hiks


Hiks


Setibanya di UGD. Gaby melihat kedua mertuanya sudah berdiri dengan raut wajah sedih sekaligus cemas di depan pintu UGD.


"Mi, Pi..." lirih Nara dengan suara bergetar.


"Haykal.... Nara Haykal...." lirih ibu Haykal tiba-tiba menangis histeris.


Hiks


Hiks


Hiks


Tak beberapa lama seorang dokter keluar dari ruangan UGD.


"Mohon maaf Tuan. Kami sudah berjuang cukup lama untuk menyelamatkan dokter Haykal. Namun, dokter Haykal sepertinya mengalami benturan cukup serius di kepalanya. Hingga dokter Haykal mengalami pendarahan otak yang cukup serius hingga membuat kami kesulitan menghentikan pendarahannya."


Nara tiba-tiba pingsan mendengar perkataan dokter itu. Ia tidak menyangka dibalik kebahagiaannya. Ia harus menerima berita duka sekaligus. Kehilangan suami yang sangat amat ia cintai.


Pada akhirnya Haykal meninggalkan di usia yang masih muda. Ia meninggalkan seorang istri yang amat sangat mencintainya. Bukan hanya itu, ia harus meninggalkan tanpa tahu jika istrinya sedang mengandung buah hati mereka.


Setelah kepergian Haykal. Kim Nara harus menerima kebencian dari kedua mertuanya. Ia terus-menerus di serang secara verbal. Hingga wanita itu mengalami depresi saat kehamilannya berusia 7 bulan. Hingga puncaknya, wanita itu berniat bunuh diri dengan menyayat nadinya.


"Sayang... Aku tidak kuat menanggung kesakitan ini. Aku ingin membawa anak kita ikut bersamamu. Haykal.... selama bertahun-tahun aku sudah mencintaimu. Namun, saat kita sudah disatukan dalam satu ikatan dan akan segera menjadi orang tua. Ternyata Tuhan kembali memisahkan kita. Aku tidak bisa hidup tanpamu! Karena sebagian jiwaku sudah dibawa mati bersamamu." lirih Kim Nara memejamkan kedua matanya. Ia merasa dunianya gelap setelah kepergian suaminya.


Kedua orang tua Kim Nara yang melihat Kim Nara sudah tergeletak tak bernyawa di kamar mandi langsung membawanya ke rumah sakit. Namun, dokter menyatakan bahwa Kim Nara telah meninggal dalam perjalanan. Bayi yang ternyata berjenis kelamin perempuan yang dikandung wanita itu ternyata masih dapat diselamatkan dan diberi nama Gefanny Harvest lendwonsky.


Keluarga Haykal tidak pernah menerima keberadaan Gefanny. Karena keberadaan gadis itu dianggap pembawa sial oleh keluarga Matthews.


Selama ini Gefanny hanyalah anak yatim piatu yang harus kehilangan orang tuanya sejak lahir. Ia dirawat oleh kedua orang tua dari sang Mama. Meskipun ia mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua Kim Nara. Namun, ia merasa hidupnya masih kosong dan dipenuhi dengan kesepian. Hingga ia jatuh cinta dengan kelembutan dan keramahan seorang pemuda yang bernama Albiano. Gefanny menemukan semua hal yang tidak pernah Ia dapatkan dari kakek neneknya. Ketika orang-orang disekitarnya meneriakinya anak pembawa sial. Maka Albiano datang sebagai pangeran berkuda putih menggenggam tangannya dan memberikan banyak kebahagiaan padanya.


Bertahun-tahun Gefanny memendam perasaannya kepada pemuda itu. Namun, ternyata gadis itu malah di jodohkan dengan sepupu dari pemuda yang dicintainya. Semua itu berawal dari kecelakaan di masa lalu. Steven merasa bersalah dengan kematian Haykal. Hingga pria itu berjanji akan menjaga dan membahagiakan putri Haykal yang masih bayi.


Kedua orang tua Kim Nara meminta sebuah pernikahan kepada pria itu. Ia meminta Gion sebagai cucu mantunya saat Kim Nara berusia 17 tahun nanti.


*Flashback End*


"Argh!! Ge!!" teriak Albiano frustasi menatap mobil yang dikendarai Gefanny semakin menghilang dari pandangannya.


"Jika suatu hari papi memiliki anak kandung . Tolong jaga adik mu dengan baik. Dan papi berharap kau akan menseleksi para pria atau wanita yang mendekatinya." ujar seorang pria bertuksedo warna hitam di depannya. Sebentar lagi pria itu akan menikah dengan wanita pilihan kedua orangtuanya.


"Bagaimana jika suatu hari dia seorang perempuan? Apakah aku boleh menikahinya?" tanya seorang anak laki-laki berwajah polos dengan mata berbinar.


"Papi berharap hubungan kalian hanya sebatas adik kakak saja. Karena papi sudah menganggap mu sebagai putra pertama Papi." ujar pria itu mengelus kepala anak laki-laki itu dengan lembut.


Lamunan Albiano dibuyarkan dengan tepukan tangan Gion.


"Dimana Gefanny? Apa kau akan membiarkannya mengemudi dalam keadaan marah seperti tadi?" tanya Gion sembari mencari-cari mobil Gefanny di sekitar parkiran perusahaan.


"Dia sudah pergi...." lirih Albi dengan suara serak.


"Shi+!!"


Gion langsung berlari kearah mobilnya dan meninggalkan Albi yang masih diam terpaku begitu saja. Ia tahu kondisi Gefanny sedang tidak stabil. Apa lagi wanita itu sedang dalam keadaan hamil di usia yang masih muda.