IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Xavier Amore Rosella Douglas



Haykal membalikkan tubuhnya saat mendengar suara pintu di buka. Ternyata kedua orang tuanya yang masuk ke dalam ruangan rawat putranya.


"Maafkan Haykal sampai melupakan kalian Bun, Yah." ujar Haykal merasa bersalah.


"Kami pernah berada di posisi mu sayang." ujar ibu Haykal memenangkan rasa bersalah putranya.


" Bagaimana keadaan Albi?" tanya ayah Haykal mengalihkan pembicaraan mereka.


"Dia hanya kelelahan." ujar Haykal menatap sekilas ke arah putranya.


"Hari sudah mau gelap, kamu mau pulang sebentar sekalian mengambil pakaian ganti untuk kalian berdua." ujar ibu Haykal mengelus kepala cucunya.


"Kalian akan pulang dengan siapa?" tanya Haykal karena tadi sewaktu berangkat ke mall mereka hanya mengunakan satu mobil.


"Asisten Ayah sudah tiba di depan lobi rumah sakit." potong ayah Haykal menjawab pertanyaan putranya.


"Baiklah...."


"Hati-hati dijalan Bun, Yah" ujar Haykal pelan.


Kedua orangtuanya lalu keluar dari kamar rawat inap Albiano.


#


#


Disisi lain setelah melihat kepergian keluarga Haykal. Alexa bergegas membayar makanannya tanpa menghabiskan makanan yang sudah gadis itu pesan.


Alexa mengemudikan kendaraannya ke lokasi Penthouse yang selama ini ditinggali saudara laki-lakinya. Setibanya disana Alexa me-restart CCTV yang menyala di sekitar area penthouse saudaranya.


"Aman" batinnya mengamati keadaan sekitar penthouse saudaranya.


Alexa kemudian keluar dari mobil sportnya sembari membawa sebuah tas kecil di tangannya. Orang-orang di penthouse itu tentu saja sudah mengenalinya, karena beberapa kali Alexa sudah pernah berkunjung kesana.


Alexa melewati ruangan penjaga di depan lobi bangunan itu.


Setibanya di depan pintu penthouse saudaranya, Alexa memasukkan beberapa pin sandi agar bisa masuk ke dalam.


Cklekk


Alexa bernapas lega melihat pintu penthouse langsung terbuka. Gadis itu langsung berlari ke kamar Steven mencari apa yang ingin Ia cari. Alexa memasukkan beberapa helai rambut ke dalam kantung plastik klip ukuran 10x7. Tak hanya itu Alexa juga berjalan ke kamar mandi mencari-cari sikat gigi Steven untuk mendapatkan hasil yang bisa mengobati rasa penasarannya. Alexa lalu memasukkan kedua benda itu ke dalam tas kecil yang Ia bawa tadi.


Alexa mengemudikan mobil sportnya menuju lokasi apartemen Stevenson.


#


#


Di dalam apartemen Stevenson


Alexa juga melakukan hal yang sama agar bisa masuk ke dalam apartemen saudaranya. Ia memasukkan sandi setelah me-restart CCTV dan keamanan apartemen itu.


Alexa lalu melangkah menuju kamar Stevenson mencari-cari helai rambut yang mungkin tertinggal di atas tempat tidur.


"Apa mereka habis bercinta?"


"Mengapa kamar ini terlihat sudah rapi seperti tidak ada orang yang menempatinya." dengus Alexa menatap tempat tidur Stevenson.


Alexa lalu melangkah menuju meja rias yang ada di kamar saudaranya. Ia mencari-cari sisir yang biasa digunakan Stevenson.


Alexa bernapas lega setelah kurang lebih 10 menit mencari sisir itu.


"Hah...."


"Akhirnya aku menemukanmu juga." ujarnya mengambil beberapa helai rambut Stevenson yang tersangkut di sisir itu. Alexa lalu memasukkan helai rambut itu ke dalam plastik klip ukuran 10x7.


Saat akan membalikkan tubuhnya, sebuah pot bunga mawar putih mini menarik perhatian Alexa. Pot itu terlihat sedikit lembab.


"Xavier Amore Rosella Douglas" batin Alexa membaca ukiran di pinggir pot itu.


"Daddy mencintaimu" sambung Alexa membalikkan pot itu.


Alexa lalu keluar lagi dari kamar Stevenson setelah memastikan keadaan diluar aman. Ia melangkah keluar seperti penghuni apartemen biasanya. Lagian penjaga di depan juga pernah melihat wajah Alexa datang ke apartemen Stevenson.


Setibanya di parkiran Alexa terdiam lama menatap kedua plastik klip berisi rambut kedua saudaranya.


"Sepertinya aku juga memerlukan helai rambut Daddy." monolog Alexa pelan.


"Tapi masak iya Daddy yang bucin gitu bisa selingkuh?" dengusnya menghapus pikiran anehnya.


...***Bersambung***...