IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Steven dan Stevenson



"Stop!!" teriak seseorang mengentikan pukulan brutal yang di layangkan Steven.


"Apa kau mau membunuh daddy mu?" tanya Stevi menatap putranya. Tanpa Stevi sadari nada bicaranya membuat Steven salah paham.


Stevi benar-bena tidak percaya jika putranya akan memukul suaminya dengan brutal seperti yang dilihatnya barusan. Bagaimana mungkin putranya bisa sekuat itu di usianya yang masih terbilang cukup muda pikirnya.


"Ayolah sayang.... Ini hanya duel biasa." seru Greyson menyembunyikan rasa sakitnya. Ia tadi cukup terkejut dengan gerakan cepat putranya. Gerakan itu terlihat seperti gerakan lincah seekor rubah. Dia cukup bangga dengan kemampuan putra pertamanya.


"Kemajuan yang signifikan." batinnya


"Sorry, Dad." seru Steven. Ia kemudian berlalu dari ruangan itu setelah melepaskan perlengkapan boxing yang terpasang di tangan dan kakinya.


"Steven...." lirih Stevi. Ia merasa bersalah, karena tanpa sadar berteriak dan marah kepada putranya.


"Sudahlah.... Aku yang akan bicara empat mata dengan putra kita. Hem...." ujar Greyson mencoba memenangkan rasa bersalah di hati istrinya.


Sebenarnya Greyson benar-benar tidak menduga, jika istrinya akan datang dan masuk ke kamar Steven.


"Baiklah.... Ayo kita obati lukamu." seru Stevi menarik tangan Greyson untuk berdiri dari duduknya.


#


#


Malam hari


Steven melewatkan makan malamnya, Ia kemudian melangkah menuju hutan cruel ghost forest. Tanpa Ia sadari, seorang anak laki-laki juga mengikuti langkahnya.


Di hutan


Steven memantau hewan buruannya dari atas pohon tinggi. Keistimewaan yang dimilikinya membuatnya mampu menembus gelapnya malam.


Srek srek srek


Suara seretan langkah kaki dari jarak jauh cukup mengusik pendengaran tajamnya.


#


#


Sementara Stevenson mencari-cari keberadaan saudaranya. Dia cukup penasaran dengan apa yang saudaranya lakukan malam-malam begini, dan masuk ke dalam hutan yang sangat gelap. Dia sedari tadi merasakan ada aura kuat di sekitarnya.


Syuuuut tak


"Wow.... Kau cukup lincah juga bocah!" ujar Steven melompat menuruni pohon


"Tentu.... Aku juga memilih sesuatu yang kau miliki." ujar Stevenson menyombongkan diri.


"Cih.... Apa yang dilakukan bocah sepertimu di hutan gelap ini." ujar Steven menatap tajam bola mata biru Stevenson.


"Tentu saja mengikuti mu." jujur Stevenson sembari meneliti wajah tampan saudaranya.


"Untuk apa kau mengikuti ku?" tanya Steven menatap datar Stevenson


"Memastikan sesuatu." ujarnya sembari melihat-lihat sekelilingnya.


"Apa yang kau lakukan malam-malam begini disini?" tanya Stevenson mengamati raut wajah sedih saudaranya.


"Berburu." singkat Steven


"Wow.... Hebat."decak Stevenson. Ia cukup kagum dengan keberanian saudaranya.


"Aku melihat kesedihan di bola matamu." sambung Stevenson menghentikan ekspresi kagumnya.


"Siapa namamu?" tanya Stevenson ketika tidak mendapati respon saudaranya. Ia menjulurkan tangan kanannya ke hadapan Steven.


"Steven." singkat Steven tanpa menyambut uluran tangan Stevenson


"Wow.... Nama kita ternyata hampir sama." ucap Stevenson. Ia cukup terkejut mendengar nama yang di sebutkan saudaranya.


"Emang namamu siapa?" ujar Steven menaikan sebelah alisnya. Ia cukup penasaran dengan ucapan bocah di depannya.


"Stevenson Neymar Lorens." ucapnya penuh percaya diri.


Deg


Steven cukup terkejut mendengar nama bocah laki-laki yang ada di depannya "Apa dia anak mommy dengan pria lain?" batinnya bertanya-tanya. Raut wajahnya berubah menjadi muram, aura di sekitar mereka berubah menjadi mencekam.


...***Bersambung***...


...Udah Crazy Up 😁 Maaf Author Lama Up ✌️...


... Soalnya Ada Kesibukan😄 Tetap Support Karya Author ❤️ Jangan lupa singgah ke karya satu lagi ya😁 ...