
Setibanya di mansion belakang, Rain memerintahkan putranya menemui Greyson. Paskal menuruti perkataan Papanya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." sahut Greyson dari dalam.
"Permisi, Tuan."
"Apa Anda mencari saya?" tanya Paskal sedikit menunduk.
"Iya, aku ingin kau melamar putriku nanti setelah acara pertama selesai." ujar Greyson berdiri dari duduknya. Pria setengah baya itu sudah terlihat rapi, dan jas hitam membalut tubuhnya.
"Ini cincin lamaran yang sudah ku siapkan untuk kalian. Jika putriku menerima mu, maka rencanaku benar-benar berjalan lancar."
"Aku tahu kau menyukai putriku. Jaga dia seperti aku menjaganya. Jangan pernah membuatnya kecewa dan terluka." sambung Greyson tersenyum hangat.
"Aku tahu kau pria baik. Jika kau bisa menguasai raga dan jiwamu. Maka jiwa Paskal yang akan tumbuh sepenuhnya di dalam raga mu." ucap Greyson terkesan ambigu.
"Apa ini ada keterkaitannya dengan perkataan Nona Alexa tadi di luar goa?" ucap Paskal dalam hati.
"Hanya itu yang ingin ku sampaikan padamu. Selebihnya kuserahkan padamu. Aku mempercayakan putriku kepadamu." tutur Greyson lagi.
"Mengapa harus saya, Tuan? apa saya bisa dipercaya menjaga Nona muda keluarga Douglas. Mungkin saja di masa depan Nona Alexa yang akan menjaga saya. Saya hanya lah anak polos yang belum tahu apa-apa." ucap Paskal dengan lirih. Ia masih ingat jelas dengan obrolan Alexa dan Greyson.
"Apa kau mendengar obrolan kami sebelumnya?" tanya Greyson menatap Paskal.
"Ya, saya mendengarnya."kata Paskal dengan jujur.
"Suatu hari kau akan mengerti segalanya. Terkadang apa yang keluar dari mulut, belum tentu itu yang keluar dari isi hati seseorang." ucap Greyson menatap kosong keluar jendela.
"Keturunan Douglas terlalu gengsi mengakui perasaannya." sambung Greyson.
"Aku tahu ada keraguan di hartimu. Tapi aku yakin, suatu hari nanti kau pasti memanggilku dengan panggilan Daddy." sambung Greyson dalam hati.
Paskal mengangguk kepalanya mendengar perkataan Greyson. Ia langsung berlalu keluar dari ruangan kerja Greyson. Alexa langsung keluar dari tempat persembunyiannya. Ia sedari tadi sudah mendengar obrolan Paskal dan Daddynya.
"Keluarlah! Daddy tahu kamu ada disini." ujar Greyson tersenyum tipis.
Alexa tidak bisa berkutik sama sekali mendengar perkataan Daddynya. Ia melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Daddynya.
"Dad, Alexa--"
"Daddy tidak butuh penjelasanmu Alexa. Daddy tidak akan memaksamu mau menerima lamaran Paskal atau tidak. Ikuti kata hatimu, jika kamu mencintai pria lain. Maka Daddy minta jangan putra dari pria itu."
Alexa tahu apa maksud dari ucapan Greyson. Karena ucapan Greyson menjurus kepada Haykal.
"Dad, tapi bagaimana bisa Alexa dinikahkan dengan anak kecil seperti itu. Dia juga memiliki dua jiwa." sela Alexa.
"Jadi pria itu sudah dewasa? Daddy tahu, kamu sering bertemu dengan putra pria itu. Meskipun pertemuan itu tanpa di sengaja. Tapi Daddy tahu mana yang terbaik untuk putra-putri Daddy. Cukup Stevenson yang melakukannya! tidak dengan kamu." ucap Greyson dengan tegas.
"Daddy serahkan pilihanmu ke dalam tanganmu. Jangan sampai salah pilih pasangan. Karena menurut Daddy lebih baik dicintai dari pada mencintai. Jika kamu lebih memilih pria yang kamu cintai, belum tentu kamu dijadikan ratu di istananya. Namun jika kamu menerima cinta dari pria yang tulus mencintaimu, tentu saja.... kamu akan dijadikan ratu di istananya." tutur Greyson menatap dalam wajah putrinya.
"Waktu bisa mendewasakan seseorang, Nak. Tapi cinta kalau digantung-gantung terus bisa saja pudar seiring berjalannya waktu."
"Jangan sampai kamu menyesal." pesan Greyson
"Lebih baik kamu bersiap-siap. Kenakan salah satu gaun dari dua gaun yang ada di tempat tidur di kamar mu." sambung Greyson berlalu dari sana.
Greyson tahu, Haykal dan Alexa sudah bertemu beberapa kali di rumah sakit dan tempat lain. Karena sebelum memulai rencananya, Greyson sudah menyelidiki semuanya.
Greyson takut kalau sebenarnya ayah Haykal mengenal Alexa. Karena wajah Greyson dan Alexa memiliki kemiripan. Belum lagi wajah Albiano yang sangat identik dengan wajah kedua putra Greyson.
Greyson takut semua ini karena ada udang di balik bakwan. Eh salah maksud author ada udang dibalik batu.
...***Bersambung***...