IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Dua



Disisi Alexa sebelumnya


Saat Alexa sudah tidur pulas masuk ke dalam mimpi, suara perempuan terdengar memanggil-manggil nama Alexa berulangkali. Perempuan itu, memanggil nama Alexa dengan nada suara bergetar seperti seseorang yang sedang menahan tangisnya.


"Alexa...."


"Alexa...."


"Alexa...."


"Bangunlah,.Alexa...."


"Bolehkah aku memeluknya untuk terakhir kalinya?" suara perempuan itu terdengar jelas di telinga Alexa.


"Alexa... aku ingin memeluknya untuk terakhir kalinya. Mungkin suatu hari nanti, namaku akan terhapus permanen dari hatinya."


Hiks


Hiks


Hiks


Alexa melihat dari kejauhan seorang perempuan berambut panjang, menutup kedua matanya. Hanya suara tangisnya yang bisa Alexa dengar, tidak dengan wajahnya.


"Hey! siapa kamu?" tanya Alexa melangkah mendekati perempuan itu.


Perempuan itu menghentikan tangisnya mendengar suara Alexa. Mata perempuan itu menatap sendu ke arahnya.


"Alexa...."


Alexa terkejut mendengar perempuan itu memanggil namanya. ia tidak menyangka perempuan itu bisa mengenalnya.


"Apa kau mengenalku?"


"Aku ada di dalam kalung yang melingkar di leher mu."


"Kalung?"


Alexa menurunkan pandangannya kearah kalung yang melingkar di lehernya. Ia melihat kalung itu beberapa saat, sebelum kembali menatap perempuan itu.


"Ada apa dengan kalung ini? mengapa kau ada di dalam kalung ini?"


Alexa mengamati wajah perempuan itu dengan seksama. "Aku merasa kalung itu menarik arwahku masuk ke dalam sana." tukas perempuan itu menatap kearah langit.


"Bagaimana bisa?" celetuk Alexa seakan tidak percaya.


"Saat kau terbangun nanti, lepaskan kalung itu Alexa. Maka kau akan tahu, bagaimana perasaan mu kepada pemuda itu." kata perempuan itu mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Tiba-tiba perempuan itu sudah berdiri di depan wajahnya. Air mata perempuan itu tiba-tiba berubah menjadi darah.


"Aku sudah membunuh pemilik kalung itu! jadi hanya aku yang bisa menguasainya! aku akan mengendalikan tubuh dan jiwamu!" bisiknya masuk ke dalam tubuh Alexa.


"Ha!!!!"


Suara teriakan histeris mengema di tempat sepi itu.


Tidak jauh beda dengan Paskal, kedua mata pria itu tiba-tiba terbuka lebar. Manik mata pemuda itu tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah.


"Sebentar lagi.... sebentar lagi aku akan bebas...."


"Hahahaha...."


Paskal tertawa terbahak-bahak menatap sekelilingnya.


"Sepertinya terlahir menjadi manusia akan lebih menyenangkan." kata Paskal mengalihkan pandangannya menatap Alexa. Ia mengamati tubuh polos gadis itu dengan seksama.


"Santapan nikmat seperti apa lagi yang akan kau tolak?" timpal Paskal tersenyum menyeringai.


Paskal mengamati wajah Alexa dengan seksama. "Mengapa gadis ini akhir-akhir ini terlihat semakin cantik."


"Buah melon kesukaan para pria." celetuknya tertawa cekikikan membekap mulutnya.


"Mengapa otakku berubah menjadi mesum begini?"


Paskal menepuk jidatnya dan langsung memalingkan wajahnya kesamping. Tanpa mengalihkan pandangannya, Paskal menarik pelan selimut menutupi tubuh Alexa. Namun, pemuda itu terkejut ketika melihat Alexa terbangun.


Paskal langsung mengalihkan pandangannya kesamping. Ia melihat kedua manik mata Alexa menatap kosong ke depan.


"Ryo...."


Hanya satu kata itu yang terucap dari bibir Alexa.


Deg


Paskal langsung menatap dalam mata Alexa, "Arianna..." lirih Paskal menatap kedua mata Alexa.


"Ryo Miura.... aku merindukanmu! sangat merindukan mu!"


Alexa tiba-tiba mendekap tubuh pemuda itu.


...***Bersambung***...