IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
SEASON 2 ITS YOUR BABY



Steven Gerrard Lorens menginjak usia 11 tahun



Baby Stevenson Neymar Lorens & Alexandria belle Lorens



Visual Mereka saat berusia 8 tahun



Visual Sherina Meyer Lendsky



...****************...


Di depan sebuah rumah sederhana terdengar suara teriakan seorang anak perempuan "Ney.... Come on!!" teriak Sherin kepada Stevenson yang sedari tadi hanya diam, duduk di sebuah kursi dengan sepasang earphone di kedua telinganya.


"Come on, Sherin!. Steven tidak akan mendengar apa yang kau ucapakan, dan panggil dia Steven!." tegas Alexa menatap malas ke arah Sherin


"Ayolah, Alexa. Itu nama panggilan spesial ku, untuk pangeran kutub ku!" ujar Sherin. Ia menatap hangat kearah Stevenson, yang juga sedang menatapnya.


"Tidakkah kau merasa bahagia, jika aku menjadi kakak ipar mu di masa depan?. Kita bisa bermain sepuasnya setiap hari ketika kita dewasa nanti." sambung Sherin. Tanpa paham betul, dengan apa yang Ia ucapkan.


"Apa kau benar-benar menyukai saudaraku?. Apa kau tidak akan bosan melihat wajah datarnya?" tanya Alexa dengan serius, menatap aneh ekspresi berbinar yang di perlihatkan Sherin.


"Tentu...." ucap Sherin singkat. Tumbuh bersama, tinggal di rumah yang sama, membuatnya kagum dan terpesona dengan pria seperti Stevenson.


"Baiklah.... Aku akan membantumu menjadi pasangannya di masa depan. Tapi.... Saat kita sudah dewasa nanti!" tegas Alexa. Ia menatap sayang kepada sahabat kecil-nya.


"Janji...." lirih Sherin penuh harapan


"Tentu saja. Kau adalah sahabatku, akan selalu menjadi sahabatku dan calon kakak ipar ku di masa depan!" ujar Alexa tersenyum hangat menatap ekspresi mengemaskan Sherin.


#


#


note :-- Bab 90


#


#


"Sekarang ingatanmu sudah kembali. Apa kau akan terus berada disini?. Apa kau tidak merindukan putra pertamamu, Stevi?" sambung Denada membuyarkan lamunan Stevi.


"Aku akan kembali, jika kau sudah menemukan kebahagiaan mu!" tandas Stevi tanpa mengalihkan pandangannya


"Mungkin ini karma untukku, Stevi!. Sudahlah tidak perlu mengingat masa lalu." lirih Dena menatap sedih ke arah putrinya. Sudah sembilan tahun berlalu tapi meyer belum juga ditemukan.


"Aku sangat bersyukur, kau masih mau memaafkan ku!" sambung Dena tersenyum hangat menatap Stevi dari samping.


"Semua sudah berlalu Dena!. Sekarang kita hanya perlu berjalan dan melihat ke depan. Karena waktu tidak akan bisa di putar kembali." ujar Stevi mengalihkan pandangannya ke samping. Ia menatap sendu kearah sepasang mata berwarna biru langit Denada.


"Kalau begitu.... Kembalilah, Stevi." ujar Dena penuh harapan "Aku ingin rasa bersalah di hatiku semakin berkurang. Aku tidak ingin suamimu dan anakmu memupuk dendam di hatinya, kepada keluargaku di masa depan." ucap Dena menatap nanar ke atas langit biru. Dena tahu betul bagaimana karakter iblis yang tumbuh subur pada keturunan Douglas.


"Kembalilah, Stevi." ujar Dena lagi penuh harapan


"Sudah waktunya kalian bahagia." sambungnya


"Apa kalian akan baik-baik saja, jika kami kembali?" tanya Stevi menatap Dena dengan serius.


"Kami akan baik-baik saja." ucap Dena penuh keyakinan


"Baiklah kami akan kembali." pasrah Stevi


Dia juga ingin bertemu dengan putra pertamanya. Setiap malam disaat semua orang sudah tidur lelap, dia akan menangis tersedu-sedu dibawah bulan purnama. Dia menumpahkan rasa sesak, rasa bersalah, sekaligus rasa rindu yang menumpuk di hatinya.


Setahun yang lalu, ingatan Stevi pulih kembali setelah 8 tahun hilang ingatan. Setelah ingatan itu kembali, Stevi bukannya merasa lega, tapi Ia juga mengalami trauma akan peristiwa itu, hingga psikis nya terganggu. Peristiwa itu terus-menerus berputar dan menghantui pikirannya.


#


#


Di sebuah mansion besar, seorang remaja laki-laki sedangkan termenung menatap lurus ke dalam kandang cheetah favorit daddy-nya, "Apa kau lapar?" tanya pria remaja itu menatap hewan kesayangan daddy nya.


...***Bersambung***...


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤️...