IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Sabarnya Paskal



Alexa terlihat sudah berdiri di depan Paskal dengan wajah sembab.


"Lah, kok nangis sih. Jangan cengeng gini dong. Aku juga kan punya kesibukan kuliah untuk mengejar cita-cita aku. Semua aku lakukan untuk keluarga kita di masa depan." ujar Paskal mendekap tubuh bergetar istrinya.


"Kamu akhir-akhir ini kenapa suka nangis enggak jelas gini? apa aku punya salah? Hem? jangan di pendam. Kalau kamu mau marah, marah saja sama aku. Jangan nangis tiba-tiba dengan alasan tidak jelas seperti ini."


Paskal melepas pelukannya dan sedikit membungkukkan.


"Anak Papa rindu sama Papa iya? mau Papa elus gini iya?" ujar Paskal mengelus perut istrinya yang mulai buncit.


"Maafkan Papa lama pulang ya. Soalnya Papa juga harus kuliah menuntut ilmu. Agar masa depan Papa ikut cerah seperti masa depan Mama." kata Paskal mengecup perut Alexa dengan sangat lama.


"Jangan nakal di perut Mama. Kasihan Mama nangis terus." kelakar Paskal sedikit mengejek istrinya.


"Tapi Bohong." tambah Pakal ketika melihat wajah cemberut istrinya.


"Apa kamu belum lapar? Mama bilang kamu belum makan."


"Aku belum lapar, karena aku mengantuk." sahut Alexa masih dengan wajah cemberut.


"Apa kamu mau makan jajanan yang tadi aku beli? aku membeli beberapa jenis makan di tengah jalan tadi. Kamu bisa mencicipinya." ujar Paskal mengelus pipi cabi istrinya.


Alexa menganggukkan kepalanya menurut perkataan suaminya. Mereka melangkah menuju ruang tamu dengan bergandengan tangan.


"Kamu makan dulu ya. Aku mau mandi terlebih dahulu." kata Paskal meminta persetujuan istrinya.


"Aku belum menyiapkan pakaian ganti untuk kamu." kata Alexa ingin ikut ke kamar bersama Paskal.


"Tidak usah. Kamu makan saja jajanan itu, Aku bisa menyiapkannya." sela Paskal tersenyum tipis.


Cup


"Makan saja sampai belepotan kek gitu." ujar Paskal mencuri sebuah kecupan dari istrinya.


"Bilang aja mau mencuri kesempatan." ujar Alexa mendengus kesal melihat suaminya tersenyum puas.


"Udah sana mandi." usir Alexa terus mengunyah jajanan yang dibeli suaminya. Ia benar-benar tidak peduli jika berat badannya bakal naik.


Cup


"Aku tinggal dulu." ujar Paskal langsung lari terbirit-birit sebelum mendapatkan amukan dari Alexa. Sementara Alexa tersenyum geli melihat tingkah suaminya.


Ia sangat bahagia bisa memiliki suami seperti Paskal. Setiap malam Alexa akan membangunkan Paskal hanya untuk mengelus perutnya. Sepertinya bayi mereka akan sangat manja kepada Paskal ketika sudah lahir nanti.


Sejam kemudian, Wajah Paskal sudah terlihat sangat segar. Tidak ada lagi raut wajah kelelahan di wajah tampan itu.


"Ayo kita makan, Mama sudah menyiapkan beberapa menu makan malam khas Indonesia untuk kita." ujar Theresia menghampiri menantu dan putranya.


Alexa dan Paskal langsung melangkah menuju ruang makan. Keberadaan Theresia cukup membantu Paskal menghadapi tingkah berubah-ubah Alexa.


"Apa Papa tidak datang berkunjung kemari menjenguk Mama?" tanya Paskal sembari menyuapi istrinya.


"Tidak, seperti Papa mu sedang mendapatkan tugas rahasia dari mertua mu." ujar Theresia tersenyum hangat.


"Bagaimana dengan kuliahmu? apa semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Theresia menatap putranya dengan serius.


"Semuanya lancar, Ma." sahut Paskal tersenyum hangat.


"Jangan macam-macam kalau sudah memiliki istri. Apa lagi sekarang istri kamu sedang mengandung, lebih baik jaga jarak dengan lawan jenis. Karena itu tidak baik. Mama percaya kepadamu namun tidak dengan yang lain." kata Theresia menasehati putranya.


"Aku tidak akan melakukan hal yang bisa membuat keluargaku hancur, Ma." sahut Paskal. Ia bingung kenapa semua orang seakan tidak percaya dengan kejujurannya. Ia benar-benar tidak mungkin menghancurkan impian yang selama ini ingin dia capai. Yaitu memiliki keluarga bahagia dengan Alexa.


"Mama cuma mengingatkan sayang. Kita tidak pernah tahu bagaimana isi hati seseorang. Bisa saja mereka berpura-pura baik di depan kamu, tahu-tahu nya menusuk kamu dari belakang."ujar Theresia.


"Iya.... iya, Ma. Aku akan mengingat nasehat dari Mama." sahut Paskal pada akhirnya. Ia tahu Mama nya memiliki feeling yang kuat.


...***Bersambung***...