IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kedatangan Sherina dan Stevenson



Keesokan harinya


Stevenson dan Sherina langsung bertandang ke apartemen Alexa, setelah mendengar kabar kehamilan Alexa. Greyson dan Stevi sangat bahagia mendengar kabar kehamilan putri mereka. Akan bertambah lagi dua cucu di keluarga mereka. Otomatis anggota yang tinggal di mansion klan king akan semakin rame.


"Halo sahabat ku." Sherina memeluk tubuh Alexa sedikit lama.


"Selamat, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu. Aku berharap keluarga kalian selalu damai dan sejahtera."


"Terima kasih Sherina, aku juga mengharapkan hal yang sama dengan keluarga kalian. Aku juga tidak sabar mendengar kabar bahagia dari kalian." ujar Alexa tersenyum kecil.


"Doakan saja. Semoga harapan dan doa itu segera terkabul." ujar Sherina tersenyum tipis.


"Oh iya....aku membawakan beberapa jenis buah untukmu. Semoga kau menyukainya." tutur Sherina.


Sherina melepaskan pelukannya dan berganti kini Stevenson yang memeluk saudari kembarnya.


"Selamat, Alexa. Sebentar lagi keluarga kalian akan memiliki anggota baru. Aku berharap keluarga kalian bahagia."


"Aku juga mengharapkan hal yang sama untuk keluarga kalian." sahut Alexa membalas dekapan saudaranya.


Alexa bisa melihat tatapan tak senang di wajah Paskal. Wajah pria itu juga sudah memerah karena menahan perasaan cemburu.


"Tuan muda, kalau pelukannya jangan lama-lama dong." ujar Paskal mengingatkan.


Alexa terkejut mendengar ujaran suaminya, sementara Sherina dan Stevenson tersenyum lebar mendengar ujaran Paskal.


"Sepertinya pawang mu mulai posesif." ujar Stevenson melepaskan pelukannya.


Alexa tersipu malu mendengar ucapan saudara kembarnya.


"A-pa sih." ujar Alexa memukul pelan bahu saudaranya.


"Aah.... sekarang baru aku paham. Ternyata seorang Alexa juga bisa tersipu malu." ejek Stevenson berusaha menahan tawanya, ketika melihat wajah tak bisa saudarinya.


"Posesif karena cinta tidak apa-apa, Tuan muda." sela Paskal cemberut.


"Cih! apa kau menganggap ku kakak ipar mu sekarang?atau kau mau kembali menjadi anggota klan king?" tanya Stevenson menaikkan sebelah alisnya.


"Tidak, aku sekarang dan selamanya akan menjadi adik iparmu."kata Paskal dengan cepat.


"Kakak ipar! panggil aku kakak ipar mulai dari sekarang!" seru Stevenson.


"Baiklah kakak ipar." Paskal pada akhirnya menuruti perkataan Stevenson.


Mereka duduk di ruang tamu sembari mengobrol selama 2 jam. Setelah itu Stevenson dan Sherina memutuskan kembali ke apartemen yang mereka tinggali.


"Sayang, apa kamu mau makan sesuatu?" tanya Paskal mengelus perut Alexa.


"Tidak, aku hanya ingin kamu terus mengelus perutku hingga aku tertidur.


"Baiklah."


cup


"My wife."


"My wife?" monolog Alexa dalam hati.


Alexa semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Rasa ngantuk tiba-tiba terasa mulai berat menimpanya.


"Sayang, besok aku mau mengecek lokasi kampus yang disarankan Papa. Apa kamu mau ikut bersamaku?" tanya Paskal.


"Hem...." hanya kalimat itu yang terdengar.


#


#


Keesokan harinya


Alexa terbangun pagi-pagi sekali menyiapkan pakaian untuk suaminya. Sementara Paskal masih ada di kamar mandi. Alexa juga sudah membuatkan roti gandum isi selai dengan segelas susu untuk sarapan mereka.


"Sayang, apa kamu masih lama mandinya?" tanya Alexa sedikit teriak.


Alih-alih menjawab pertanyaan istrinya, Paskal malah bertanya kembali. "Apa kamu mau kita mandi bersama?"


"Enggak, aku mau mandi sendiri." sahut Alexa dengan cepat. Entah kenapa mendengar pertanyaan suaminya seperti itu membuat pikirannya langsung traveling.


Cklek


Wajah Paskal terlihat sangat tampan dengan rambut basah seperti itu. Wajah segar itu tiba-tiba bersinar terang di kedua mata Alexa.


"Sayang, apa kamu akan terus diam seperti itu. Aku sudah selesai mandi. Sekarang giliran kamu yang mandi." ujar Paskal tiba-tiba sudah berdiri di depan Alexa.


Cup


"Morning kiss." sambung Paskal mengecup bibir Alexa.


Alexa lagi-lagi tersipu malu mendapatkan kecupan selamat pagi dari suaminya.


"Udah sana mandi. Nanti aku telat loh. Kita sarapan sama-sama saja." ujar Paskal lagi.


"Hem. Pakaian kamu ada di atas tempat tidur." seru Alexa, kemudian melangkah menuju kamar mandi.


Sejam kemudian


Alexa dan Paskal sudah berdiri di depan gedung sebuah kampus ternama. Kampus itu merupakan kampus tempat Alexa menempuh pendidikan.


Banyak pasang mata yang terpesona melihat ketampanan dan kecantikan Alexa. Apa lagi saat mereka melihat kulit putih bersih Alexa.


Paskal tidak memperdulikan tatapan orang-orang. Pria itu hanya fokus dengan jalan yang mereka lalui sembari merangkul pinggang istrinya.


Seorang wanita berpakaian seksi terlihat berjalan dari arah yang berlawanan. Tanpa sengaja wanita itu menubruk pelan bahu Paskal, karena terlalu sibuk dengan ponsel di genggamnya.


"Ma-maafkan saya." ujar wanita itu tiba-tiba terpaku saat melihat wajah Paskal.


Wanita itu menatap dalam wajah pria itu, hingga perkataan Alexa memutuskan tatapnya.


"Hey! apa kau tidak bisa memperhatikan jalanmu? mengapa kau menatap suamiku dengan begitu lama? apa kau tidak takut matamu itu ku colok dan ku keluarkan dari tempatnya!" maki Alexa. Wanita itu benar-benar cemburu melihat wanita itu menatap suaminya dengan tatapan memuja dan tatapan yang begitu dalam.