
"Tapi sebelum itu. Aku ingin pria ini merasakan bagaimana rasanya ukiran kreatif di kulit punggungnya disiram dengan air yang ada di ember itu." sambung Greyson dengan suara dingin.
"Rain! embernya!" ujar Greyson
Rain langsung mengangkat ember yang tadi Ia bawa, lalu meletakkannya di samping kaki Greyson.
Greyson mengambil satu gayung jeruk nipis peras itu, lalu menyiramkannya ke punggung Teo. Seketika itu juga suara teriakan kesakitan memenuhi ruangan itu.
"Arghhhhhhhh!!!"
"Sakit!!! Perih!!!" teriak Teo.
Keringat sebiji kacang tanah membanjiri dahinya. Ia merasa punggungnya seperti ditusuk-tusuk oleh ribuan jarum.
Ketiga wajah anak buah Teo semakin ketakutan mendengar teriakan kesakitan bos-nya. Mereka tidak tahu mau melakukan apa dengan keadaan kaki dan tangan diikat.
"Apa kau tidak akan mengaku juga? sebelum kami membagi-bagi tubuhmu menjadi beberapa bagian. Kebetulan cheetah kesayangan ku belum makan." tawar Greyson mencoba membuat pria itu buka mulut. Namun Teo tetap kekeh bungkam tak mau mengatakan siapa yang menyuruh mereka berempat.
"Aku tidak akan melakukannya! aku sudah bersumpah setia sampai mati kepadanya!!" teriak Teo dengan suara bergetar menahan perih, ngilu, dan sakit di punggungnya. Ia merasa sakit di punggungnya seperti seseorang sedang mencabut tulang rusuknya satu persatu keluar dari kulitnya.
"Baiklah! kalau ini keputusan terakhir mu, maka aku tidak akan segan-segan membunuhmu! untuk apa aku berpikir dua kali lagi membunuh gangster kecil seperti mu!" ucap Greyson menusukkan besi panas itu menembus jantung Teo.
"Potong-potong tubuhnya menjadi beberapa bagian! dan berikan ke cheetah kesayangan ku!" perintah Greyson melangkah keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana dengan ketiga penyusub ini Tuan?" tanya Jack menatap ketiga pria itu bergantian.
"Tembak kepalanya dan keluarkan isi otaknya, kalau mereka tetap bungkam seribu bahasa. Aku akan mempertimbangkan keselamatan mereka. Kalau mereka memiliki sedikit petunjuk mengenai orang yang memerintahkan mereka memata-matai mansion klan king." sambung Greyson sebelum kembali melanjutkan langkahnya.
Rain dan Jack saling menatap satu sama lain mendengar perkataan Greyson. Mereka lalu memotong tubuh menjadi beberapa bagian dan memasukkannya ke dalam ember.
"Biarkan cheetah kesayangan Tuan sekali-sekali teler." celetuk Jack membersihkan sisa-sisa darah Teo di atas meja.
"Untuk kalian bertiga, sebaiknya ingat-ingat dulu. Siapa yang menyuruh kalian mengawasi gerak-gerik orang-orang yang tinggal di mansion klan king! sebelum kalian mati disiksa seperti pria ini!!" ucap Jack memberikan peringatan kepada ketiga anak buah Teo.
Jack dan Rain lalu keluar dari ruangan itu setelah memastikan ruangan itu bersih.
Setibanya di pintu lorong ruang bawah tanah, suara ponsel Jack mengehentikan langkah mereka.
"Siapa?" tanya Rain penasaran.
"Sepertinya pesawat yang ditumpangi Tuan muda Steven dan istrinya sudah mendarat di lapangan belakang mansion klan king." ucap Jack melihat nama si penelpon.
"Hallo?" jawab Jack mengangkat panggilan telepon masuk ke ponselnya.
[Bos, kami sudah mendarat 1 menit yang lalu]
"Bawa mereka keruangan mereka masing-masing." sahut Jack menatap Rain.
[Baik, Bos.] jawab anggota klan king mematikan panggilannya.
"Biarkan aku yang memberi makan cheetah kesayangan Tuan. Kau yang menangani Tuan Steven dan juga istrinya." tawar Rain mengambil ember berisi daging dari tangan Rain.
"Baiklah." ucap Jack berlalu dari sana.
"Jangan lupa bersihkan tubuhmu!" teriak Rain pelan menatap kepergian sahabatnya itu.