IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Pembicaraan Greyson, Rain dan Jack



"Bagaimana Jack?" tanya Greyson memicing matanya menunggu laporan dari asistennya.


"Putri saya dan Robert sudah berhasil membawa Tuan kecil menuju bandara Tuan!" jawab Jack membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Bagus!" ujar Greyson tersenyum puas. Ia lalu menekan intercom telepon di ruangan kerjanya.


"Siapkan kamar di lantai atas untuk dua orang anak laki-laki!" perintah Greyson sebelum mematikan sambungan Intercom-nya.


"Bagaimana dengan Steven?" tanya Greyson lagi.


"Tuan muda dan juga istrinya masih dalam perjalanan pulang ke sini, Tuan. Kemungkinan mereka tiba di mansion nanti malam." jawab Jack.


"Kalau Stevenson?" tanya Greyson lagi penasaran.


"Tuan muda kedua sudah berangkat ke California terlebih dahulu Tuan. Mereka mau mengambil sesuatu disana sekaligus mengantarkan kedua mertuanya." jawab Jack lagi.


Greyson mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar informasi dari asistennya.


"Tuan anu--"


"Anu apa Jack?" tanya Greyson menaikkan sebelah alisnya menunggu perkataan selanjutnya dari Jack.


"Besok malam bulan purnama akan muncul, Tuan. Kemungkinan besok malam Paskal akan mengetahui jati dirinya. Apa lagi besok malam usia pemuda itu akan genap 20 tahun" ujar Jack sedikit cemas.


Greyson lalu menekan intercom telepon di atas mejanya.


"Panggilkan Rain di laboratorium klan king! Suruh dia ke ruangan ku sekarang juga!" perintah Jack mematikan sambungan Intercom-nya.


Tak beberapa lama terdengar langkah kaki dari luar ruangan kerja Greyson.


"Itu pasti Rain! suruh dia masuk ke ruangan ku! dan perintahkan beberapa anggota klan king mengawasi gerbang depan Jack! sepertinya ada orang yang ingin bermain-main dengan klan king!" ujar Greyson menatap pintu ruangannya.


"Tangkap mereka! dan bawa ke ruangan bawah tanah!"


"Apa ada hal yang urgent?" tanya Rain menatap wajah cemas Jack.


"Biarkan Tuan yang menjelaskannya padamu!" jawab Jack keluar dari ruangan itu.


Rain lalu melangkah mendekati meja kerja Greyson. "Apa Anda memanggil saya Tuan?" tanya Rain berdiri di depan meja kerja Greyson.


"Apa kau lupa dengan hari apa besok malam?" tanya Greyson menatap hacker andalannya.


"Besok malam?" sahut Rain menyeritkan dahinya mendengar perkataan ambigu Tuannya. Besok malam hari kamis pikir Rain.


"Besok malam bulan purnama akan muncul! apa kau melupakan janji mu dulu kepada kaisar dan Queen Angelista?" tanya Greyson dengan wajah serius.


"Besok malam Paskal akan mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Apa kau belum pernah sekalipun menceritakan kepadanya darimana Ia berasal?" sambung Greyson menatap wajah termenung Rain.


"Rain.... Setelah kita melewati bulan purnama besok malam, aku akan langsung menikahkan putriku dengan putramu. Meskipun mereka hidup dari alam yang berbeda. Tapi aku yakin Alexa bisa mengobati perasaan kecewa putramu saat Ia mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya."


Rain tetap diam dan tak bergeming, Ia masih sibuk dengan pikirannya.


"Anda terlalu banyak berkorban untuk keluarga saya Tuan! Untuk satu ini, biarkan mereka yang memutuskannya. Jika mereka berjodoh, mereka pasti bersatu!"


"Saya takut hubungan mereka tidak akan berjalan dengan baik! karena anda tahu sendiri Paskal terlahir dari benih seorang pangeran yang ditakdirkan hidup abadi."


"Putraku Ada di dunia ini berkat--"


"Itu bukanlah hal yang tabu lagi di ingatan kita, Rain. Aku hanya ingin putramu tetap tinggal bersama kita tanpa memiliki niat kembali ke dunianya." ujar Greyson berdiri dari duduknya.


"Besok malam Kaisar dan Queen Fox Kingdom akan datang! mereka pasti tidak sabar melihat penerus mereka tumbuh dengan begitu cepat." ujar Greyson tersenyum tipis. Jika di hitung menurut waktu di alam manusia, usia Paskal masih 12 tahun. Karena pria itu lahir 12 tahun yang lalu. Namun jika kita melihat dari bentuk tubuhnya, kita tidak akan percaya jika usia pria itu masih 12 tahun.


Pemuda itu tumbuh seperti pria dewasa pada umumnya, memiliki tubuh kekar, mata tajam dan juga wajah tampan. Namun tidak dengan sikapnya, sikap pemuda itu terlihat seperti usia sesungguhnya.


...***Bersambung***...