IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 24



Keesokan Harinya


"Kenapa kejadian itu masih membekas di ingatanku?" gumamnya dengan mengelap keringat di wajahnya


Tok...tok...tok


Saat mendengar ketukan pintu, pria itu hanya menatap ke arah pintu tanpa merespon ketukkan itu.


"Apa anda baik-baik saja tuan?" perawat itu menatap wajah pucat pasiennya yang sudah dari 6 bulan lalu dia rawat.


"Apa tuan bermimpi lagi?" tanyanya lagi dengan raut cemas


"Sudahlah saya tidak apa-apa. Ambilkan saya air putih" Dengan cepat perawat itu melangkah keluar dari kamar. Beberapa saat kemudian perawat itu memasuki kamar membawa satu termos air putih.


"Apa perlu saya mengambilkan obat tidur lagi untuk anda Tuan?" tanya perawat itu dengan memandang raut wajah Josua yang sudah terlihat mendingan


"Tidak perlu. Keluarlah, saya ingin beristirahat" pria itu lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dengan pelan dia menghembuskan napasnya. "Setidaknya aku bersamanya Disini. Meskipun dia akan sangat marah mengetahui keberadaan ku." gumamnya pelan menarik selimut sebatas dadanya. Tak beberapa lama dia kembali tidur terlelap


...🌷🌷🌷🌷...


Pagi hari di Negara yang jauh dari Ujung timur bumi


Stevi bangun pukul 5 subuh, Dia melakukan aktivitas dan rutinitasnya seperti biasanya. Jam 8 nanti dia akan bekerja di pabrik yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.


Dengan cekatan Stevi membuat sarapan serta bekal yang akan dia bawa bekerja. Setelah selesai membuat sarapan dan bekal, Stevi lalu membersihkan rumahnya supaya sebentar sepulang kerja dia tinggal mandi dan beristirahat.


Tok...tok..tok


Mendengar suara ketukan, Stevi melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Ketika membuka pintu disana sudah berdiri tetangga sebelah rumahnya.


"Ya.. Selamat pagi Rinc. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Stevi dengan senyum canggung. Bagaimana pun mereka baru kenal hanya saja mata itu selalu mengingatkannya dengan seseorang.


"Tidak ada Stevi. Aku hanya ingin berkunjung ke rumah yang kamu huni!" tandas Rinc dengan memandang ke arah rumah Stevi


Mendengar ucapan Rinc, Stevi lalu mempersilahkan pria itu masuk. Bagaimana pun Rinc merupakan tetangganya, tidak sopan bukan jika dia memperlakukan pria itu dengan tidak baik. Mereka lalu melangkah ke dalam rumah.


Untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka Rinc memulai obrolan "Stevi kapan kau akan melahirkan?" tanya Rinc dengan ramah


"Kemungkinan satu bulan setengah lagi" jawab Stevi melangkah ke dapur membuatkan teh hangat untuk tamunya


"Apakah kau sudah makan?" tanya Stevi dengan melanjutkan kegiatannya membuat teh hangat di pagi hari.


"Belum Stevi, Sebenarnya aku tadi mau olahraga seputaran desa ini. Hanya saja aku mau singgah sebentar di rumahmu. Bagaimana pun kau adalah tetangga terdekat dari rumahku" Jelas Rinc dengan terus memandang setiap detail rumah itu.


"Iya" seru Stevi dengan meletakkan satu piring nasi goreng lagi untuk Rinc di atas meja. Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi, Stevi berujar kembali "Rinc kemari-lah...."


"Aku sudah membuatkan sarapan untukmu juga. Mari makan bersama" tawar Stevi dengan mendudukkan tubuhnya di kursi ruang makan.


Rinc tersenyum mendengar tawaran Stevi. Pria itu lalu melangkah ke arah ruang makan yang tidak jauh dari dapur. Hanya berjarak beberapa langkah. Setibanya di dapur, Rinc bisa melihat Nasi goreng dan teh manis hangat sudah tersedia di atas meja.


...***Bersambung***...


...Maaf kemaren belum update soalnya ada kesibukan...


...❤️❤️❤️...