
"Apa kau terbiasa masuk ke tempat orang lain tanpa izin ataupun mengetuk pintu terlebih dahulu?"
"Apa tujuanmu masuk ke kamar inap putraku!" tanya Haykal memincingkan matanya menatap wajah terkejut Alexa.
Sementara Alexa masih terkejut melihat tubuh sixpack Haykal. Apalagi pria itu hanya mengenakan selembar handuk yang menutupi pinggang sampai lututnya.
Haykal mengacuhkan ekspresi terkejut Alexa. Pria itu langsung melangkah mendekati ranjang rawat putranya untuk memastikan keadaannya. Pria itu takut Alexa melakukan sesuatu yang buruk sehingga membahayakan kesehatan putranya.
Tak beberapa lama pria itu mengalihkan pandangannya menatap tajam wajah cantik Alexa.
"Keluar lah...."
"Sebelum aku menyeret mu keluar!" geram Haykal berusaha menahan amarahnya. Pria itu paling tidak suka orang lain masuk ke ruangannya ataupun ruangan putranya tanpa seizinnya. Apa lagi Alexa hanyalah orang asing bagi mereka.
"Aku tadi tidak sengaja melintas dan melihat sekilas tidak ada yang menemani anak ini. Jadi aku berinisiatif mengecek kondisi anak ini." ujar Alexa terbata-bata. Pandangannya masih tertuju ke satu arah yaitu perut kotak-kotak Haykal.
"Apa kau dokter yang bertanggung jawab dengan kesehatan putraku?" balas Haykal mendengar penjelasan Alexa.
"Keluarlah kedatanganmu bisa jadi mempengaruhi kesehatan putraku!" tegas Haykal.
"Ta-tapi?"
"Keluarlah sebelum aku menyeretmu keluar secara kasar!" tegas Haykal.
"Dasar pria menyebalkan!" dengus Alexa tanpa sadar membuat Haykal kembali menatap tajam kedua mata Alexa. Alexa tidak akan takut ataupun gentar dengan sorotan mata tajam Haykal.
"Kau pria menyebalkan!" dengus Alexa mengalihkan pandangannya menatap wajah merah padam Haykal.
"Lain kali kenakan pakaian sebelum keluar dari kamar mandi! kau orang kedua yang sudah menodai kesucian mataku hari ini!" ujar Alexa membalikkan tubuhnya melangkah menuju pintu keluar.
Namun perkataan Haykal mengehentikan langkah Alexa.
"Apa kau terbiasa bertingkat seperti itu? tidak punya etika sama sekali! apa kau tidak diajarkan bagaimana cara meminta maaf setelah masuk ke kamar rawat orang lain tanpa seizinnya!" ujar Haykal pedas.
Alexa mengepalkan telapak tangannya mendengar perkataan Haykal. Padahal Alexa hanya mampir sebentar memastikan kondisi Albiano. Namun Haykal bertindak seakan-akan Alexa sudah melakukan kesalahan besar atau bahkan berniat mencelakai anak kecil itu.
"Terima kasih untuk perkataan Anda tuan! dan maafkan saya sudah masuk ke ruangan putra Anda tanpa izin!" tegas Alexa lalu membalikkan tubuhnya menyembunyikan mata berkaca-kacanya. Alexa kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari ruang rawat Albiano. Alexa berusaha menahan gerumuh amarah yang sedari tadi sudah menumpuk di dalam hatinya.
"Pria sialan!!" makinya dalam hati.
"Hanya karena hal sepele seperti itu! kau mengecup ku seakan tidak punya etika dan tidak diajarkan bagaimana cara meminta maaf!!" sambung Alexa melangkah menuju parkiran.
"Awas aja Lo enggak laku!" dengusnya masuk ke dalam mobilnya.
Sementara Haykal diam tak bergeming menatap lama pintu yang baru saja ditutup pelan Alexa. Ia juga tidak tahu mengapa tiba-tiba mulutnya berkata kasar dan pedas ke Alexa.
Namun penjelasan Alexa membuat hatinya bergerumuh.
"Kau orang kedua yang sudah menodai mataku hari ini?"
Kalimat yang keluar dari mulut Alexa terngiang-ngiang di pikiran Haykal. Pria itu lalu mengalihkan pandangannya saat mendengar suara lenguhan kecil putranya.
Enghh
"Apa yang kamu rasakan sayang?" tanya Haykal melangkah mendekati ranjang rawat Albiano.
"Albiano bermimpi bertemu dengan Mommy! Mommy berkata Ia sangat mencintai Albiano! Mommy juga mengecup pipi dan kening Albiano." ujar Albiano tersenyum lepas menceritakan mimpinya kepada Haykal.
"Benarkah?" tanya Haykal ikut senang melihat wajah bahagia putranya.
"Setelah infus ini habis, kita langsung berangkat menuju Spanyol bertemu dengan Mommy. Hem!" ujar Haykal membujuk Albiano semakin tersenyum lebar.
Albiano lalu merentangkan tangannya minta di gendong. Namun Haykal belum juga mengenakan pakaiannya setelah kepergian Alexa.
"Sebenar sayang...."
"Papi mau mengenakan pakaian kerja dulu. Sebentar lagi Daddy bekerja memeriksa pasien. Nanti kamu dijaga Grandma sama Grandpa ya!" ujar Haykal sembari mengenakan pakaian kerjanya. Hari ini pria itu berniat memeriksa pasien sampai infus putranya habis.
...***Bersambung***...