
"Bagaimana? Apakah kau sudah mendengarkan semua ceritaku tadi? Meskipun aku datang dengan wajah yang berbeda, Namun satu yang harus kau tahu! Aku menepati janjiku, aku datang saat kamu sedang hamil putra kita walaupun aku datang sedikit terlambat. Tenanglah aku tidak akan membawanya" Greyson mengenggam kedua tangan Stevi sembari mengelus lembut.
"Apa kau akan tetap tidur seperti ini Stevi? Apa kau tidak mencintai putra kita lagi?" tanya Greyson dengan lirih sembari memandang kearah inkubator
Sementara di inkubator bayi itu hanya menunjukkan ekspresi malas mendengar curhatan ayahnya. Bayi itu terlihat anteng dan tenang tanpa ekspresi sama sekali. Tercetak jelas darah keturunan Douglas mengalir kental di darahnya. Terkadang Greyson takut melihat putranya bertingkah seperti itu.
"Apa kau mau mendengarkan ku bernyanyi? Mungkin saja kau belum percaya dengan perkataan ku sehingga kau tidak mau membuka matamu!" serunya lalu bangkit keluar dari ruangan kesehatan itu. Tanpa Greyson sadari jemari tangan Stevi bergerak pelan.
Greyson masuk lagi kedalam ruangan itu lagi sembari membawa sebuah gitar 🎸. Dia mendudukkan tubuhnya di atas kursi lalu memetik pelan senar gitar.
"Baiklah aku akan mengisi ruangan sunyi ini dengan suaraku. Meskipun suaraku tidak terlalu bagus. Setidaknya aku sudah berjuang menyanyikannya untuk kalian" ujarnya lagi
jreng...jreng... jreng 🎸
🎶The other night, dear
As I lay sleeping
I dreamed I held you, in my arms
When I awoke, dear
I was mistaken
So I hung my head and I cried
Greyson bernyanyi dengan suara yang agak sedikit serak, membuat suaranya terkesan seksi. Stevi yang mendengar suara nyanyian Greyson, perlahan melangkah mengikuti suara itu.
🎶You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are gray
You'll never know, dear
How much I love you
Please don't take my sunshine away
Greyson bernyanyi dengan mata berkaca-kaca memandang ke arah inkubator putranya.
And make you happy
And nothing else could come between
But if you leave me to allow another
You'll have shattered all of my dreams.
Greyson terus menyanyikan lagu itu mengungkapkan isi hatinya. Terkadang mengungkapkan isi hati kita melalui sebuah lagu merupakan pilihan yang terbaik.
🎶You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are gray
You'll never know, dear
How much I love you
Please don't take my sunshine away
🎵 Jasmin Thomson
Setelah menutup lagu yang dia nyanyikan, wajah Greyson sudah di banjiri air mata. Pikiran negatif itu terkadang menghantuinya. Makna lagu itu merupakan ungkapan hatinya yang sesungguhnya. Dia takut apa yang dia pikirkan selama ini bisa jadi terjadi.
"Baiklah, untuk hari ini Daddy hanya bisa bernyanyi sampai disini. Besok-besok Daddy akan bernyanyi lagi untuk kalian" kata Greyson mengelap sisa air mata yang mengalir di wajahnya, Greyson yang melihat langit sudah gelap langsung keluar dan memanggil suster yang menjaga putranya
Tak beberapa lama seorang suster masuk ke dalam membawa susu untuk putranya "Tuan susu untuk tuan kecil" ujarnya dengan membawa sebotol susu hangat
"hmm" Greyson hanya bergumam pelan
"Aku keluar dulu nanti malam aku akan tidur bersamamu dan putra kita disini! Hem.." seru Greyson lalu mencium lama kening stevi lalu melangkahkan kakinya ke arah inkubator "Daddy tinggal dulu boy" ujarnya lalu berlalu dari ruangan itu. Greyson terkadang merasa aneh dengan putranya itu. Semenjak dia lahir, dia tidak pernah menangis seperti kebanyakan anak lainnya. Dia hanya menangis saat dia lahir ke dunia. Bukan hanya itu setiap kali diajak bicara putranya hanya diam dengan muka datar. Tidak ada senyuman, tawa dan rengekan, namun meskipun begitu, tatapan tajam dan bola mata mengikat itu membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona.
...***Bersambung***...
...Jangan lupa Like, Komen dan Vote ❤️...