IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Tidur Bersama



Greyson tersenyum hangat melihat istri dan putra pertamanya melangkah kearah kasur. Ia melihat ekspresi canggung di wajah putranya saat dirangkul oleh istrinya.


"Hari ini kalian berdua tidur di dekat Daddy. Malam ini giliran Steven yang akan tidur di pelukan mommy." bisik Greyson kepada putra-putrinya.


"Sayang aku punya ide. Kamu tidur di ujung dekat putra sulung kita. Stevenson akan tidur di tengah-tengah Steven dan Alexa. Jadi Alexa akan tidur di samping kiri Daddy. Jadi Ketiga anak kita akan tidur di tengah-tengah." ujar Greyson sembari mendekap tubuh putri satu-satunya.


"Baiklah." ujar Stevi tersenyum kecil mendengar ide suaminya.


"Berbaringlah di samping adikmu." seru Stevi mengelus lembut kepala putra sulungnya.


"Steven bergegas naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di samping adiknya.


"Apa kau tahu kak? Kau terlihat seperti balita yang sedang meminta susu. Jika orang lain melihat ekspresi wajah mu seperti itu." bisik Stevenson. Sedari tadi Ia menatap aneh dengan ekspresi kaku saudaranya.


"Tidak seperti ekspresi pertama kali bertemu." monolog Stevenson di dalam hati.


Stevi kemudian membaringkan tubuhnya di sebelah putra sulungnya. Sementara Stevenson yang melihat Mommy-nya sudah mulai berbaring di atas kasur melepaskan earphone dari kedua telinganya.


"Mau kemana?" tanya Greyson melihat putra keduanya beranjak dari atas tempat tidur.


"Mau meletakkan Earphone di atas nakas, Dad." ujar Stevenson.


"Biarkan Daddy yang meletakkannya di atas nakas di samping, Daddy" saran Greyson. Pria itu mengarahkan tangan kanannya kearah putranya menandakan pria itu meminta putranya meletakkan earphone itu di atas tangannya.


Stevi tersenyum bahagia melihat kepekaan suaminya. Jika dulu Greyson yang dia kenal merupakan pria yang dingin, tempramen, kasar dan kejam. Maka sekarang tidak ada lagi Greyson yang seperti itu. Greyson yang sekarang merupakan pria yang hangat, lembut, dan mudah peka.


"Sayang sebelum tidur, bolehkah kamu menceritakan perjalanan kamu selama 9 tahun ini."pinta Greyson. Ia menatap istrinya penuh harapan. Pria itu cukup penasaran dengan apa saja yang di lewati istrinya selama 9 tahun ini.


"Baiklah, Aku akan menceritakan semuanya." ujar Stevi. Ibu tiga anak itu mengecup lama kepala putra sulungnya untuk menyalurkan rasa rindunya.


"Jadi....


#


#


"Saat aku terbangun di pagi hari 9 tahun lalu. Aku mencari-cari keberadaan kalian di setiap ruangan yang ada dikamar kita, namun aku tidak menemukan keberadaan kalian berdua disana. Aku memutuskan untuk membersikan diri di kamar mandi. Setelah selesai mandi aku kemudian berganti pakaian. Tak beberapa lama aku mendengar suara tembakan dan ledakan yang cukup dekat dan saling bersahutan-sahutan. Saat itu aku benar-benar ketakutan dan tidak tahu mau lari kemana. Sedangkan saat itu akses di kamar kita hanya Daddy yang tahu. Tiba-tiba jendela balkon di gedor-gedor oleh seorang anggota klan king yang sering bersama Jack." cerita Stevi mengingat-ingat tragedi masa lalu. Ibu tiga anak itu menghentikan perkataannya dan mencoba menahan air matanya agar tidak keluar.


Deg


Jantung Greyson berdetak dengan cepat ketika istrinya menyebutkan nama seseorang yang sudah bertahun-tahun pria itu cari. Namun Dean belum juga ditemukan sampai hari ini. Greyson berusaha menahan air matanya untuk tidak keluar. Pria itu merasa berhutang budi kepada Dean. Tanpa Dean mungkin saja Greyson tidak akan melihat istri dan putra-putrinya.


...***Bersambung***...