
Sementara di sisi lain Alexa melangkah menuju mansion belakang menemui Paskal. Ia juga tidak tahu mengapa tiba-tiba bengong saat dilamar Paskal. Ia belum menjawab lamaran pemuda itu, tapi pemuda itu sudah tidak ada disana.
Sementara sebelumnya
Setelah berbicara dengan Mamanya. Paskal langsung melangkah menuju mansion belakang. Ia diam-diam mengambil sebotol alkohol dari atas meja. Pemuda itu ingin menenangkan hati dan pikirannya dengan menyendiri di dalam kamar.
"Cih! hanya cinta yang bisa menyakiti seperti ini." gerutu Paskal meneguk segelas alkohol.
"Mungkin wanita kaya sepertinya hanya menerima pria kaya dan pria yang memiliki kekuasaan di luar sana menjadi suaminya! sedangkan seorang Paskal hanyalah putra dari seorang pesuruh." dengusnya dengan suara serak. Air mata mengalir dari sudut matanya.
"Kenapa air mataku mengalir deras seperti ini? mengapa dada ini terasa sesak? hingga membuatku sulit bernapas. Apa sesakit ini ketika seseorang mengalami patah hati?" sambung Paskal meneguk alkohol yang tersisa setengah di gelasnya.
Tak beberapa lama Chris datang mengendap-endap masuk ke dalam kamar Paskal. Chris tersenyum miris melihat keterpurukan Paskal. Ia tahu seberapa besar cinta Paskal kepada Alexa. Karena sedari mereka kecil, Paskal tidak pernah lelah membahas topik mengenai Nona muda keluarga Douglas. Mulai dari Alexa menjahilinya, mengajaknya berburu bersama, sampai Alexa melanjutkan pendidikannya keluar negeri. Terkadang Chris dan yang lain merasa bosan sekaligus jengah mendengar ocehan dan kecerewetan Paskal. Namun Paskal belum menceritakan mengenai first kiss Paskal dan Alexa.
Suara langkah kaki seseorang menghentikan langkah Chris ketika ingin mendekati Paskal. Chris bersembunyi di di balik pintu. Ia penasaran siapa kira-kira yang datang ke kamar Paskal.
Alexa melangkah menuju kamar Paskal. Ia tahu dimana letak kamar Paskal karena sedari kecil Alexa sering berkunjung melihat wajah Paskal kecil.
"Paskal!" panggil Alexa membuka pelan pintu kamar Paskal. Alexa dapat mencium aroma alkohol dari kamar Paskal.
"Paskal! apa kau meneguk habis satu botol alkohol itu?" tanya Alexa mendekati pemuda itu.
Alexa tertegun mendengar perkataan Paskal. Ia tidak menyangka kalimat yang Ia mimpikan tadi malam di Fox Kingdom akan terucap dari bibir pemuda itu.
"Apa kau sedang bergurau? kau becanda, kan?" tanya Alexa memastikan pendengarannya.
Paskal mengalihkan pandangannya menatap Alexa dengan mata sembabnya. "Aku serius.... menjauh lah dari hidupku! oh tidak.... aku yang harusnya menjauh dari hidupmu." ketus Paskal langsung memutuskan pandangan mereka.
Paskal tiba-tiba tersenyum miris mengingat perasaan cintanya. Jika bisa diminta, Paskal ingin melupakan perasaan cintanya kepada Alexa. Karena sangat sakit bila kita harus mencintai seorang tanpa dicintai.
"Suatu hari nanti .... jika kita dipertemukan kembali.... saya berharap anda sudah bahagia dengan pilihan anda, Nona muda." sambung Paskal berbicara formal kepada Alexa.
"Karena saya hanya memiliki satu kesempatan." ucap Paskal dengan lirih.
Tanpa Chris sadari, ternyata kedua pipinya sudah di banjiri oleh air mata, ketika mendengar ungkapan hati sang sahabat. Memang sakit kalau cinta kita ternyata bertepuk sebelah tangan. Apa lagi cinta pertama Paskal berasal dari Nona muda kaya keturunan sang penguasa.
"Mencintai tidak harus memiliki, kan? mencintai dengan mengiklaskan wanita yang kita cintai bersama orang lain adalah jalan terbaik untuk mencintainya." gumam Paskal berusaha tegar.
...***Bersambung***...