
"Mama.... Mama sangat percaya dia masih hidup!!" tegas-nya
"Jojo akan mengerahkan beberapa detektif swasta untuk mencari keberadaan mereka, Ma!" ujar Josua tidak tega melihat tatapan kosong mertuanya.
"Ma.... Istirahat dulu, ya. Supaya hati dan pikiran Mama sedikit lebih tenang. Kami akan berusaha menemukan keberadaan Stevi!" ujar Silvia menatap lembut kearah Mama-nya.
Silvia kemudian membantu Nyonya Lorens untuk berbaring di tempat tidur. Sementara tuan Lorens hanya diam dan tidak mampu berkata-kata melihat berita yang disiarkan tadi. Dia juga hanya bisa termenung melihat wajah sedih istrinya.
"Papa berharap, kamu baik-baik saja sayang...." lirih tuan Lorens penuh harapan di dalam hatinya.
#
#
Sementara di sisi lain
Seseorang yang terkubur di dalam runtuhan tanah, berusaha untuk keluar dari pecahan-pecahan beton yang menimpa tubuhnya. Dia bersyukur, Tuhan masih memberikannya kesempatan untuk tetap hidup.
"Ternyata ada manfaatnya selama ini ketua melatih kami dengan sadis dan kejam. Semoga yang lain masih hidup." batinnya penuh harapan.
Dia sangat bersyukur selama ini Ketua Klan King melatih anggotanya dengan sadis dan kejam. Hingga mereka memiliki tubuh sekuat itu. Mana ada orang yang mampu lolos, dari tumpukan tanah dan pecahan beton sedalam ini pikirnya. Dengan perlahan dia menggali tanah yang menimpa tubuhnya.
#
#
Di Luar
Banyak anggota polisi dan ambulan yang berdatangan ke lokasi tragedi. Mereka merasa merinding melihat banyaknya mayat yang tergeletak di tanah. Bukan hanya itu mereka juga merasa kasian melihat tubuh para korban yang sudah hancur karena terbakar.
Semua orang yang datang ke lokasi itu, tidak bisa lagi membendung tangisnya melihat kondisi para korban. Mereka tidak habis pikir dengan pelaku yang tega melakukan semua ini. Semua petugas berlalu lalang kesana kemari melaksanakan tugas mereka masing-masing. Terlihat beberapa media juga ikut berdatangan meliput berita, tentang hancurnya mansion tersembunyi miliki keluarga Douglas.
"Cepat!!! tandu kemari! Saya menemukan seseorang yang masih hidup di bawah runtuhan tembok ini!!" teriak seorang petugas PBK berusaha menolong orang itu.
"Sabar.... Jangan panik! Kami akan menolong mu!" ujar seorang petugas medis wanita yang ikut serta membantu menyelamatkan orang itu.
Sementara Greyson yang mendengar teriakan itu langsung melangkah menuju petugas itu, Namun langkahnya dihentikan oleh polisi yang bertugas mengamankan daerah sekitar, agar tidak dimasuki oleh orang asing.
"Saya pemilik mansion ini!! mengapa kau menghalangi langkah ku!!" bentak Greyson berusaha melewati police line yang sudah terpasang di sekitar area ledakan.
"Maaf tuan... Biarkan korban di evakuasi terlebih dahulu!. Kami hanya menjalankan perintah sesuai prosedur dari atasan!" ucap polisi itu tegas tanpa mau di bantah. Mereka tidak takut sama sekali dengan bentakan Greyson, karena mereka tidak tahu, Greyson merupakan salah satu mafia yang paling di takuti.
#
#
"Jack...."lirih Greyson melihat tandu yang diangkat oleh petugas medis dan PBK. Ada sedikit rasa lega menghinggapi hatinya. Pikirannya terus menerus menghawatirkan keadaan istrinya yang sedari tadi belum di temukan.
"Jagalah putraku terlebih dahulu...." ujar Greyson kepada kedua pelayannya. Dia berlari melewati garis police line yang terpasang "Jack.... Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Greyson sembari mengikuti tandu yang membawa Jack
"Tom...."lirih Jack tak mampu menggerakkan kepalanya menatap kearah Greyson.
"Tuan.... Tolong, jangan dulu mengajak korban banyak bicara karena itu akan menganggu kesehatannya" ujar petugas medis wanita itu
"Tom!!! Sialan!!" maki Greyson terus melangkah mengikuti Jack untuk mengetahui semuanya dengan lebih detail.
...***Bersambung***...