
Tak beberapa lama, Stevenson, Gionino dan Sherina melangkah kearah meja makan tempat Greyson, Stevi, Steven, Livia dan Albiano duduk.
"Kalian terlalu asik mengobrol hingga melupakan keberadaan kami." tukas Stevenson mendudukkan bokongnya di atas kursi.
Greyson menghentikan suapannya mendengar perkataan putra keduanya.
"Kami pikir, kalian duduk bersama mama dan papa mertua mu."ucap Greyson menatap putra keduanya.
"Gion, ayo duduk dan makan disamping Albiano." sambung Greyson menatap cucunya.
"Opa tahu saja kalau Gion sudah sangat lapar." ujar Gionino duduk di sebelah Albiano.
"Duduklah, sayang... Mari makan bersama-sama." timpal Stevi menatap menantunya dengan lembut.
"Kapan lagi kita menikmati moment berkumpul bersama seperti ini." sambung Stevi tersenyum hangat.
Sherina langsung duduk di sebelah suaminya. Ia sangat senang memiliki mertua sebaik Stevi. Stevi merupakan ibu kedua untuknya setelah Denada. Stevi yang dulu merawatnya, ketika ibunya sedang bekerja.
"Terima kasih, Mom." kata Sherina tersenyum manis.
"Aish.... kalian melupakan anak gadis kalian, Mom, Dad." keluh Grace duduk di samping Gionino.
"Begitu juga aku...." timpal Alexa menarik tangan Paskal agar duduk di sampingnya.
"Saya segan duduk satu meja dengan semua keluarga, Nona muda."
"Duduklah.... sekarang statusmu sudah berubah menjadi menantu ku. Kau tidak perlu cemas dengan perbedaan kedudukan diantara kita. Karena aku sudah menyiapkan tugas khusus untukmu, setelah kau menyelesaikan pendidikanmu." ujar Greyson menatap Paskal dan Alexa bergantian.
"Ayo makan.... mungkin saja calon cucuku sudah mulai berkembang biak." timpal Greyson menatap kedua putranya.
Namun, Greyson tiba-tiba meringis pelan mendapatkan cubitan dari istrinya."Ngomong kok ngelantur, masih ada kedua cucu kita disini." bisik Stevi melirik sekilas kearah menantunya satu persatu.
"Hiraukan perkataan Daddy kalian. Lebih baik kalian makan makanan kalian."
"Maaf sayang.... aku berbicara apa adanya kok. Oops..." ceplos Greyson menghentikan ucapannya.
Alexa meletakkan sepiring Beefsteak di depan Paskal. "Makanlah.... beefsteak ini sangat enak saat dimakan hangat-hangat seperti ini." celetuk Alexa tersenyum manis.
Paskal tertegun mendengar perkataan Alexa. Alexa terlihat berubah 360 derajat dari sebelum-sebelumnya.
Stevi dan Greyson saling melirik melihat perubahan putri mereka. Mereka sangat yakin, jika hubungan Alexa dan Paskal akan kekal abadi.
#
#
Malam hari
"Hari ini aku sangat bahagia...." gumam Stevi menatap langit malam.
"Aku juga, sayang.... aku tidak menyangka ketiga putra-putri kita akhirnya memiliki pasangan masing-masing. Aku merasa Tuhan sangat baik pada keluarga kita." sahut Greyson mendekap tubuh istrinya dari belakang.
"Ya, ini semua terjadi atas kehendak Tuhan." seru Stevi mengenggam tangan suaminya.
"Sebentar lagi bulan purnama tiba. Sepertinya menantu kita akan segera mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya." ujar Greyson menatap bulan purnama mulai muncul di atas langit malam.
"Aku berharap perasaan cinta menantu kita benar-benar tulus. Bukan karena Alexa reinkarnasi dari kekasihnya dimasa lalu."kata Stevi termenung lama menatap bulan purnama.
"Sepertinya sudah waktunya kita melangkah ke halaman depan." seru Greyson melepaskan pelukannya. Ia melihat cahaya terang tiba-tiba muncul dari cruel ghost forest.
"Sepertinya Opa dan Oma sudah datang." sambung Greyson melihat cahaya itu mulai menghilang.
Greyson dan Stevi langsung melangkah keluar dari kamar setelah mendengar erangan seorang pria.
"Arghhhhhhhh!!!"
...****Bersambung***...