IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Aku mencintaimu



Sementara Steven terkejut mendengar ungkapan istrinya. Pria itu lupa kalau Livia yang sekarang bukanlah Livia yang mengenal dia sebagai Steven. Seorang pria muda tidak peka yang diam-diam Livia cintai.


Tapi Livia yang sekarang merupakan wanita yang sedang mengalami amnesia disosiatif. Livia hanya mengenal Steven sebagai suaminya.


"Ap-apa yang kamu ucapkan tadi?" tanya Steven memastikan pendengarannya. Pria itu melepaskan dekapannya dari tubuh istrinya.


Steven lalu menatap dalam kedua bola mata istrinya hingga tatapan itu membawa mereka terhanyut ke dalam tatapan masing-masing.


"Aku mencintaimu Steven...." lirih Livia tengelam ke dalam tatapan mata biru keabu-abuan pria itu.


"Aku juga mencintaimu Livia."


"Bolehkah sekali ini aku egois dengan perasaan ku ini?" gumam Steven dalam hati menatap dalam mata hitam pekat istrinya.


Livia mengalunkan kedua tangannya di leher Steven, lalu mencium agresif bibir tipis pria itu. Karena mereka terlalu terbawa suasana dengan tatapan dalam itu.


"Andaikan aku bisa menghentikan waktu sebentar saja. Maka aku akan melakukannya hanya untuk ciuman ini. Aku selama ini menyukai wanita yang ada hadapanku ini Tuhan. Hanya dia satu-satunya yang mampu menggetarkan hati pria egois ini"


"Livia!! oh honey!!!"


"Andai--kan kau tidak amnesia, aku akan membawamu terbang hingga mencapai lapisan langit ke sembilan." teriak batin Steven membalas ciuman istrinya dengan tak kalah agresif.


Hembusan angin sejuk pantai membuat tubuh mereka semakin panas. Steven langsung mengendong tubuh istrinya ala bridal style masuk ke dalam rumah.


Mereka melupakan rencana diving yang sudah mereka bicarakan sebelumnya.


Livia memperkuat lingkaran tangannya di leher suaminya. Ia terpesona melihat wajah merah merona Steven. Sementara Steven sudah tidak bisa membendung gairahnya. Ia merasa adik kecilnya terbangun dengan ciuman agresif istrinya.


Cklek


Steven melempar tubuh basah istrinya ke atas ranjang. Ia kembali melangkah ke arah pintu, lalu mengunci pintu agar tidak ada yang menganggu aktivitas mereka.


Dengan kasar pria itu merobek dress yang dikenakan istrinya. Sementara Livia terkejut dengan tingkah suaminya.


"Aku cuma membawa satu pakaian ini?" gugup Livia menatap wajah penuh gairah suaminya.


Livia menepuk jidatnya saat mendengar perkataan suaminya.


Steven tersenyum kecil melihat tingkah istrinya hingga tanpa Ia duga Livia lansung menarik lehernya mendekat ke wajahnya.


"Biarkan aku yang melakukannya" bisik Livia malu-malu


Steven semakin tersenyum lebar mendengar tingkah agresif malu-malu Livia. Wajah malu-malu itu terlihat mengemaskan di pandangan Steven.


Livia ******* lembut bibir merah suaminya, meskipun ciumannya masih terasa kaku namun wanita itu tidak mau mengecewakan suaminya.


Dan terjadilah permainan kuda-kudaan antara suami istri itu. Mereka lupa jika hari masih siang. Kedua manusia beda jenis kelamin yang sedari tadi duduk di luar, merasa panas dingin saat sayup-sayup mendengar suara-suara percintaan terdengar sampai keluar.


#


#


Di Korea


Greyson kembali masuk ke dalam kamar setelah berakhirnya panggilan telepon dari putrinya. Ia melihat istrinya duduk di tempat tidur sembari tersenyum kecil melihat layar ponselnya.


"Apa yang membuat kamu tersenyum seperti itu sayang?" tanya Greyson tersenyum tipis menatap wajah ceria istrinya.


"Tentu saja putra pertama kita sayang dan juga...." Stevi mengehentikan perkataannya, lalu mengalihkan pandangannya melihat ekspresi di wajah suaminya.


"Menantu kita." lanjutnya menatap dalam ekspresi biasa suaminya.


"Sepertinya sifat putra kita sangat mirip seperti mu sayang. Meskipun putra kita sudah menyakiti hati menantu kita dan terlihat brengsek memperlakukan wanita dengan kejam. Tapi lihatlah, putra kita terlihat sangat dewasa dan manis memperlakukan wanita yang Ia cintai." gumam Stevi dengan mata berbinar menatap gambar yang dikirim Jesica ke WhatsApp nya.


Kisah cinta putranya mengingatkannya dengan kisah cintanya dan suaminya. Bagiamana pertemuan pertamanya dulu dengan suaminya. Dan bagaimana setianya dan bertanggung jawabnya Greyson merawatnya dan putranya saat Ia masih kritis.


Tak ketinggalan juga bagaimana suaminya setia selama sembilan tahun menanti kepulangannya.


...***Bersambung***...