
Greyson tersenyum menyeringai melihat kepergian kedua putranya. "Aku yakin mereka juga akan panas dingin mendengar suara-suara mengema itu." gumam Greyson kembali ke ruang tamu. Ia ingin melihat CCTV kediaman Tom Cruise.
"Mungin memaafkan kesalahanmu dimasa lalu adalah pilihanku. Namun, melupakan kesalahanmu dimasa lalu sangat sulit bagiku. Karena sampai sekarang, Dean tak kunjung ditemukan." dengus Greyson sok puitis menonton rekaman CCTV kediaman Tom Cruise Matthew.
Sementara di mansion belakang, terjadi pergulatan antara seorang gadis dan seorang pemuda. Steven dan Stevenson tiba-tiba panas dingin mendengar suara-suara alunan nada melodi dari dalam kamar Paskal.
"Apa Daddy mengerjai kita?" tanya Steven menatap saudaranya.
"Aku tidak tahu! tapi mengapa suara Alexa terdengar dari dalam? apa mereka melakukan itu...." tanya Stevenson menautkan kedua jari telunjuknya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? mengapa Alexa dan Paskal melakukan itu? sementara tadi, Alexa menolak lamaran pria itu?"sambung Stevenson benar-benar tidak paham dengan jalan pikiran saudari kembarnya.
"Apa semua ini bagian dari rencana Daddy? apa Daddy menyuntikkan obat perangsang ke tubuh mereka?" tanya Steven dan Stevenson saling memandang.
"Daddy tidak mungkin melakukan hal diluar batas seperti itu. Sepertinya ada yang aneh dengan Alexa." celetuk Steven. Karena selama acara tadi, Steven terus-menerus mengamati saudarinya itu. Alexa terlihat lebih suka melamun. Seperti ada seseorang yang sedang menggunakan raganya.
"Apa kau masih bisa merasakan energi lain di sini?" tanya Steven berbicara dengan singa putih.
"Ya, aku mencium energi lain disini."
"Apa Paskal sudah berubah wujud, dan kalung yang dipakai Alexa terlepas?" gumam Steven menatap singa putih.
"Sepertinya Kurama sudah tidak sabar bebas menghirup udara segar."kata singa putih. Mata kuning bercahaya itu, mampu menembus tembok permanen kamar Paskal.
"Anda benar, Tuan. Dia sudah kembali.... kembali dengan aura yang berbeda." sambung singa putih.
"Sepertinya kita harus berbicara kepada, Daddy."ujar Stevenson mendahului Steven berlalu dari sana.
Steven mengikuti langkah Stevenson dari belakang, Ia tidak mungkin tetap berdiri disana mendengarkan suara nyanyian merdu kedua manusia beda gender itu.
"Apa maksudmu?"tanya Greyson menyeritkan keningnya.
"Apa Daddy akan diam saja membiarkan mereka melakukan hubungan itu sebelum menikah?" tanya Stevenson.
"Kau tidak akan bisa menghentikan mereka, karena jiwa itu bukan jiwa mereka."
Greyson terlihat sangat tenang tanpa ekspresi, hingga membuat Steven dan Stevenson bingung.
"Kalau begitu, kami mau menemui istri kami, Dad." celetuk Steven ingin melangkah, Namun, perkataan Greyson menghentikan langkahnya.
"Apa kau lupa dengan hukumanmu?" Greyson menatap putranya, tangannya dilipat dada.
Steven mengaruk-garuk kepalanya mendengar perkataan Daddynya. Sementara Stevenson belum tahu hukuman apa yang dimaksud sang Daddy.
"Ney, mau ke kamar dulu, Dad. Ney, mau bobok cantik di kamar bersama Sherina."
Stevenson tersenyum lebar melangkah melewati Steven. Namun, langkah pria itu juga harus terhenti, karena perkataan Greyson selanjutnya.
"Apa kau tidak merasa bersalah sama sekali kepada Daddy, Son? menikah diam-diam tanpa sepengetahuan Daddy dan meninggalkan istrimu selama bertahun-tahun?"
"Dad, tapi, kan, Daddy tahu alasan dibalik itu semua." rengek Stevenson dengan raut wajah memelas.
"Tidak ada tapi-tapian! dan tidak ada malam pertama untuk kalian. Karena ini bukan malam pertama, tapi malam kesekian kalinya!" ketus Greyson menatap tajam kedua putranya.
"Yang menikah siapa? yang melakukan malam pertama siapa?" dengus Steven mendudukkan tubuhnya di sofa.
...***Bersambung***...