IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Berangkat



Semua orang terkejut mendengar perkataan Steven, kecuali Greyson. Mereka tidak menyangka kalau Livia sudah isi lagi.


Stevi langsung berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati menantunya. "Sayang... benarkan yang dikatakan suamimu?" tanya Stevi mengelus kepala Livia.


Livia menganggukkan kepalanya pelan


"Kapan? kenapa kalian menyembunyikannya dari kami?" cerocos Stevi menatap putra dan menantunya bergantian.


"Aku ingin memberikan kejutan kepada kalian."ujar Steven tersenyum puas.


"Sayangnya Daddy tidak terkejut, Son." sahut Greyson tersenyum menyeringai.


"Ah! Daddy engak seru!" ketus Steven dengan wajah cemberut.


"Daddy merasa bukan istrimu yang ngidam, tapi kau, Son." ujar Greyson lagi tersenyum kecil.


"Lagi-lagi Daddy bisa menebaknya."


"Lebih baik kamu yang ngidam ketimbang istri kamu, sayang... biar kamu tahu bagaimana rasanya morning sick." celetuk Stevi tersenyum kecil menatap menantunya.


"Apa kamu ingin makan sesuatu? Mommy akan membuatnya untuk kamu." sambung Stevi mengelus lembut perut Livia.


"Oma benar-benar tidak sabar mendengar suara tangisan dan rengekan kamu, sayang...." bisik Stevi di depan perut Livia.


"Apapun yang kamu mau, mintalah sama kami. Mommy dan Daddy pasti mengabulkannya." ujar Stevi kembali mengelus perut rata Livia.


"Mommy juga tidak sabar menanti cucu dari Alexa dan Grace...." timpal Stevi menatap Alexa.


"Jangan tunda-tunda.... entar suami berondong nya diambil orang... apa lagi sebentar lagi menantu Mommy itu sudah mulai kuliah di California. Pasti banyak cewek-cewek bule yang genit mendekatinya." celetuk Stevi menakut-nakuti putrinya. Meskipun Stevi tahu, Paskal cinta mati kepada putrinya dan pastinya pemuda itu juga akan setia kepada putrinya.


"Mom...."


"Sebaiknya kalian berangkat sekarang juga... langit terlihat mulai gelap diatas sana." ujar Greyson mendengar anggota klan king berbisik di telinganya.


"Jaga diri kalian baik-baik! sering-seringlah mengabari kami." ulang Greyson mendekap erat tubuh putrinya.


"Daddy sangat mencintaimu.... berbahagialah dengan pilihan hatimu. Daddy yakin, kalian pasti akan bahagia." bisik Greyson mengecup lama kening putrinya. Ia sebenarnya tidak rela membiarkan Alexa tinggal jauh bersama suaminya.


Tatapan Greyson lalu beralih ke arah Paskal, Pemuda itu terlihat masih canggung berada diantara keluarga besar Douglas.


"Jaga diri kalian baik-baik disana. Daddy menanti kalian kembali dengan tambahan anggota baru. Jangan menyakiti hati putriku!" ujar Greyson dengan tegas. Ia tahu rintangan sudah menanti mereka, ketika melangkah keluar dari mansion klan king.


Greyson menepuk-nepuk pelan pundak menantunya.


"Daddy percaya kau mampu menjaganya." timpal Greyson tersenyum hangat.


Mereka semua melangkah keluar dari mansion mengantar Alexa dan Paskal menuju lapangan jet pribadi keluarga Douglas.


"Jaga diri kakak ipar... dan dedek bayi jangan nakal di perut Mommy." ujar Alexa mengelus perut Livia.


"Aku juga berharap dia segera hadir disini."timpal Livia mengelus perut rata Alexa.


"Apa aku bisa menjadi ibu yang baik? sementara aku masih sibuk dengan impianku." gumam Alexa dengan pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Livia.


"Aku yakin kamu bisa. Aku bisa merasakan aura itu dari tubuhmu." kata Livia menumbuhkan rasa percaya diri Alexa.


"Perkataan mu terdengar seperti kau adalah seorang cenayang kakak ipar." celetuk Alexa membuat semua orang tersenyum tipis.


"Sudah sana pergi. Aku bosan melihat wajah jelek mu." ketus Steven cukup cemburu melihat Alexa begitu lama berpelukan dengan istrinya.


...***Bersambung***...