IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Story Of Sherina



7 Tahun lalu lalu


"Ma.... Pa...."


"Sherina ingin melanjutkan studi Sherin di Inggris." ujar Sherin sembari menikmati sarapan paginya.


"Apa kamu tidak mau melanjutkan kuliahnya di sini saja Sayang?" tanya papanya


"Sherina ingin beradaptasi di lingkungan baru Pa." ujar Sherin memelas.


Selama ini mereka menetap di Kolombia, Amerika Tengah. Kota dengan tingkah kriminalitas yang cukup tinggi. Apa lagi Ayahnya seorang mafia kejam dan dingin. Membuatnya terkadang mengalami gangguan kecemasan saat ingin keluar dari rumah tanpa pengawal.


Setelah kepindahan Stevi dan putra-putrinya beberapa tahun lalu. Meyer tiba-tiba muncul di depan rumah yang mereka tinggali. Setelah dua bulan di sana Meyer membawa Dena dan Sherin ke Kolombia, negara asalnya.


Dena menyetujui kepindahan mereka, karena memikirkan psikologi putrinya atas kepindahan kedua sahabatnya. Apa lagi saat itu mereka hanya tinggal berdua. Setahun di Kolombia, Meyer menikahi Dena setelah kurang lebih setahun menyakinkan Dena. Bahwa pria mafia itu sungguh-sungguh mencintai Dena dan sudah mantap menikahinya.


Mereka hanya di karunia seorang anak setelah bertahun-tahun menikah. Mungkin ini karma yang harus mereka tanggung atas sakit hati dan penderitaan yang di alami korban tragedi pengebom mansion klan king.


"Baiklah. Papa dan Mama menyetujui keputusan kamu. Tapi ingat Papa akan menambah beberapa pengawal bayangan di sekitar kamu." tandas Meyer tidak mau di bantah.


"Benarkah?" tanya Sherin menatap kedua orangtuanya bergantian.


Sherina berteriak kencang melihat senyuman dan anggukan kedua orangtuanya. Ia memeluk kedua orangtuanya secara bergantian. Setiap orang tua akan merasa bahagia melihat kebahagiaan di wajah anaknya. Apa lagi Dena dan Meyer hanya dikaruniai satu anak.


#


#


Di Inggris


Sherina tinggal di sebuah Apertemen mewah yang sudah dibeli papanya. Gadis itu menjalani hari-harinya tanpa embel-embel kekayaan papanya. Sherina membeli sebuah cafe menggunakan uang sakunya untuk Ia kelola. Gadis itu ikut bekerja part time di cafe miliknya setelah kuliahnya usai. Para karyawannya tidak ada yang tahu jika Sherina merupakan pemilik asli cafe SM.


Sherina menikmati hari-harinya menempuh pendidikan di Oxford University dengan jurusan bisnis. Setahun perkuliahannya Sherina bertemu dengan Stevenson, itu pun saat mereka mengambil kelas yang sama. Awalnya Sherina tidak mengenali Stevenson begitupun sebaliknya. Namun panggilan absensi dosen membuat mereka saling menatap.


Setelah perkuliahan usai Sherina menghampiri meja Stevenson.


"Hai pangeran kutub. Bagaimana kabarmu beberapa tahun ini?" tanya Sherina antusias. Ia sangat bahagia bertemu lagi dengan pria yang selama beberapa tahun ini gadis itu rindukan.


"Apa kita saling mengenal?" tanya Stevenson tanpa menatap Sherina.


Deg


Terselip sedikit rasa sakit di hati Sherina. Gadis itu berusaha menyembunyikan kesedihannya. Ia tersenyum seperti biasanya. "Tentu saja. Kita tinggal bersama selama beberapa tahun sebelum kepindahan mu, bibi dan Alexa dari Brazil." jelas Sherin tersenyum cerah menatap wajah tampan Stevenson.


Gadis itu cukup terkejut melihat perubahan drastis tubuh Stevenson. Pria itu semakin tinggi, memiliki tubuh kekar dan sorotan mata biru tajamnya mampu memikat hati para wanita diluar sana.


"Semakin dewasa ketampanan dan kharisma Stevenson semakin menjadi." batin Sherin meneliti wajah Stevenson.


"Cih.... Tidak pernah berubah." batin Stevenson. Pria itu lalu berdiri dari duduknya.


"Sifat mu tidak pernah berubah." lirih Sherin pelan


Perkataan Sherin menghentikan langkah Stevenson. Pria itu tersenyum kecil mendengar gumaman Sherina. Saat Stevenson ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba seorang wanita berpakaian glamor memanggil Stevenson.


"Stevenson...." panggilannya menatap Stevenson penuh cinta.


Deg


"Apa itu kekasihnya?" batin Sherin bertanya-tanya. Gadis itu mencoba menahan gerumuh dihatiku. Sakit, tentu saja ada terselip rasa sakit di hatinya melihat pria yang Ia cintai dan Ia tunggu-tunggu selama beberapa tahun ini sudah memiliki kekasih.


Stevenson yang mendengar suara batin Sherin langsung melangkah menghampiri Rachel. Ya gadis berpakaian glamor itu bernama Rachel. Stevenson merangkul pundak Rachel meninggalkan Sherin terpaku dengan perilaku Stevenson.


"Ternyata pria itu sudah memiliki kekasih." lirih Sherin menatap sendu kepergian Stevenson dan Rachel.


......***Bersambung***......