IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Menginap di Fox Kingdom



"Aku, Queen Angelista mengirim mu ke alam manusia. Hidup sebagai manusia dan bertingkah lah sebagai manusia biasa."


Tubuh pangeran Ryo langsung berubah menjadi sebuah cahaya kecil. Para tetua dan rakyat Fox Kingdom terkejut mendengar hukuman ringan yang diberikan Queen Angelista. Mereka marah dan memberontak kepada keluarga kerajaan.


Mereka meminta Queen Angelista menghukum pangeran Ryo seberat-beratnya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Queen Angelista sudah terlanjur menggunakan mantra kebajikan.


"Mulai lah hidup barumu dari awal adikku." gumam Queen Angelista dalam hati.


Setelah hari itu, keadaan Stevenson semakin lebih baik. Ia mulai bertingkat seperti sebelum-sebelumnya.


Dan kebahagiaan juga menghampiri keluarga kecil Rain. Karena tiba-tiba perut sang istri membesar.


Awalnya Rain curiga dengan kehamilan istrinya. Pikiran-pikiran negatif mulai berselancar di otaknya. Namun pertemuannya dengan buyut Greyson menjelaskan segalanya. Rain sangat senang dan tidak sabar menyambut kehadiran putra kecilnya. Putra yang selama bertahun-tahun ini Ia tunggu-tunggu. Paskal berada di kandungan Theresia selama 4 bulan. Pertumbuhan anak itu sangat cepat. Setelah lahir, pertumbuhan putranya begitu cepat. Ia tumbuh dua kali lebih cepat dari usia normal pada umumnya.


Kembali ke sekarang


"Alexa terdiam lama di atas tempat tidur. Ia tidak menyangka kalau takdir akan membawanya ke Fox Kingdom, dan mengetahui asal usul Paskal.


"Apa Daddy sedang bercanda menjodohkan seorang Alexa dengan pak tua itu?" gumamnya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tapi, mengapa hatiku seperti merindukan sosok itu." sambung Alexa termenung.


"Bukan kau yang merindu, tapi jiwamu yang merindukan ku." sela Ryo Miura tiba-tiba masuk ke dalam kamar yang ditempati Alexa.


"Mengapa kau masuk ke dalam kamar orang lain? apa kau tidak memiliki sopan santu sama sekali pak tua?" sindir Alexa memutar bola matanya malas melihat kedatangan Ryo Miura.


"Pak tua?" ulang Ryo Miura menatap tajam kearah Alexa.


"Apa aku setua itu hingga kau memanggilku dengan panggilan Pak tua?" sambung Ryo Miura berdiri di depan Alexa.


"Aku akan hidup dengan abadi. Tapi kau.... kau akan menua dan mati." sindir Ryo Miura tersenyum menyeringai.


"Kau tidak akan hidup lama Alexa. Karena kau terlahir sebagai manusia biasa. Aku benar-benar tidak menyukaimu. Tapi hati ini menyukaimu karena kekasihku sudah menjadi bagian dari dirimu." sambung Ryo Miura tersenyum sinis.


Ryo Miura lalu menarik tengkuk kan leher Alexa untuk mempersempit jarak antar mereka.


"Aku Ryo Miura tidak mencintaimu Alexa. Jiwa ini tidak mencintaimu. Tapi pemilik tubuh ini sangat memujamu. Jangan terlalu sombong dengan apa yang kau miliki sekarang. Dia mendambakan mu sekarang, namun tidak tahu suatu hari nanti." ucap Ryo Miura.


"Jangan sembunyikan perasaan cintamu itu Alexa. Jangan sampai kau menyesalinya." sambung Ryo Miura melepaskan tengkukan leher Alexa. Setetes air mata mengalir dari pelupuk mata Ryo Miura.


"Mengapa raga pria ini sampai mengeluarkan air mata hanya karena wanita? sungguh cengeng." dengus Ryo Miura. Tanpa sada pria itu menyindir dirinya sendiri. Ia juga pernah menangis karena wanita.


"Dia mendengar apa yang kau katakan Alexa." sambung Ryo Miura sebelum keluar dari kamar yang ditempati Alexa.


Sementara Alexa tertegun mendengar perkataan Ryo Miura. Ia mengalihkan pandangannya menatap kalung yang melingkar di lehernya.


"Apa perasaan ini merupakan perasaan rindumu kepadanya? aku pikir, aku belum pernah jatuh cinta kepada pria lain. Jantungku juga tidak pernah berdetak kencang. Kecuali gugup, aku sering kali gugup bila berdekatan dengan pria yang baru saja ku kenal."


"Namun hanya satu pria yang mampu membuat mataku berbinar bahagia ketika melihatnya."


"Apakah mata bisa menipu perasaan di hati seseorang?" gumam Alexa.


"Mengapa aku belum pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta?"


"Apa kalung ini kutukan?"


...***Bersambung***...