IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 22



Di rumah sakit J


Jodi dengan cepat mengangkat tubuh Gabi ke Stretcher UGD tanpa bantuan dokter.


"Dokter.. Tolong cepat dokter selamatkan kekasih saya" sentak Jodi dengan marah. Dia takut kandungan Gabi kenapa-kenapa.


Dengan cepat dokter itu memasuki ruangan UGD lalu memeriksa keadaan Gabi


"Sepertinya kondisi pasien kritis. Terlalu banyak darah yang di keluarkan apa lagi dengan posisi hamil besar seperti ini. Sampaikan kepada keluarga pasien kita harus segera mengoperasi pasien untuk mengeluarkan bayinya" ujar dokter itu dengan cepat


Jodi melihat suster keluar dari ruangan UGD lalu menghampirinya


"Tuan apakah anda suami pasien? Kami harus mengoperasi pasien untuk mengeluarkan bayinya!" seru suster itu to the point.


"Iya suster. Cepat selamatkan anak saya dan ibunya" ujar Jodi dengan cepat langsung menandatangani surat persetujuan itu. Dengan cemas Jodi menanti proses operasi Gabi yang sedang berlangsung. Beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan UGD itu


oek..oek..oek


"Terima kasih Tuhan" sendu nya dengan air mata terus mengalir


...🌷🌷🌷🌷...


Di rumah sakit yang sama


Greyson juga di masukkan ke ruangan UGD. Sementara Dean yang melihat kondisi tuannya yang terluka cukup parah merasa sedih. Andaikan dia yang ada di sana, mungkin tuannya tidak akan berada dalam kondisi seperti ini.


Betapa besar nya cinta tuannya kepada adiknya pikirnya.


...Author POV...


"Hey Dean ingat, Tuan mu juga sudah menghancurkan hati Stevi dengan kejam.!! Karma is real! titik nggak pakek koma"


End


Tak beberapa lama Jack datang dari lorong sebelah kanan rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Tuan Grey?" tanya Jack


Dean hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan sendu


"Sial. Apa yang akan aku katakan ke tuan besar dan nyonya besar? Aku gagal menjalankan amanahnya menjaga Tuan muda " gumam Jack frustrasi mengacak-acak rambutnya


Tak beberapa lama, Dokter keluar dari ruangan UGD. Dengan menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya dokter berkata


"Maafkan kami. Kami sudah semaksimal mungkin menyelamatkan pasien. Namun pasien.....


Belum selesai dokter bicara tiba-tiba Dean memotong ucapannya


"Uaaaaaa... Bos... Tuan..."


Dean menangis terisak-isak. "Andaikan aku yang disana bos. Tuan nggak akan bisa terluka. Ini salahku bos!" ujar Dean dengan memukul-mukul dinding di depan ruangan UGD hingga berdarah.


Jack pun terpaku dengan ucapan dokter itu. Seketika air matanya mengalir untuk pertama kalinya. Dia merupakan anak dari pelayan, di sebuah Markas Klan King di lokasi yang sama dengan tempat tuannya dulu di asing kan.


Sementara dokter yang melihat tindakan mereka berdua merasa bingung dan heran


"Tuan saya belum selesai menjelaskan kondisi pasien" ucapnya dengan serius


"Kondisi pasien saat ini masih kritis, kita hanya bisa mendoakan keadaan pasien untuk cepat melewati masa kritis nya. Namun pasien kemungkinan akan mengalami beberapa luka yang cukup berat." tutur dokter itu lagi


Jack dan Dean yang mendengar ucapan dokter itu seketika bernapas lega dan menghentikan tindakan dramatis mereka. Walaupun itu hanya berita kecil namun cukup melegakan untuk mereka dengar.


"Baik dokter, Terimakasih" Jack dengan nada tulus


🌷🌷🌷


Di Apertemen Stevi


Stevi dan Silvia sedang duduk di depan layar televisi dengan beberapa cemilan di atas meja. Tanpa sengaja Stevi menekan tombol siaran berita. Melihat berita itu seketika Stevi merasa perutnya keram.


"Selamat sore pemirsa. Ledakan yang terjadi di gedung yang di yakini milik pengusaha Kim menewaskan cukup banyak orang. Salah satu yang paling menyorot perhatian adalah Keturunan keluarga Royal sekaligus pengusaha muda yang ikut terdaftar sebagai korban. Kami akan menyiarkan berita lebih detail sebentar lagi dari TKP."


"Arghhh... Sakit kak.." Stevi mencengkram kuat pegangan tangannya. Stevi merasa perutnya sedikit keram namun menyakitkan. Silvia langsung membawa Stevi ke rumah sakit.


...🌷🌷🌷...


Dari arah lorong rumah sakit, berjalan seorang pria dengan tergesa-gesa


"Bagaimana keadaan ketua? Rain dengan perasaan cemas datang ke rumah sakit ketika mendengar informasi kecelakaan yang di alami Greyson.


Jack yang mendengar pertanyaan Asistennya langsung berucap lirih


"Carilah dampak dari Thermobaric, kau akan tahu hasilnya" Jack dengan suara serak dan mata berkaca-kaca


Rain yang mendengar perkataan bosnya, langsung mengotak-atik layar komputernya. Rain menemukan jawaban yang cukup mengerikan disana.


"Panas dan tekanan yang ditimbulkan thermobaric sangat besar sehingga siapapun yang terkena langsung ledakannya akan menguap seketika. Adapun orang yang berada di daerah sekitar ledakan akan mengalami luka parah di bagian dalam tubuh akibat gelombang kejut"


"Cara membunuh senjata tersebut utamanya dengan menciptakan ledakan kuat secara ekstrem yang merobek organ tubuh dan memecah paru-paru,"


"Gelombang kejut ini makin menjadi di ruang tertutup. Thermobaric sangat mematikan terhadap orang-orang di dalam ruang bawah tanah atau gua. Senjata ini juga menciptakan suhu luar biasa tinggi yang mencapai ribuan derajat sehingga bisa menimbulkan luka bakar yang mengerikan,"


Membaca tulisan itu seketika tubuh Rain lemas.


"Nona muda sudah melahirkan di rumah sakit ini juga. Namun kondisinya juga masih kritis" gumam Rain dengan sendu


Jack yang mendengar ucapan asistennya tidak mampu berkata-kata. Lagi-lagi dia merasa gagal menjaga kedua keturunan Douglas dan Royal itu.


"Palsukan kematian Tuan muda. Tidak ada yang boleh mengetahui tuan muda masih hidup kecuali orang tuanya." ujar Jack.


Pria itu takut kalau masih banyak musuh diluar sana yang mengincar nyawa Tuan mudahnya. Apa lagi kondisi Greyson sekarang cukup parah dan memperihatinkan.


...🌷🌷🌷...


...***Bersambung***...