IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Bab 73



Satu jam kemudian Stevi sudah selesai membersihkan diri, Greyson terus memandang ke arah istri-nya "Sayang apa kamu berniat menggodaku ya?" tanya-nya memandang tubuh seksi istri-nya. Dia merasa dibawah sana sudah cenat-cenut sedari tadi, melihat daster tipis, leher rendah yang digunakan istri-nya.


"Come on Grey. Aku hanya merasa nyaman tidur seperti ini. Apa kamu tidak bisa lihat putramu masih belum mau minum susu kaleng"Ujar-nya memandang malas ke arah Greyson. Stevi pikir entah mengapa pikiran suami-nya akhir-akhir ini semakin hari semakin menjadi-jadi.


"Sayang bolehkah malam ini?" tanya Greyson dengan wajah dibuat-buat imut. Tetap saja hal itu tidak membuat keputusan Stevi berubah "Grey setiap hari kamu minta jatah! Apa enggak lelah? Kamu pikir enggak capek ngurusin anak satu harian? Kamu juga suka-nya di lab terus,mentang-mentang ada si cantik. Kamu-nya jadi-nya jarang main bersama kami" ceramah Stevi sembari memakaikan skincare ke wajah-nya.


Stevi tidak tahu apa yang dilakukan suami-nya akhir-akhir ini di Lab Klan King. Suami-nya juga tidak pernah terbuka dengan apa yang dia lakukan disana. Dia sedikit kesal karena akhir-akhir ini Greyson lebih suka pergi ke Lab penelitian-nya. Sedangkan dia dan putranya hanya diijinkan berada di area kamar, tentu saja dia bosan dan jenuh. Tidak ada hiburan yang bisa di lihat kecuali bioskop dan tempat GYM yang memang sudah ada di kamar Greyson.


Sementara Greyson yang mendengar ceramah istri-nya merasa bersalah "Sayang ada sesuatu yang harus aku urus. Nanti jika sudah selesai pasti aku ceritakan. Kita bisa liburan bersama-sama" ujarnya merasa bersalah kepada anak dan istri-nya.


Greyson yang tidak mendapat respon dari istri-nya melanjutkan ucapannya "Kamu mau kemana liburan? Silahkan buat planning, nanti kita liburan selama seminggu atau sepuluh hari. Setelah pekerjaanku selesai di Lab, kita langsung berangkat. Kalian sudah bisa menikmati suasana luar bersama ku" jelasnya menatap istri-nya yang masih duduk di depan meja rias mengoleskan handbody di tangan dan kakinya.


Stevi kemudian melangkah ke arah Greyson "Mandilah dulu" ujarnya, lalu mengambil Steven dari gendongan suami-nya.


"Baiklah" pasrah Greyson memberikan Steven kepada istri-nya


Cup


Stevi yang mendengar ucapan Greyson hanya menatap malas ke arah suami-nya "Tiap malam kerja lalu paginya minta vitamin lagi" gumam-nya menatap wajah datar putranya. "Kenapa? Apa kali ini kamu mendukung Daddy?"tanya Stevi melihat tatapan datar Steven


"Kenapa selalu Daddy yang kamu perioritas-kan hmm?" gemas Stevi mengigit pelan pipi cabi putranya, Dia merasa baru kali ini putranya mau menatap datar padanya.


Sementara Steven langsung tertawa geli melihat tindakan Mommy-nya. Steven mengenggam rambut panjang Stevi yang melintas di depan matanya.


"Kenapa? Kamu suka rambut panjang mommy?" tanya Stevi melihat wajah mengemaskan putra-nya.


Steven hanya tersenyum lebar menampilkan gigi dan gusi merahnya. Gigi putranya sudah ada yang tumbuh saat usia putranya 3 bulan, pertumbuhan itu mulai dari gigi seri bawah dan atas tengah hingga mencapai 4 buah biji. Lalu saat usianya masuk 12 bulan, giginya bertambah menjadi 8 buah gigi. Steven terkadang mulai rewel karena ada rasa nyeri yang terkadang membuatnya tidak nyaman. Putranya juga masih belum mau berhenti minum ASI.


Dia bersyukur putranya bisa menemani rasa sepinya tinggal di rumah sebesar ini. Banyak pelayanan, banyak anggota mafia, tapi satupun tidak ada yang satu frekuensi dengannya. Ketika bertemu dengannya mereka langsung menunduk dan menghindari, tidak ada senyum di wajah mereka. Hanya wajah sangar dan datar yang terlihat di wajah para pelayan dan anggota Klan King. Bukankah itu terlihat sangat membosankan?.


...***Bersambung***...