
Tiba-tiba sebuah panggilan dari asisten kepercayaannya masuk ke ponsel pribadi Greyson. Saat sedang fokus memperhatikan pemandangan romantis antara Grace dan Albara.
Greyson langsung beranjak dari meja makan menuju ruangan tamu.
"Hallo! ada apa?" tanya Greyson langsung mengangkat panggilan dari asisten kepercayaannya.
[Tuan, Nona muda kembali ke mansion klan king!] ujar Jack dari seberang sana.
"Dari mana kau mendapatkan informasi ini?" tanya Greyson menyeritkan keningnya mendengar perkataan Jack.
[Rain baru saja menghubungi saya! dan ju-juga....]
"Juga apa?" tanya Greyson penasaran
[Sepertinya Rain akan menagih janji Anda dulu Tuan.] ujar Jack dengan serius.
"Memang sudah waktunya Jack! jika tidak karena kejadian itu, Rain tidak akan koma dan menyimpan penyakit itu selama bertahun-tahun."
"Meskipun itu sudah menjadi konsekuensinya bekerja di dunia bawah."
[Tapi bagaimana kalau nona muda tidak setuju Tuan?] tanya Jack lagi.
"Dia harus menyetujuinya Jack! aku yakin dia tidak akan menolak perkataanku kali ini!" ujar Greyson percaya diri.
[Dan juga Tuan, sepertinya tuan muda pertama sudah melakukan kesalahan besar lima tahun lalu.]
[Saya menemukan beberapa informasi dari anggota klan king yang mengawasi kegiatan tuan muda lima tahun lalu saat sedang menempuh pendidikan di Madrid Spanyol.]
"Apa yang Ia dapatkan?" tanya Greyson cukup penasaran
[Saya tidak bisa membicarakannya di telepon! lebih baik nanti kita bertemu langsung tuan. Data dan buktinya sudah ada ditangan saya.]
"Baiklah! kau tidak perlu datang ke Korea, Jack!"
[Baiklah Tuan.] sahut Jack mendengarkan perintah Greyson.
"Jack siapkan jet pribadi sekarang juga! kami langsung pulang malam ini juga setelah memastikan keadaan kedua orang tua dan putriku."
[Baik Tuan!] sahut Jack sebelum mengakhiri panggilannya.
Greyson lalu melangkah kembali ke meja makan menemui istrinya.
Sementara Albara melongo melihat kelembutan Daddy kekasihnya.
"Tadi aja sok-sokan sangar!" dengusnya dalam hati menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelembutan calon ayah mertuanya.
"Bolehkah aku berharap?" gumamnya dalam hati lalu mengalihkan pandangannya menatap senyuman manis Grace.
"Lagian kami masih muda! kami masih memiliki banyak waktu menikmati masa muda kami." gumamnya memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.
"Sayang...."
"Apa kamu tidak masalah dengan kepulangan Mommy dan Daddy secara tiba-tiba seperti ini?" tanya Stevi dey hati-hati menatap wajah ceria putrinya. Ia tidak mau putrinya tersinggung dan pilih kasih.
"Tidak apa-apa Mom, Dad! sekarang sudah ada Albara dan juga masih ada Opa dan Oma." sahut Grace tersenyum kecil menatap wajah kedua orangtuanya bergantian.
"Dan kau!!" tunjuk Greyson menatap tajam wajah Albara.
"Jangan sampai melakukan hal yang macam-macam kepada putriku!!" ancam Greyson dengan wajah menyeramkan.
"Kau masih dalam tahap seleksi awal!" tegas Greyson melihat wajah merah padam Albara.
"Sayang jaga diri baik-baik kalau Daddy dan Mommy jarang kesini! sekali-sekali pulanglah ke Mansion!" ujar Greyson menatap hangat putri bungsunya.
"Apa kamu tidak ingin mengenal keponakanmu?" ujar Greyson tiba-tiba mengingat cucunya.
Grace melotot mendengar perkataan Daddynya. "Keponakan?" batinnya. Setahunya ketiga kakaknya belum menikah.
"Anak siapa Dad?" tanya Grace penasaran.
"Stevenson dan Sherina sudah menikah dan memiliki seorang putra!" sahut Greyson tersenyum tipis menatap wajah terkejut putrinya.
"Makanya, pulanglah! dua minggu lagi Daddy berencana mengundang kalian berkumpul di Mansion."
"Stev juga sudah menikah! jadi kamu sudah ketinggalan dua kabar bahagia dari saudara-saudaramu." terang Greyson lagi.
Lagi-lagi Grace terkejut mendengar kalimat terakhir Daddynya.
"Wow...."
...***Bersambung***...