
Hiks hiks hiks hiks
Mereka menangis tersedu-sedu untuk meluapkan segala rasa sesak dan luka yang selama ini menghimpit sanubari mereka.
"Aku juga merindukanmu Grey.... Maafkan aku baru datang sekarang." ujar Stevi. Ia menangis sesenggukan di dekapan Greyson
Greyson kemudian melepas dekapannya, Ia menatap mata sembab istrinya. Ia bisa melihat tatapan cinta dan penuh kerinduan di kedua bola mata hazel istrinya.
Mereka saling menatap intens, menghiraukan perasaan haru yang melingkupi perasaan anggota klan king yang ikut terhanyut dengan adegan romantis sekaligus mengharukan antara greyson dan stevi.
#
#
Di atas balkon
Steven menahan amarahnya melihat seorang wanita tiba-tiba memeluk daddy-nya dari belakang.Dia tidak akan membiarkan orang lain menggantikan posisi mommy-nya. Dia menatap sepasang suami-istri itu dengan tatapan tajam, tanpa tahu bahwa wanita itu adalah seseorang yang selama ini dirindukannya sekaligus seseorang yang juga sudah mengecewakannya.
Steven semakin marah melihat daddy-nya mencium bibir wanita itu. Ia kemudian berlari keluar dari kamar untuk menghentikan kegiatan sepasang suami istri itu.
#
#
Di Halaman mansion klan king
Greyson terhanyut dengan tatapan penuh cinta istrinya, Ia kemudian mencium bibir merah istrinya dengan penuh kerinduan. Mereka berciuman cukup lama, saling mengungkapkan rasa cinta dan rindu yang bersarang di hati mereka.
#
#
Sementara seorang gadis baru saja terbangun dari tidurnya. Ia mengamati langit-langit kamar yang di tempati-nya, "Apa kami sudah tiba di mansion daddy?" batinnya. Alexa mengucek-ngucek kelopak matanya untuk memastikan penglihatannya.
Dia melihat saudara kembarnya juga tidur lelap di sampingnya.
"Apa daddy benar-benar kaya?" gumamnya pelan. Ia tidak ingin suaranya membangunkan saudara kembarnya.
Pandangan Alexa tertuju pada sebuah balkon dengan gorden warna coklat yang terpasang untuk menghalangi pantulan cahaya silau matahari dari luar sana.
Alexa melangkah kesana untuk memastikan rasa penasarannya. Lagi-lagi Ia terkejut dengan pemandangan asri dan hiasan elegan di luar sana.
Pandangannya terpaku ke arah mommy dan seorang pria yang diyakininya sebagai daddy-nya. Dengan perasaan bahagia, Alexa berlari keluar dari kamar.
Setibanya di luar pintu, tanpa sadar dahinya menubruk sesuatu yang keras di depannya
Dug
"Ah...." desisnya mengusap-usap pelan dahinya
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Steven menatap intens anak perempuan di depannya. Dia merasa heran, sejak kapan daddy-nya mengijinkan anak remaja seusianya tinggal di mansion, pikirnya.
"Hem.... Dahi ku sedikit berdenyut...." gumamnya pelan tanpa melihat orang yang berdiri di depannya.
"Apa kau anak pekerja disini?" tanya Steven penasaran
"No.... Kami baru saja tiba disini, kami akan tinggal disini bersama daddy ku." ujarnya. Alexa kemudian mengangkat kepalanya, sehingga Ia bisa melihat orang yang berdiri di hadapannya dengan jelas.
Deg
Alexa memandang intens kedua bola mata biru milik Steven, "Mengapa wajah tampan, bola mata dan juga tatapannya sama dengan stevenson? Apa dia saudara kami?" gumamnya pelan.
Kedatangan seseorang membuyarkan tatapan Alexa "Tuan muda.... Nona muda...." ujar Jack. Ia menatap bingung melihat ekspresi Steven dan Alexa.
"Nona muda....?" lirih Steven mendengar ucapan asisten kepercayaan daddy-nya. Dia menatap Alexa dengan intens, lalu melanjutkan langkahnya menuju halaman mansion. Dia tidak mampu membendung rasa amarah melihat apa yang dilakukan daddy nya dengan wanita lain.
...***Bersambung***...