
Pagi hari
Stevi terbangun dari tidurnya, dia melihat matahari sudah mulai terasa panas di luar sana. Dia tidak menemukan suaminya ada di sampingnya. Perlahan dia bangkit dari kasur, lalu melangkah menuju boks putranya, namun Steven juga tidak ada disana.
"Sayang..." serak Stevi mencari keberadaan suami dan anaknya. Tidak biasanya suaminya membawa anaknya pergi tanpa sepengetahuannya.
"Sayang... Grey...." panggil nya mencari-cari di setiap ruangan yang ada di dalam kamar mereka.
Tanpa sadar pandangannya tertuju ke arah satu ruangan yang belum dia periksa, ruangan itu sebelumnya sudah pernah dia masuki bersama putranya. Stevi kemudian melangkah menuju ruangan itu untuk memastikan apakah suami dan putranya ada disana atau tidak.
Cklekk
"Grey... Apa kalian ada di dalam?" tanya Stevi, mendorong pelan pintu ruangan itu. Ruangan itu terlihat kosong dan tidak ada siapa-siapa di dalam.
"Kemana mereka pergi pagi-pagi begini?" gumamnya bertanya-tanya di dalam hati. Stevi kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Mungkin suami dan putranya sedang berada di dalam laboratorium penelitian pikirnya.
#
#
Di Laboratorium satu jam yang lalu
"Ketua apa anda serius membawa tuan muda?" tanya Dean memandang khawatir ke arah Greyson dan putranya.
"Iya, tentu saja aku akan membawanya. Aku mau mempertemukannya dengan seseorang" serunya memandang hangat ke arah putranya.
"Baiklah..., jika begitu"pasrah Dean membiarkan mereka masuk ke dalam mesin waktu. Namun sebelum itu Greyson lebih dulu meneteskan setetes darahnya di atas red diamond. Tak beberapa lama mereka berdua langsung menghilang dan tidak terlihat lagi.
Dean kemudian mencari-cari keberadaan Olivia yang dia yakini sebagai Denada, "Kemana wanita itu" gumamnya mengamati semua ilmuwan yang ada di dalam Laboratorium penelitian Klan King.
"Sial.., Apa dia melanjutkan rencananya?" seru Dean dalam hati. Dia kemudian berlari keluar laboratorium mencari-cari keberadaan wanita itu.
#
#
Tak beberapa lama terdengar suara tembakan dan ledakan Bom yang sangat keras, dan saling bersahutan-sahutan dari luar mansion Klan King.
BOOM...BOOM...BOOM...
"Gawat apa yang terjadi?"bisik-bisik para anggota Klan King yang Dean temui di sepanjang jalan menuju lantai atas.
"JANGAN LENGAH, SIAPKAN SENJATA KALIAN.!!" Teriak Dean menggema melewati para anggota Klan King yang mulai bersiaga.
Dean berusaha mencari cara menyelamatkan Stevi terlebih dahulu, bagaimanapun hanya ruang rahasia yang aman untuk Stevi saat ini.
#.
#
Di kamar mandi
Stevi menunggu hasil dari testpack yang ada di tangannya, "Negatif" ucapnya pelan melihat garis satu di testpack yang digunakannya. Dia lalu meletakkan testpack itu di atas wastafel lalu melangkah menuju ruang ganti untuk berganti pakaian.
Tak beberapa lama berganti pakaian terdengar suara tembakan dan ledakan dari luar mansion Klan King.
DOR...DOR...DOR
BOOM....BOOM....BOOM
Stevi yang mendengar suara tembakan dan ledakan dari luar mansion merasa panik, tubuhnya juga mulai gemetaran, "Apa yang terjadi...?" lirihnya mengigit pelan jemarinya untuk menghilangkan rasa takut dan cemasnya yang berlebihan.
Tak beberapa lama seseorang melompat di teras balkon kamar Greyson, karena jika dari dalam dia tidak akan bisa masuk. Bahkan tidak sembarang orang yang bisa mengakses kode lift ataupun pintu masuk kamar Greyson.
DUG..DUG...DUG..
Pria itu menggedor-gedor jendela balkon yang masih terkunci "Nyonya muda... Nyonya muda... Ini saya buka pintunya" teriak Dean menatap tajam ke dalam kaca jendela yang terlihat tembus pandang.
"Sial..!" makinya sembari melihat dari kejauhan ada api yang menyala di sekeliling mansion Klan King. Dean berusaha memecahkan kaca jendela kamar itu untuk membantu Stevi keluar dari kamar Greyson.
...***Bersambung***...